
Mama, papa, refan dan syifa sudah tiba di bandara. mereka menelpon rafan menanyakan posisinya. setelah menemukan posisi rafan, mereka pun menuju kesana.
"adel" amelia menghambur memeluk adelia yang saat itu tengah duduk di bangku bersama rafan.
"mamaaaaaaa" adelia menangis dipelukan amelia
"sabar ya sayang, kamu harus kuat. kita semua ada disini buat kamu" kata amelia yang juga ikut menangis.
mereka pun membawa adelia ke kediaman adelia. disana sudah banyak para tetangga berkumpul dirumahnya ingin menyampaikan belasungkawa. adelia terlihat sangat pucat sehingga rafan memutuskan membawanya kekamar dengan ditemani syifa. sedangkan mama dan papa rafan melayani para pelayat yang datang.
dikamar, rafan terus menghibur adelia. begitu pun syifa. adelia hanya tersenyum kecil lalu setelah itu murung lagi.
jenazah orang tua adelia tidak bisa dimakamkan karena pesawat meledak sesaat setelah masuk ke tengah laut.
seminggu telah berlalu. keadaan adelia sedikit lebih baik. rafan tidak pernah meninggalkannya sedetikpun. dia terus berada disamping adelia. dia menginap disana bersama syifa karena jika hanya rafan tetangga akan berpikir lain. mama dan papanya juga setiap hari datang menjenguk dan melihat keadaan adelia.
"ra, kenapa lo belum berngkat ke london. ini udah lewat jadwal tes ujian masuk" kata adelia saat mereka sedang duduk ditaman belakang.
"apa itu penting sekarang?" kata rafan
"itu jelas penting, itu mimpi lo dari dulu" kata adelia
"lo jauh lebih penting dari mimpi gue" kata rafan serius
__ADS_1
"lo gak boleh korbanin masa depan lo demi gue" kata adelia
"gue gak bisa berangkat, kalo pikiran gue kacau melihat lo sedih kayak gini" kata rafan
"gue udah baikan sekarang" kata adelia
"apa lo masih ingat janji persahabatan kita dulu?" tanya rafan
"selalu ada saat salah satu terluka" kata adelia tertunduk
"gue berpegang teguh sama janji itu. janji yang kita buat dari hati kita" kata rafan
"sampai kapan lo ada disini?" tanya adelia
"sampai lo udah bisa tersenyum tanpa ada gue disamping lo" kata rafan
malam harinya mama dan papa rafan datang menjemput syifa dan membawa mbak ayu pembantu mereka untuk menemani rafan dan adelia.
diruang tamu
"sayang? bagaimana kabar kamu sekarang?" tanya amelia
"udah lebih baik ma" kata adelia tersenyum
__ADS_1
"sayang, ini ada pengacara ayah dan bunda kamu" kata amelia saat seorang pria tua berjas datang kesitu.
"perkanalkan saya herman, pengacara orang tua kamu" kata pak herman menjabat tangan adelia lalu dia duduk
"kedatangan saya kesini ingin membacakan wasiat dari orang tua kamu" kata pak herman
adelia mengangguk.
"orang tua kamu meninggalkan rumah dan sebuah perusahaan. sedangkan apartemen dan beberapa pusat perbelanjaan yang ada investasi orang tua kamu, akan dikembalikan ke kamu " kata pak herman
"maaf pak, tapi saya belum siap mempin perusahaan" kata adelia
"kamu tidak harus memimpin sekarang, fokuslah pada pendidikanmu, sementara itu ada orang kepercayaan orang tua kamu yang akan memimpin sementara" kata pak herman.
"iya pak" kata adelia
"kalau begitu saya permisi jika perlu apa apa hubungi saya kesini ya dan saya turut berduka cita" kata pak herman memeberi kartu namanya lalu pamit pulang
"sayang, kamu akan melanjutkan kuliah dimana?" tanya amelia
"adel belum tau ma karena adelia berencana kuliah ditempat pilihan ayah dan bunda tapi sebelum mereka bilang tempatnya, mereka sudah....." adelia tertunduk sedih
"adelia akan kuliah di London bersama rafan" kata rafan
__ADS_1
"apa???" semua menjawab serempak termasuk adelia
lalu...........