
Seminggu kemudian amel sudah diperbolehkan pulang
demikian juga oma dan alex yang juga berpamitan kembali ke London
dirumah
"mamaaaaaaaa" rafan dan refan berteriak sambil berlari saat melihat mama mereka pulang
"hai sayang" amelia memeluk mereka
"mama dan papa kenapa lama sekali kami kangen" kata refan sedih
"maafin mama dan papa ya karena terlalu lama meninggalkan kalian" kata arka menghampiri lalu menggendong rafan yang diam namun air matanya menetes
"mama, kenapa kaki mama diperban, kok keras banget ma. kenapa mama pakai tongkat" kata refan memegang kaki amel
"kaki mama sakit sayang, tapi gapapa bentar lagi sembuh kok" kata amel
"ayo kita semua masuk" kata arka yang masih menggendong rafan
diruang keluarga
"ma, om alex sama oma buyut kok cepet banget pulangnya" tanya refan sedih
"mereka ada urusan sayang, tapi pasti nanti mereka berkunjung lagi kok, atau kita yang kesana" kata amel
"asyiiiiik. ma ternyata org yang meluk refan waktu itu oma buyut" kata refan
"iya sayang, oma buyut udah cerita kok" kata amel
"rafan, sudah dong jangan menangis ya sayang, mama gak papa kok" amel memperhatikan rafan
rafan mengangguk lalu menghapus air matanya
amelia mencium keningnya lalu memeluknya
kemudian memeluk refan
"yaudah sekarang papa mau anter mama istirahat dulu ya. kalian lanjutin mainnya" kata arka lalu memapah amel menuju lift rumahnya
__ADS_1
tapi arka merasa itu lama jadi tapa aba aba dia menggendong amel
amel terkejut namun langsung tertawa
dikamar
amelia dan arka duduk dibalkon depan kamarnya
"sejak kapan kamu tau aku alexia mas?" tanya amel
"sejak aku menyelidiki wanita yang memeluk refan. aku bertemu dengan oma dan oma menceritakan siapa kamu sebenarnya" kata arka menghela nafas
"apa kamu senang?" tanya amel
"senang? itu bukan kata yang cocok. aku merasa jadi laki laki paling beruntung didunia ini" kata arka menatap amel lalu memegang tangannya
"ternyata jodoh tidak kemana ya mas, aku senang mengetahui kamu adalah cinta pertamaku" kata amel lalu bersandar dibahu arka
arka mencium kening istrinya
"aku sangat mencintaimu" bisik arka.
"kenapa disini? disini dong" kata arka menunjuk bibirnya
"ih kamu genit" kata amel mencubit pipi arka gemas
"aww sakit sayang" arka meringis
cup
sebuah kecupan lembut mendarat dibibir arka
"hei aku bahkan belum bersiap, ayo lakukan lagi" rayu arka
"ih gak mau, aku mau mandi" kata amel mencoba berdiri
"sini aku bantu sayang" senyum nakal arka terpancar diwajahnya
"gak ah aku bisa sendiri mas" kata amel menolak
__ADS_1
"jangan sombong deh, lihat kaki kamu masih diperban gitu" tunjuk arka
"gak mau nanti kamu mesum" kata amel
"tunggu? apa? mesum? aku? suamimu kamu bilang mesum?" arka mendekati amelia lalu memeluknya dari belakang
arka membisikkan sesuatu ke telinga amel
"mesum sama istri sendiri apa salahnya?"
dia mulai melakukan aksinya
setelah selesai, dia menggendong istrinya ke kamar mandi dan ikut mandi juga
malam harinya mereka makan malam bersama
"rafan dan refan kalian mau punya adek ?"
tanya arka
sontak amel langsung terbatuk batuk
arka mengambilkan minum untuknya
"apa pa? adek? iya refan mau" kata refan
"rafan juga mau pa" kata rafan
amel terbelalak melihat ketiga laki laki yang sangat dicintainya itu
"udah semua habisin makanannya" kata amel mengalihkan pembicaraan
mereka semua tersenyum
amel juga tersenyum
sepertinya akan ada tangisan bayi 10 bulan mendatang
itu pun jika Tuhan menghendaki :)
__ADS_1