Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Pertemuan (Season 2)


__ADS_3

Sudah seminggu Cantika masih mengurung diri dikamar. dia belum mau ke kampus karena masih takut akan mendapat perlakuan buruk.


mamanya selalu menanyakan perihal dirinya yang enggan ke kampus. tapi cantika enggan bercerita.


saat itu papa cantika datang. dia memanggil cantika.


"ada apa pa?" kata cantika


"pakai ini dan berdandan yang cantik" kata papa sambil menyerahkan paper bag berisi gaun yang cantik


"untuk apa pa?" tanya cantika


"nanti malam ada tamu yang akan makan malam dirumah kita" kata papa


"siapa pa?" tanya cantika


"apa kamu memang seperti ibumu? selalu banyak pertanyaan" kata papa kesal


"maaf pa" kata cantika.


kalau saja aku tidak membutuhkan uangmu, aku akan lempar tas ini kewajahmu laki laki pengkhianat. ah kenapa banyak sekali pengkhianat di dalam hidupku


malam pun tiba.


saat sudah berada di ruang makan. cantika terus menatap seseorang yang duduk didepannya. dan dia adalay RAY dan juga papa dan mamanya.


cantika tau apa yang akan terjadi setelah ini.


mamanya melirik wajah cantika. terpancar aura kesedihan diwajahnya.

__ADS_1


mama cantika sudah tau siapa ray, karena saat mamanya ke mall, dia melihat ray bersama dua wanita yang bergalyut manja dikanan dan kirinya.


dia pun paham kenapa cantika tidak ingin bersama ray. karena ray laki laki hidung belang seperti papanya.


setelah mereka menyelesaikan makan malamnya, mereka duduk diruang tamu untuk mengobrol.


"jadi kapan kita tentukan tanggalnya" tanya papa ray


"mungkin 3 bulan lagi kita bisa laksanakan. tepat sebelum kkn cantika" kata papa cantika


"tanggal apa pa?" tanya cantika


"3 bulan lagi kamu akan bertunangan dengan ray" kata papa cantika


"tapi pa, itu terlalu cepat" protes cantika


"tidak itu sudah keputusan kami" kata papa cantika tegas


orang tua ray mengangguk.


kini ray dan cantika sudah berada di teras rumah cantika.


"kak, aku kan pacarnya kak refan, apa kakak nggak dengar ancamannya?" tanya cantika


"kamu yakin? dia sendiri yang bilang udah putus dari kamu" kata ray santai


"nggak mungkin kak refan ngomong gitu" kata cantika


"apa perlu aku menelponnya?" tanya ray

__ADS_1


"ja..jangan kak" kata cantika


"aku tau kamu tidak bersalah, kamu mungkin hanya dijebak karena aku tau sifatmu sejak kecil, tapi ini adalah peluang untukku agar bisa mendapatkanmu sayang" kata ray hendak memeluk cantika


"kak, jangan macam macam" ancam cantika


"kalau kamu tidak mau aku macam macam, turuti perjodohan ini. atau aku akan melakukan hal yang lebih dari ini" ancam ray


cantika dan ray pun masuk.


"bagaimana cantika, kamu mau kan?" tanya mama ray


cantika mengangguk. ini membuat mama cantika sedih melihat cantika yang pasrah mengikuti kemauan papanya.


setelah tamu pulang....


cantika memilih masuk ke kamar meratapi nasibnya


diruang tamu


"mas, kamu nggak bisa menjodohkan cantika dengan ray. dia laki laki yang tidak baik" kata mama


"aku tidak peduli, yang menjalani adalah cantika bukan aku, yang penting bisnisku lancar" kata papa


"mas, cantika tidak bersalah, jangan buat dia bernasib sepertiku" kata mama


"apa aku peduli? aku sangat membencinya dan jika dia sengsara, itu akan membuatku senang" kata papa dengan sombongnya


"ayah macam apa kamu yang membenci putrimu sendiri" kata mama

__ADS_1


"diam kamu. kamu juga bersalah karena melahirkan anak perempuan yang lemah dan tidak bisa diandalkan sepertinya" bentak papa


papa cantika langsung pergi. dia mengendarai mobilnya menuju rumah istri keduanya dan juga anak laki lakinya yang berusia 2 tahun


__ADS_2