Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Penjelasan


__ADS_3

2 hari kemudian


Di rumah papa mama Arka.


Di ruang keluarga.


Arka, papa dan mama memandangi Amel dan oma untuk menunggu jawaban.


Saat acara 7 bulanan, Amel mereka tidak sempat bertanya karena terlalu sibuk.


Amel memulai pembicaraan.


"Sebelumnya, Amel minta maaf karena gak ngasih tau papa, mama, dan Arka" Amel menghela nafas panjang kemudian melanjutkan.


"Amel sudah tau siapa Stefani sejak Amel menyelidikinya. Bahkan sebelum mereka menikah diam diam. Amel merekam video itu saat orang suruhan Amel mengikutinya ketika bertemu Elsa. Awalnya Amel kaget karena Elsa terlibat dengannya. Tapi Elsa melakukan itu karena ancaman dari Stefani" Amel memandang Arka dengan tatapan penuh permohonan agar Arka tidak marah.


"Maaf Mas Arka, bukannya aku gak mau kasih tau Mas. Tapi Mas akan murka dan langsung membongkar itu semua dan membiarkan Stefani mengatur rencana yang lain. Aku sengaja mengulur waktu untuk mengumpulkan semua bukti, dengan begitu aku bisa mencabut rumput sampai ke akarnya" Amel menjelaskan panjang lebar.


"Dan oma. Aku sudah bertemu oma sebelum oma memutuskan kesini. Karena oma sangat disegani disini aku yakin Stefani akan memanfaatkan oma. Jadi sebelum itu terjadi aku menemui oma beberapa bulan yang lalu" Amel mengakhiri ceritanya.


"Amel lain kali jangan lakukan hal seperti ini sendirian. Kalau kamu tidak mempercayai Arka, katakan saja pada papa dan mama" kata papa Arka.

__ADS_1


"Iya pa maaf, waktu itu kondisi papa lagi nggak fit dan Amel gak tega mau kasih tau ini. Amel takut papa kepikiran. Tapi lain kali Amel janji akan beritahu semua pada papa dan mama"


"Sudah sayang, tidak apa apa" papa arka menenangkan Amel.


"Dengar Arka, kamu itu harus belajar dari istrimu. Jangan taunya melihat lalu menyimpulkan. Contoh istrimu yang cerdas ini" omelan oma memenuhi telinga Arka yang hanya bisa mengangguk dan tersenyum simpul.


"Udh oma, jangan omelin Mas Arka. Dia nggak salah kok" bela Amel.


"Ya sudah ayo kita makan siang dulu. Mengomel membuat oma jadi lapar." Oma berdiri lalu berjalan menuju ruang makan diikuti yang lainnya.


Setelah itu, Amel dan Arka pamit pulang.


Sebelum pulang, Amel memeluk oma.


Oma membalas pelukan Amel


kemudian melambaikan tangan saat Amel dan Arka sudah memasuki mobil dan melaju menuju rumah mereka.


Sepanjang perjalanan, Arka hanya diam saja.


"Aku minta maaf Mas" Amel membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Sudahlah sayang, yang terpenting Stefani sudah pergi dari hidupku" Arka memegang tangan istrinya lalu menciumnya.


"Mas, bagaimana dengan Alexia yang asli?" tanya Amel yang kemudian membuat Arka sedikit terkejut.


"Sudah lah jangan kita bahas. Masa lalu biarlah tetap jadi masa lalu" Arka tersenyum.


"Kita sedang menunggu kehadiran anak kita, untuk apa memikirkan yang lain"


Namun tiba tiba.


"Eh mas, anak kita nendang nih" Amel memegangi perutnya sambil tertawa senang.


Arka langsung menepikan mobilnya.


"Mana mana sini Mas juga mau merasakan" kata Arka yang langsung memegang perut istrinya. Saat dirasa ada yang bergerak didalam, Arka tertawa bahagia.


"Duh anak papa lagi main bola ya didalam" Arka mendekatkan wajahnya ke perut Amel lalu menciumnya berulang ulang.


"Sabar ya sayang 2 bulan lagi kita akan ketemu"


Amel yang mendengar itu tersenyum bahagia.

__ADS_1


Setelah merasa tidak ada lagi tendangan, Arka pun melajukan mobilnya menuju rumah mereka.


__ADS_2