
flashback on
saat refan sedang berjalan menuju parkiran, dia melihat ray menarik cantika kedalam mobil dengan kasar.
dia pun merasa cemas.
lalu dia bergegas menemui pak wawan agar mendapat nomor hp pak bima, sepupu cantika.
****tut..tut..
"halo"
"halo bim, gue refan temen cantika"
"iya ada apa?"
"bim, tolongin cantika, tadi gue liat cantika ditarik paksa sama ray ke mobil, gue takut cantika diapa apain"
"hah? serius lo? kemana mereka"
"ke arah xxxx tadi gue udah nyuruh ojol ngikutin mereka, lo juga kesana ya, kang ojolnya gak berani lawan ray"
"oke, makasih infonya ya"
"bim, jangan bilang cantika gue yang kasih tau ya"
"sip****"
telepon pun mati
flashback off
cantika tertidur dimobil bima. sepertinya dia sangat lelah. bima kasihan melihatnya. sejak kecil papanya tidak pernah menyayanginya, namun saat papanya sudah mendapatkan harta, perlakuannya kepada cantika semakin kejam. tidak segan segan papanya menamparnya hanya karena hal sepele.
hanya bima lah tempatnya mengadu. karena jika dia mengadu pada ibunya, itu akan menambah beban ibunya.
terkadang dia pura pura tegar dan tidak menangis saat mendapat perlakuan kasar dari ayahnya demi ibunya.
__ADS_1
namum saat sudah bersama bima dia akan menumpahkan segala kegundahan hatinya, air mata sebagai simbol hatinya yang terluka.
"tidur lah ca, lupakan penderitaanmu sejenak" kata bima sambil membelai rambut indah cantika.
Refan membaca chat dari bim
cantika udah aman, thanks re
refan tersenyum lega.
"hai re" suara angel meredupkan senyuman refan
"iya ada apa?" tanya refan
"temeni aku jalan yuk?" kata angel
"kemana?" tanya refan
"ke mall aku mau beli baju" kata angel
mereka pun segera pergi ke mall pilihan angel.
didalam mall
angel sibuk memilih baju untuk dirinya. refan hanya menunggu saja.
setelah puas, mereka pun makan siang disebuah restoran.
saat sedang makan, seorang anak kecil bertubuh kurus dan berbaju lusuh masuk kesitu dan menawarkan cemilan kerupuk yang dijualnya.
refan melirik angel yang tidak peduli dan tetap melanjutkan makannya.
"abang beli satu ya berapa harganya" kata refan
"10 ribu bang" kata anak kecil itu
"ini uangnya, kembaliannya buat kamu. anggap saja ini hadiah karena kamu udah bekerja keras" kata refan menyodorkan uang 100ribu kepada bocah itu
__ADS_1
bocah itu kegirangan lalu keluar restoran setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih.
"kamu jangan kebiasaan ngasih mereka. nanti mereka jadi males kerja" kata angel
refan heran dengan jawaban angel. berbeda dengan cantika. bahkan dulu dia yang mengajari refan bersedekah
flashback on
cantika dan refan makan disebuah kafe, seorang anak berjualan roti mendekatinya dan menawarinya.
bukannya risih, cantika malah tersenyum pada anak itu dan membeli rotinya.
dia menyerahkan uang 50 ribu untuk satu bungkus roti. anak kecil itu kegirangan.
"bukannya uang itu terlalu banyak untuk sebungkus roti seharga 2000?" tanya refan
"aku bukan cuma beli roti kok kak" kata cantika
"jadi?" tanya refan
"aku beli roti dan dikasih bonus senyuman" kata cantika
"apa begitu berartinya senyumannya bagimu?" tanya refan
"entah lah kak, tapi setiap kali aku bisa membuat orang lain tersenyum itu sangat menenangkan. bagi kita uang segitu bukan apa apa, tapi bagi mereka uang itu dapat meringankan beban hidup mereka hari ini" kata cantika
flashback off
setelah selesai makan, mereka pulang, diperjalanan saat berhenti dilampu merah, seorang pengamen cilik mendekati mobil mereka dan mulai bernyanyi.
angel terlihat risih dan tidak suka.
refan mengeluarkan uang 10 ribuan dan memberikannya pada pengamen itu.
karena itu yang akan dilakukan cantika setiap mereka jalan berdua dulu
ah lagi lagi cantika yang ada dipikiran refan
__ADS_1