
Refan kini sedang duduk berhadapan dengan orang tuanya. papanya terlihat sangat marah sekali padanya. Amelia menatap Refan dengan tatapan penuh kekecewaan.
Refan berjalan dengan langkah gontai. dia pergi ke kamarnya dan mengganti bajunya lalu berangkat bekerja.
dia sama sekali belum menghubungi Cantika.
Refan sudah buat permohonan agar Vina tidak melaporkan Cantika ke pihak berwajib. Vina menyetujuinya tapi Cantika harus minta maaf padanya dalm tempo 1 minggu didepan awak media. hanya tersisa 3 hari lagi.
keesokan harinya,
Refan pergi kerumah Cantika.
dia membunyikan bel dan keluar lah mama Cantika.
"siang tante, apa Cantika ada?" tanya Refan sopan
"siang Refan, dia sedang ada dikamarnya. kamu temui dia dikamarnya aja. selesaikan masalah kalian. oh ya tante sedang ada urusan dan harus pergi, maaf ya tante tinggal" kata Mama Cantika lembut
"iya tante" kata Refan mengangguk.
Refan masuk kedalam kamar cantika setelah mengetuknya.
__ADS_1
Cantika sedang dalam posisi tengkurap. dia memakai baju seksi dan hot pant terlihat lah paha yang putih dan mulus itu.
"Mau sampai kapan kamu akan seperti ini?" Refan masih berdiri. Cantika yang terkejut lalu bangkit dari ranjangnya. dia pikir mamanya yang mengetuk tadi
"kak Re, kok disini?" Cantika merapikan rambutnya yang berantakan. jujur saja dia belum mandi sejak pagi namun tetap terlihat sangat cantik.
"apa maksud kamu ngapain?" tanya Refan mendekat duduk disamping cantika. Cantika yang gugup karena pakaiannya terlalu seksi segera berdiri. Cantika terlihat lebih berisi. pipinya tidak setirus dulu. namun ini yang Refan suka.
"kak ayo kita bicara diluar" kata Cantika
"kenapa? disini aja" Refan duduk di sofa kamar Cantika dan Cantika juga duduk disitu.
"aku nggak salah kak" kata Cantika tetap kekeh pada pendiriannya.
"aku tau kamu nggak salah, aku lihat dari sisi tv kamu terlihat emosi saat dia mengatakan sesuatu, aku yakin pasti itu menyakitkan. tapi masalahnya cuma aku yang percaya. aku mohon cantika, demi pernikahan kita" kata Refan memohon
"orang orang akan menganggap aku yang salah kak" kata Cantika
"aku tau tapi hanya itu jalan satu satunya atau kamu akan berakhir dipenjara" kata Refan
"aku berjanji akan mengehentikan serangan netizen kepadamu" kata Refan
__ADS_1
Cantika diam cukup lama dan akhirnya dia mengangguk setuju.
Refan senang, kini dia merangkul bahu Cantika mesra.
"kak kita keluar yuk, nanti mama liat" kata Cantika
"mama lagi keluar tadi bilang sama aku ada urusan" kata Refan yang terus mendekati Wajah Cantika
Cantika semakin gugup. dia terus menatap Refan yang terus mendekat dan memeluknya. pelukan hangat yang nyaman namun lama kelamaan Refan jadi hilang kendali dan mulai menyusuri bibir dan bagian tubuh yang lain.
"kak, jangaaaaan stop kak" Cantika memalingkan wajahnya namun Refan membalikkan wajahnya dan terus menyerangnya
"kak, aku mohon kak Re harus sabar, seminggu lagi kok" Cantika terus mendorong tubuh Refan
Refan akhirnya mengalah dan bangkit dari posisinya.
"maaf" kata Refan tertunduk
"seminggu lagi kak Re akan memiliki aku seutuhnya kok, sabar ya" Cantika membelai pipi Refan
Refan tersenyum dan mencubit pipinya gemas. memang kata kata papanya benar, Refan bukan hanya ingin melindungi tapi juga tidak tahan memiliki pacar yang menggoda seperti Cantika.
__ADS_1