
Hari itu Refan sedang berada dalam apartemennya.
Karena Cantika masih lama selesai kuliahnya, maka Refan memutuskan menunggunya saja sambil istirahat disana karena tidak terlalu jauh dari kantornya.
Namun tiba tiba Pintu diketuk seseorang.
Refan membuka pintu dan berpikir bahwa itu adalah Cantika.
Namun Dia terkejut karena yang datang bukan lah Cantika melainkan Vina.
"Vina kamu ngapain kesini?" Tanya Refan heran
"Aku cuma mau mampir sekalian minta maaf sama kamu, aku tadi tanya temenku dan bilang kalau kamu disini " kata Vina
"Oh" Kata Refan datar
"Boleh aku masuk?" tanya Vina
Refan mengangguk dan Vina pun masuk. Dia melihat isi ruangan dan Refan berdiri dibelakangnya.
"Ruangan ini bagus ya sesuai selera kamu" Kata Vina memandang ke arah Refan dan melipat tangannya.
"Vina, jika udah selesai, kamu boleh pergi dari sini, anggap saja aku udah maafin kamu" Kata Refan membalikkan badannya.
"Oh jadi kamu ngusir aku ya" Kata Vina
Refan menoleh
"Bukan, aku cuma nggak mau Cantika salah paham" Kata Refan
"Salah paham gimana? kan kita nggak ngapa ngapain. kecuali aku melakukan ini sama kamu" Vina mendekati Refan dan mendorongnya ke sofa lalu duduk dipangkuan Refan
"Apa yang kamu lakukan?" kata Refan terkejut
__ADS_1
"Kenapa Re? Aku cinta sama kamu, aku akan melakukan apapun buat kamu termasuk" Vina semakin mendekati Refan
Semakin dekat
Dan tiba tiba
Cantika datang.
"Apa yang kalian lakukan!!!!" Teriak Cantika
Refan dan Vina menoleh ke sumber suara.
Refan sangat kaget melihat Cantika menyaksiakan semua ini
Sedangkan Vina hanya duduk manis tanpa rasa bersalah sedikitpun
Dia tersenyum karena rencananya berhasil
Refan mengejar Cantika dan berhasil menangkapnya.
Dia memegang tangan Cantika.
"Cantika dengerin penjelasan aku, ini salah paham" Kata Refan
"Lepasin aku mas, aku nggak buta" Cantika menangis meminta untuk dilepaskan dan berhasil terlepas dari Refan.
Dia berlari meninggalkan Refan dengan raut wajah sedih
__ADS_1
Refan berdiri mematung, dia tidak percaya apa yang terjadi hari ini
Refan kembali ke apatemennya. karena dia ingin penjelasan dari Vina.
Dia menemui Vina yang tengah berdiri bersiap siap pergi.
"Puas kamu? apa mau mu?" wajah Refan sangat marah
"Aku? Mauku?" Vina memalingkan wajahnya membelakagi Refan.
"Ya kamu lah, aku mau kamu cerai dari Cantika dan menikah denganku" Kata Vina tidak tau malu
"Vina, aku minta kamu pergi dari sini!!!" Kata Refan
"Oke sayang, aku pergi. ini belum berakhir karena sampai kapanpun aku akan tetap mengejarmu" Vina pergi meninggalkan Refan yang kacau.
Refan pun melaju meninggalkan apartemennya dan pulang ke rumah. karena dia yakin Cantika ada disana.
Sesampainya dirumah, Refan langsung memutar gagang pintu tapi ternyata terkunci. Dia mengetuk pintu kamar perlahan
,,,,tokkk,,,,,tokkk,,,,tokkk,,,,,
"Cantika, buka pintunya sayang"
Beberapa kali Refan mengetuk namun tidak ada jawaban. sepertinya Cantika benar benar kecewa.
Refan melangkah menuju ruang tamu.
Wajahnya tampak sedih melihat Cantika harus salah paham seperti ini.
Refan melangkah ke sofa dan membaringkan tubuhnya ke sofa. Dia akan menunggu sampai Cantika mau keluar kamar agar dia dapat menjelaskan semuanya.
Refan tidak menyangka dia bisa sebodoh itu membiarkan Vina masuk dan hampir menciumnya.
__ADS_1
"Lihat aja Vina, aku akan membalas ini semua. tapi aku nggak akan balas dengan tindakan yang sama. Aku akan buat kamu semakin terbakar" Kata Refan yang kini sorot matanya menjadi tajam