Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Menolong (Season 2)


__ADS_3

adelia terdiam.


"siapa namamu?" tanya adelia


"faisal kak" kata anak itu


"faisal, kamu mau sekolah lagi?" tanya adelia tiba tiba


"itu mimpiku kak" kata faisal


"mulai besok, kamu jangan mulung lagi. abang akan bedah rumahmu dan memberi tunjangan kepada kamu setiap bulan. untuk kebutuhan makan, sekolah dan biaya perawatan nenek kamu, biar perawat dari rumah sakit abang yang akan mengurusnya" kata rafan tiba tiba


"abang serius?" tanya faisal


"tentu, ayo tunjukan rumahmu" ajak rafan


lalu mereka menuju rumah anak itu. rafan membonceng adelia didepan dan faisal bersepeda sendiri.


sampailah mereka ke rumah anak itu. ingin rasanya adelia menangis melihat keadaan rumahnya.


rumah itu hampir roboh, lantainya tanah dan terdapat lubang dinding dimana mana. bisa dirasakan bagaimana dinginnya malam dan basahnya saat hujan datang.


mereka masuk melihat keadaan nenek faisal. keadaannya sangat memprihatikan. dia terlihat kurus dan lemah. segera rafan menelpon pihak rumah sakit untuk mendatangkan seorang suster untuk merawat nenek faisal.


30 menit kemudia perawat bernama nancy datang. dia memeriksa keadaan nenek faisal.


segera dia memsang selang infus.


"pak, sebaiknya nenek ini kita bawa kerumah sakit. karena disini tidak baik untuk kesehatannya" kata nancy


"baik, lakukan yang terbaik" beberapa petugas yang mengantar nancy tadi membantu mengangkat nenek faisal ke ambulance yang mereka bawa tadi. mereka pun pergi.


"faisal, untuk sementara kamu tinggal dirumah kakak ya sampai rumah kamu selesai di renovasi" kata adelia


"aku gak mau ngerepotin kak" kata faisal tertunduk


"orang tua kakak baru meninggal, kalau ada kamu dirumah kakak pasti kakak ada temennya" kata adelia


"aku turut berduka ya kak, yaudah aku mau tinggal dirumah kakak" kata faisal


"ayo ambil bajumu dan kita pulang, besok rumah ini akan direnovasi" kata rafan

__ADS_1


rafan keluar dan dilihat banyak tetangga dihalaman rafan. mereka bertanya tanya dalam hati.


"maaf ibu semua, faisal akan kami bawa kerumah teman saya dan neneknya akan dirawat dirumah sakit" kata rafan


para warga mengangguk mengerti.


"oh ya dimana kantor kepala desanya ya ibu bapak?" tanya rafan


"itu jarak 2 rumah dari sini" kata salah seorang warga


rafan, adelia serta faisal menuju ke kantor kepala desa.


"permisi" kata rafan yang masuk kedalam kantor bersama adelia dan faisal


semua heran.


"ada yang bisa dibantu pak" tanya seorang pegawai bernama anin


"apakah kepala desa ada?" tanya rafan


"ada apa?" kata seorang bapak bertubuh tambun dan berambut putih. di name tagnya tertulis Burhan


"apa bapak kepala desa disini?" tanya rafan


"apa anak ini warga bapak?" tanya rafan


"ya" kata pak burhan


"apakah dia pernah mendapat bantuan?" tanya rafan


"siapa kamu berani tanya begitu" kata pak burhan marah


"jawab saja pak jangan takut" kata rafan


"apa urusan kamu disini,.pergi !!!" usir pak burhan


banyak warga berdatangan kesitu ingin tau apa yang terjadi.


"para warga, apa para warga tidak mampu pernah mendapat bantuan dari kelurahan?" tanya rafan


mereka geleng kepala

__ADS_1


"wah pantas perut bapak buncit. makan hak rakyat rupanya" kata rafan


"kamu jangan sembarangan bicara, akan saya tuntut kamu!!!!" bentak pak burhan


"silahkan" kata rafan santai


pak burhan memanggil sekretarisnya anisa, lalu berkata


"laporkan dia atas tuduhan pencemaran nama baik" kata pak burhan


anisa menatap rafan, lalu tubuhnya gemetar dan pucat.


"pa...pak di...dia" anisa begitu gemetar


"dia apa? cepat pergi buat laporan" kata pak burhan


"pak, dia itu rafan wijaya, anaknya pak arka wijaya" kata anisa


"apa? siapa? mana mungkin. pak arka wijaya yang berkuasa punya anak seperti ini" kata pak burhan


"pak" anisa menunjukkan foto yang didapat dari facebook saat acara perkenalan keluarga wijaya. disitu terpampang jelas wajah rafan


pak burhan gemetaran. dia bersimpuh dikaki rafan.


"ma..maafkan saya" kata pak burhan


"berdiri pak atau saya buat bapak dipecat hari ini juga" kata rafan tegas


segera dia berdiri dengan wajah pucat.


"mulai sekarang, bantu lah semua warga kurang mampu. berikan hak mereka. jika saya mendengar 1 kecurangan saja saya akan melempar bapak ke jalanan bersama keluarga bapak" kata rafan emosi


"ba...baik saya akan jual mobil dan sawah saya untuk memberikan hak mereka selama ini" kata pak burhan


"setiap bulannya, akan ada orang suruhan saya yang mengawasi desa ini, jika bapak berani bermain main. siap siaplah tidur dijalanan !!!" kata rafan


pak burhan mengangguk lalu menunduk.


"kepada kalian para warga desa, jika kepala desa kalian terlihat melakukan kecurangan atau KKN, jangan takut untuk lapor ke pemerintah daerah, kalau kalian hanya diam saja, desa kalian tidak akan maju" kata rafan


semua warga bertepuk tangan mengantar kepergian rafan, adelia serta faisal.

__ADS_1


mereka pun kembali kerumah adelia.


__ADS_2