Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Rencana Alexia #2


__ADS_3

Tibalah saat yang ditunggu tunggu Alexia


yaitu makan malam bersama Arka dan Amel. Walaupun Arka membenci hal itu namun ia terpaksa menuruti Amel karena Amel tidak boleh bersedih. Apalagi Amel meminta Arka supaya bersikap baik pada Alexia. Itu membuat Arka semakin kesal.


"Oh ya Arka, aku akan meninggalkan apartemen kamu dan kembali ke london" kata Alexia tiba tiba.


"Kenapa cepat sekali, Alexia?" tanya Amel.


"Untuk apa aku tetap disini, sedangkan orang yang ku perjuangkan sudah menemukan cintanya. Dan aku sudah sangat malu karena kejahatanku ini. Aku gak ingin merusak rumah tangga kalian" kata Alexia lirih.


Arka hanya diam sekilas, dia mengingat kenangannya bersama Alexia saat dulu, namun terlintas juga semua kejahatan Alexia.


"Kamu hanya melakukan sesuai hatimu, Alexia. Kenapa kamu begitu mencintai Mas Arka itu juga bukan salahmu" Amel mencoba menghibur.


"Iya, aku minta maaf karena telah mencintai Arka sejak 10 tahun lalu. Aku merasa bersalah karena tidak bisa melupakannya." Alexia mulai terisak.


"Alexia, tinggal lah beberapa hari disini, setelah itu kami akan mengantarmu ke London." Amel menawarkan.


Arka ingin menolak namun Amel memberi isyarat agar diam saja.

__ADS_1


"Baik lah" Alexia menghapus air matanya kemudian melanjutkan makannya.


Setelah itu mereka semua kembali ke kamar masing masing. Alexia kembali ke kamar tamu yang dulu ia tempati.


Satu langkah untuk merebutmu Arka sayang. Kali ini kamu tidak akan berhasil menolongnya, Amelia.


Senyum Alexia mengembang penuh kemenangan.


keesokan harinya......


Saat sarapan pagi, Amel memanggil Alexia. Dia sudah mengetok ngetok pintu namun tidak ada jawaban. Tentu saja hal itu membuat Amel panik dan memanggil Arka. Setelah Arka datang, ia mencoba mendobrak pintunya. Namun, saat pintu sudah terbuka, mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat. Alexia sedang tergantung dengan posisi tali terikat dilehernya namun dia masih bisa bergerak.


"Kamu gila ya mau bunuh diri? Dimana akal sehat kamu?" Arka memarahi Alexia.


"Ya, aku memang gila. Karena apaaaaa? Karena kamu !!!! Aku sangat bodoh dan gila karena mencintai kamu selama ini. Bahkan aku tidak bisa melupakanmu !!!! Apa kamu tau kalau dulu aku menghilang karena apa??? Kamu tau???? Aku menghilang karena ayahku menyembunyikanku agar tidak dijual oleh ibuku yang gila harta. Apa kamu tau penderitaan yang aku alami. Apa kamu tau ha????" Alexia melepaskan semua kekesalannya pada Arka.


Arka tampak merasa bersalah mendengar kata kata Alexia.


"Maaf kan aku, Alexia" kata Arka lirih.

__ADS_1


"Aku lebih baik mati saja daripada aku harus menerima perjodohan yang masih dilanjutkan oleh nenek dari ibuku" Alexia menangis.


"Alexia sadar. Baiklah kamu akan tetap jadi istri Arka" Amel menenangkan.


Arka melotot pada Amel, tapi Amel mengisyaratkan agar dia diam saja. Arak merasa heran. Namun ia yakin bahwa ada yang Amel sembunyikan.


"Amel, terima kasih" Alexia memeluk Amel sambil terus menangis. Amel menyuruh alexia untuk istirahat.


Di kamar Arka dan Amel.


"Kamu sudah gila ya? Aku tidak mau!!" Arka merasa sangat kesal.


"Sayang, kamu hanya harus tetap bersama dengannya. Kasihan dia" Amel memohon kepada Arka.


"Terserah kamu yang pasti aku tidak mau sekamar dengannya" Arka pun berlalu meninggalkan Amel di kamar.


Aku tidak habis pikir bagaimana dia membiarkan Alexia tetap menjadi istriku. Apa yang sedang dipikirkannya? Apa dia sudah gila? Sepertinya memang ada yang Amel rencanakan tapi dia tidak memberitahu aku lagi.


Arka melajukan mobilnya menuju kantor.

__ADS_1


Sementara itu Alexia tersenyum puas penuh kemenangan karena rencana nya berhasil.


__ADS_2