Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Pernyataan Cinta (Season 2)


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, 3 hari lagi cantika akan melaksanakan magangnya.


dia tampak sibuk mempersiapkan segalanya.


refan ikut membantu.


saat itu, cantika sedang menunggu rafan ditaman kampus.


tiba tiba seseorang datang menghampirinya.


"hei can" sapa fandi


"fandi, kamu kok disini" kata cantika heran


"sengaja mau ketemu kamu" kata fandi


"emmm kenapa?" tanya cantika


"pengen aja hehe" kata fandi


"can kita jalan yuk" kata fandi ragu ragu


"maaf fan bukannya nolak tapi aku lagi sibuk" kata cantika menolak halus


"can, kamu ada pacar nggak?" tanya fandi


cantika menggeleng.


"kalo gitu aku bisa dong deket sama kamu" kata fandi


"aku nggak mau kecewain kamu fan, tapi kamu mending jangan nunggu aku" kata cantika to the point


"kenapa can? kamu kan single" kata fandi


"aku suka sama orang lain, aku nggak mau ngasih harapan palsu sama kamu" kata cantika


"siapa sih laki laki beruntung itu" kata fandi


"fan, maafin aku ya" kata cantika


"boleh aku pegang tangan kamu?" tanya fandi


"untuk apa?" tanya cantika


"dari dulu aku ingin banget pegang tangan kamu, tapi...." kata kata fandi menggantung

__ADS_1


"yaudah boleh" kata cantika


fandi memegang tangan cantika lembut lalu tanpa aba aba dia langsung mencium punggung tangan cantika.


cantika kaget


plakkk....


sebuah tangan memisahkan tangan mereka.


dia adalah refan.


"kalo mau pacaran jangan disini" kata refan kesal


"can aku pergi ya nanti aku wa kamu" kata fandi langsung pergi. dia tidak mau berlama lama disana karena dia tau siapa refan, bisa bisa karir om nya berakhir karenanya.


refan masih kesal. ditatapnya cantika lalu segera dia menarik tangan cantika.


cantika kaget, namun tidak berani berontak. dia mengikuti irama langkah refan.


refan membawanya kesebuah gudang lama belakang kampus.


dia menutup pintu dan menguncinya.


cantika kaget dan sedikit takut.


"kenapa? kamu takut sama aku?" kata refan masih dengan nada kesal


cantika menggeleng, langkahnya mundur ketika refan mendekatinya.


"kak re mau ngapain?" tanya cantika


"kenapa? dia aja bisa cium tangan kamu, jadi semua laki laki juga bisa dong melakukan itu" kata refan


"kak dengerin aku, tadi itu dia cuma mau pegang tangan aku, tapi tiba tiba dia cium tangan aku" kata cantika mulai menghentikan langkahnya karena sekarang dia bersandar ditembok.


refan berhenti didepan cantika. dia menatap wajahnya yang ketakutan.


"kenapa kamu takut? sama dia kamu relain tangan kamu dipegang" kata refan kesal


"kak, aku mohon jangan gini" kata cantika


"kenapa!!!!!" refan membentak cantika. dia meninju tangannya ke tembok.


cantika ketakutan melihat refan yang begitu marah. seorang refan wijaya yang terkenal keramahannya ternyata saat marah akan seseram itu.

__ADS_1


"kak, aku minta maaf" kata cantika mulai menangis


refan melihat cantika menangis seketika emosinya meredam. segera dia menghapus air mata cantika.


"maafkan aku cantika, harusnya aku nggak kayak gini" kata refan menunduk


"kak, kenapa kakak marah?" tanya cantika


"aku...nggak suka melihat kamu disentuh pria lain" kata refan jujur


"apa kak re cemburu?" kata cantika


ingin rasanya refan bilang tidak, namun dia tidak mau sampai kecolongan seperti tadi.


refan mengangguk.


cantika tersenyum lebar.


"katakan kak" kata cantika


"aku......aku....aku cinta sama kamu" kata refan kemudian berbalik membelakangi cantika karena dia sangat malu


cantika memeluk refan dari belakang.


"terima kasih kak karena sudah membalas cintaku" kata cantika.


refan kaget dengan kata kata cantika. ternyata selama ini cantika juga mencintainya.


dia pun berbalik dan memeluk cantika erat.


"kak ayo pergi" kata cantika


refan melepas pelukan.


"kenapa? apa kamu takut terjadi hal yang diinginkan disini" refan tersenyum jahil


cantika gugup. namun kegugupannya berubah menjadi keterkejutan saat tiba tiba refan ******* bibir seksinya. cantika kaget namun segera dia membalas ciuman itu.


cukup lama mereka berciuman.


setelah itu refan mencium keningnya lalu memeluknya lagi.


"ayo" ajak refan.


mereka pun keluar gudang dengan perasaan yang berbunga bunga. mereka bergandengan tangan.

__ADS_1


sepanjang mereka berjalan terlihat banyak pasang mata melihat mereka dengan tatapan iri. mereka iri melihat kedua insan populer itu terlihat mesra.


cantika tidak peduli dengan tatapan itu. dia senang karena kali ini mereka bukan pacaran bohongan melainkan pacaran sungguhan.


__ADS_2