Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Kedatangan Alexia


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Arka menerima telepon dari rumah sakit yang mengatakan bahwa Alexia sudah boleh dibawa pulang.


Arka meminta Amel untuk tetap dirumah, agar menyambut Alexia nanti. Amel tidak menaruh curiga karena alasan Arka memang masuk akal.


Sementara itu dirumah sakit


Alexia sadar dan ditemani oleh dokter Rudi.


Dokter Rudi menjelaskan bahwa penabraknya akan menjemputnya hari ini.


Ckreeek.....Pintu terbuka.


Arka masuk dan saat itu juga Alexia terkejut melihat sosok Arka yang ternyata adalah penabraknya. "Dokter saya tidak mau ikut dengannya" kata Alexia memohon. Meski sudah lama tinggal di London tapi dia tetap imigran yang berasal dari indonesia karena itu dia masih fasih berbicara indonesia.


"Jangan begitu Alexia, ini semua demi kebaikanmu, kenapa kamu menolak?" tanya dokter.


"Sa....Saya" Belum sempat Alexia melanjutkan kata katanya Arka pun berbicara.


"Mari ikut saya pulang, saya dan istri saya akan menjaga kamu sampai kamu benar benar aman. Saya mohon, berilah kesempatan untuk kami mempertanggung jawabkan perbuatan kami" Arka tampak bersedih.


"Ba...Baiklah" jawab Alexia pasrah karena memang tidak punya pilihan lain.


Diperjalanan.


Didalam mobil suasana hening. Namun dari raut wajah mereka tampak seperti ingin mengatakan beribu pertanyaan.


"Sejak kapan kamu sakit" tanya Arka memberanikan diri memulai pembicaraan.

__ADS_1


"Seminggu setelah pertemuan terakhir kita" jawab Alexia seperti menahan kesedihan.


"Kenapa kamu tidak memberitakuku?" tanya Arka lagi.


"Aku tidak ingin membebanimu" jawab Alexia yang matanya sudah mulai mendung menahan tangis.


"Apa kamu tau berapa lama aku mencarimu?" Kali ini wajah Arka berubah sendu.


"Maafkan aku" kali ini Alexia menangis.


"Kenapa kamu muncul pada hari pernikahanku?" tanya Arka lagi.


"Aku hanya memastikan bahwa orang yang menikah itu bukan lah orang yang aku cari selama ini" sahut Alexia pelan sambil terisak.


"Maaf aku telah melanggar janjiku" Arka tampak menyesal.


"Tolong jangan beritahu Amelia siapa dirimu, aku ingin kalian merasa nyaman. Aku tau kamu gadis yang baik" kata Arka pelan.


"Aku berjanji tidak akan memberitahunya" jawab Alexia sambil tersenyum.


Tak lama kemudian mobil telah sampai dirumah Arka.


Didalam rumah Amel menyambut Alexia dengan hangat dan memeluknya serta meminta maaf atas kejadian waktu itu.


Alexia tersenyum ramah pada Amel.


"Ayo Alexia aku tunjukan kamarmu" ajak Amel membawanya ke lantai 2 dikamar tamu.

__ADS_1


Sesampainya


"Ini kamar kamu sekarang, semua barang dikamar ini sudah dipersiapkan untuk kamu termasuk pakaian. Semoga betah ya kalau butuh apa apa kamu bilang saja padaku" kata Amel sambil tersenyum dan turun kebawah menemui Arka.


"Sayang, kamu gak ngantor?" tanya Amel.


"Hari ini aku sudah bilang sama novi untuk mengosongkan jadwal" kata Arka.


"Oh ya udah aku siapin makan siang dulu ya kamu mandi gih" kata amel mendorong Arka supaya pergi. Arka berjalan lalu menoleh dan tersenyum.


Amel menyiapkan makan siang, sebelumnya dia sudah bertanya pada dokter makanan apa yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi Alexia.


Makanan sudah tersedia diruang makan


Amel memanggil Arka kemudian Alexia untuk makan siang bersama.


Diruang makan


"Ini enak sekali, apa kamu yang memasaknya? Biasanya aku hanya makan nasi dan rebusan sayuran saja" puji Alexia.


Arka dan Amel menjadi kasihan mendengarnya. "Aku bisa memasaknya setiap hari untukmu Alexia" Amel tersenyum.


"Terima kasih ya Mel" balas Alexia.


Mereka menyelesaikan makan siang kemudian pergi ke kamar masing masing.


Pada malam harinya setelah makan malam, Arka masih sibuk dengan laptopnya sehingga Amel memilih untuk tidur duluan.

__ADS_1


__ADS_2