
Sebulan telah berlalu
hari ini adalah acara penamaan bayi amelia dan arka yang di adakan dirumah mereka
bayi mereka diberi nama
Refan wijaya dan Rafan Wijaya
mereka kembar identik
namun wajahnya mengikuti wajah tampan arka
para tamu undangan terkagum melihat anak mereka
"ya mau gimana lagi dong ya. mama nya cantik, papanya blasteran gimana anaknya gak kece ya kan ibu ibu" kata tante dewi yang merupakan teman arisan mama arka
"tante dewi bisa aja nih" kata amel tersipu malu
"gimana sayang, punya anak kembar? jadi sering bergadang ya" tanya tante dewi
"iya tante, tapi alhamdulillah papanya anak anak tiap malam yang bantuin jaga" sahut amel
setelah acara selesai
mama dan papa pamit pulang, sementara amelia dan arka sedang istirahat dikamar
mereka sangat lelah karena banyaknya tamu undangan
bayi mereka dijaga oleh pelayan rumahnya sampai jadwal menyusu tiba
2 jam kemudian amel sudah bangun
ia pun segera membersihkan diri karena hari hampir sore
saat melewati ruang kerja arka, amel melihat sangat berantakan dan ia pun segera masuk dan membereskannya
karena arka memang tidak memperbolehkan siapapun masuk kecuali istrinya
__ADS_1
saat sedang membereskan laci, amel melihat sebuah kotak kecil berwarna biru
karena penasaran akhirnya ia membuka kotak itu
saat melihat isinya ternyata sebuah foto anak remaja berusia 14 tahun sedang tersenyum hangat
dibalik foto itu tertulis nama "ALEXIA"
tiba tiba amel seperti mengingat kilas bayangan ntah apa ia pun tidak mengerti
namun kepalanya seketika sangat sakit sekali
ia sampai mengerang
Arka yang kebetulan lewat, melihat amel memegangi kepalanya
saat arka mendekatinya amel pun langsung ambruk
beruntung arka sempat menangkapnya
arka panik kemudian segera melarikan ia kerumah sakit
setelah menjalani sekian banyak tes, dokter pun memanggil arka ke ruangannya
arka masuk ke ruangan yang dulu pernah ia masuki
yaitu ruangan dokter rudi
namum saat kedok nya yang terlibat dengan alexia palsu terbongkar, ia pun di pecat
kembali ke arka
"bagaimana dok keadaan istri saya?" tanya arka masih terlihat cemas
"begini pak, apa ibu amelia pernah mengalami kecelakaan saat kecil?" tanya dokter
"saya tidak tau dok, istri saya memang tidak pernah cerita tentang masa kecilnya. memangnya kenapa dok?" tanya arka penasaran
__ADS_1
"begini pak, jika ada keluarga dari ibu amelia, mohon segera bapak menanyakan perihal ini kepada mereka. karena itu sangat berpengaruh pada kondisi pasien kedepannya" kata dokter membuat arka semakin penasaran
"jika ada keluarganya bisakah bapak bawa kemari" tanya dokter
"iya dok, saya akan hubungi tantenya" kata arka
kemudian arka menyuruh supir menjemput bu indah dan memberitahukan tentang amel
setelah 1 jam akhirnya bu indah sampai
diruang dokter
"begini bu, apakah ibu amelia pernah mengalami cedera dikepalanya yang membuatnya hilang ingatan?" kata dokter
bu indah kaget dan takut
"bu tolong bekerja sama dengan kami, karena kesehatan pasien bergantung pada jawaban ibu" dokter mencoba mengingatkan
arka yang diam masih menunggu jawaban bu indah
"baiklah akan saya ceritakan, tapi saya minta hal ini jangan sampai ada yang tau" kata bu indah
lalu dia melanjutkan kalimatnya
"10 tahun yang lalu, amelia pernah mengalami kecelakaan sehingga membuatnya hilang ingatan. bahkan dia koma selama setahun. lalu setahun kemudian orang tuanya meninggal" tukas bu indah
"ternyata benar dugaan saya, pasien mencoba mengingat memori itu namun malah membuatnya sakit kepala hebat hingga pingsan" kata dokter
"nak arka apa yang amel lihat sebelum ini?" kata bu indah
"amel melihat foto masa kecil alexia bu" kata arka
bu indah langsung menutup mulut dengan kedua tangannya
ya Allah kenapa harus sekarang gumam bu indah
lalu mereka menuju kamar rawat amelia yang masih belum sadarkan diri
__ADS_1
sementara papa arka baru sampai karena sebelum nya tadi arka sudah menghubunginya
sementara mama cintya kerumah arka menjaga kedua anaknya