
Diperjalanan
Saat mobil yang dikendarai arka dan amel memasuki jalanan sepi tiba tiba mobil mereka dihadang beberapa motor yang ditumpangi 6 orang berbadan besar dan tegap.
Arka sangat marah kemudian keluar sambil mengisyaratkan Amel supaya jangan ikut keluar. Dia tidak ingin istrinya kenapa kenapa.
"Mau apa kalian" Tantang Arka yang baru saja keluar dari mobil dan kini berdiri tepat di depan para penghadang itu.
"Kita mau ngabisin lo" kata salah satu pria berbadan paling besar.
Tiba tiba mereka menyerang Arka satu per satu.
...Bakkk.......Bukkk....Bakkk.....
Awalnya serangan mereka bisa di tepis Arka bahkan ada beberapa yang terluka. Namun Arka semakin kelelahan dan dia pun ditangkap oleh seorang dari mereka
yang satu memegangi tangannya dari belakang yang satunya memukuli perut dan juga wajahnya. Arka hanya pasrah tanpa perlawanan karena tanggannya terkunci.
Salah satu dari mereka menghampiri mobil Arka dan menarik Amel yang sedang didalam mobil.
__ADS_1
Arka berteriak. "Jangan sentuh istriku, aku akan membunuhmu" Sorot matanya menunjukkan ketakutan yang besar karena dia takut Amel terluka.
Pria berbadan besar itu memegang dagu Amel sambil tersenyum dan berkata "Istri lo cantik juga ya gimana kalo gue bawa buat nemeni kami minum"
Arka sangat murka melihat dagu Amel dipegang pria itu. Namun kemurkaan itu berubah menjadi keterkejutan. Bagaimana tidak, dalam sekejab tangan pria yang memegang dagu Amel sudah berada di belakang punggungnya. Ya, Amel memelintir tangan pria itu sampai pria itu mengerang kesakitan. "Aaaaarrrrgggghhh" Teriak pria itu.
"Heh bang, enak aja lo megang dagu gue. Tangan mana tadi yang megang biar gue patahin" Bentak Amel semakin mengencangkan tangan si pria semakin kuat dan membuatnya semakin mengerang keras.
"Dasar lemah, sini hadepin gue. Satu satu jangan tau nya ngeroyokin suami gue. Lo kira karna badan lo besar gue takut gitu?" Tantang Amel sambil melepaskan si pria tadi dengan cara ditendang dengan kakinya.
Satu persatu pria itu mengahadapi Amel
"rRasain ini, karna lo udah mukulin suami gue, ini juga" Bakkk...Bukkk....
Setelah puas Amel pun mengikat mereka dengan tali yang ada di motor mereka. Mungkin tali itu akan dipakai mereka untuk mengikat Arka.
Amel menghampiri Arka yang sedang terduduk didepan kap mobil sambil meringis kesakitan. Amel memapah Arka ke dalam mobil kemudian menelpon polisi lalu mengobati luka wajah Arka dengan kotak p3k yang ada didalam mobil.
Tak lama kemudian polisi datang dan membawa mereka semua. Salah satu polisi berkata pada Arka "Anda sangat hebat pak bisa mengalahkan mereka dan melindungi istri bapak, selamat siang kami permisi" kata polisi itu sambil memberi hormat kemudian pergi.
__ADS_1
Arka terbengong. Amel mengambil alih kemudi. Arka diam saja dalam benaknya : apa dia benar benar istriku? Bagaimana mungkin dia bisa sekuat itu? Dia makan apa tadi pagi? Apa kalau kami bertengkar aku akan mengalami nasib seperti para pria itu? Arka masih tetap menatap lekat ke arah Amel.
Amel yang menyadari tatapan bingung Arka langsung berkata "Dulu, di panti aku jadi guru bela diri anak anak panti, sebelumnya aku pernah belajar bela diri sama kenalan bu indah selama 5 tahun" kata Amel tersenyum melihat ekspresi Arka yang seperti habis melihat hantu.
"Lalu kenapa kamu tidak keluar saat aku dipukuli" tanya Arka sambil terus meringis menahan sakit diperutnya.
"Tadi kan kamu suruh aku supaya tetap didalam mobil, tapi pas si pria itu nyentuh aku baru deh aku gak bisa nahan diri apalagi liat kamu udah gak berdaya kayak gitu" sahut Amel dengan entengnya.
Arka terbelalak mendengar alasan Amel
"Kamu kenapa tidak bilang dari dulu kalau kamu bisa bela diri?"
"Untuk apa sayang, aku rasa gak ada kesempatan aku ngomong ke suamiku yang dingin kayak salju, yang bicara selalu irit dan yang penting saja" Keluh Amel sedikit kesal.
Arka memang menyadari walaupun istrinya terkadang agak lola kalau di ajak bicara hal penting namun istrinya cukup pintar dalam membaca situasi.
Ah bodohnya aku kenapa aku harus mengacuhkan dia karena Alexia. mungkin aku masih memikirkan alexia karena merasa bersalah, bukan karena cinta . Maafkan aku sayang, aku tidak akan memikirkan Alexia lagi. Janji Arka dalam hati.
Mobil pun melaju menuju rumah sakit
__ADS_1
mengobati Arka setelah itu menjenguk papa Arka .