
Refan sedang mengobati luka cantika.
"masih sakit?" tanya refan yang masih fokus pada luka cantika
cantika menggeleng.
"aku nggak bisa liat gerakan kamu" kata refan masih fokus
"udah nggak sakit kak" kata cantika tersenyum malu
"gimana persiapan magangnya?" tanya refan
"udah 95% kak" kata cantika
"mulai sekarang kamu jangan terlalu baik sama orang, nanti jadinya kayak angel dan dinda" kata refan
"i..iya kak" kata cantika gugup
refan sudah selesai.
"makasih ya kak" kata cantika lalu hendak berlalu pergi
"tunggu" kata refan
"ya kak ada apa?" tanya cantika heran
"kamu hati hati ya" kata refan
"i..iya kak" kata cantika
"ya udah semoga clear hari ini ya" kata refan memberi semangat
cantika mengangguk tersenyum dan berlalu pergi. refan menatap kepergiannya dengan tatapan penuh kekaguman.
__ADS_1
nggak hanya wajahnya yang cantik. hatinya dan sikapnya juga cantik. benar benar makhluk sempurna.
"woy re" teriak beni dari kejauhan
refan menghampiri beni.
"gimana ben?" tanya refan
"udah beres, udah gue putusin" kata beni
"lo nggak nyesel?" tanya refan
"ngapain nyesel, gue juga ogah sama dia, ini semua kan demi cantika" kata beni
"lo jangan berharap lebih ya" kata refan
"iya iya gue tau, dia cuma punya lo kan" kata beni
"bukan gitu maksudnya kalo lo berharap nanti jadinya sakit loh kalo ditolak" kata refan
"apaan sih lo" kata refan salah tingkah
"re....re.... mau sampai kapan lo biarin cantika sendiri, ntar diserobot yang lain baru lo nyesel" kata beni
"wah, udah ngelantur ngomong lo" kata refan mulai tampak gugup
"lo memang baik ke semua orang, tapi buat cantika lo beda bro, gue bisa liat. mending buruan nyatain perasaan lo sebelum dia kecantol sama dokter kece dirumah sakit bokap lo" kata beni menepuk bahu refan kemudian berlalu pergi meninggalkan refan yang diam membisu.
apa iya gue cinta sama cantika ya, ah masa sih. rasa gue ke dia itu kan antara kagum dan kasian. ah tau ah beni aja kok didengerin.
refan pun bergegas pergi.
jam 13.00 wib cantika telah selesai dengan urusannya. dia terlihat mencari cari refan.
__ADS_1
tiba tiba....
"hai can" sapa seorang pria berwajah sangat tampan, bertubuh tegap dan berkulit putih.
"siapa ya?" tanya cantika heran
"aku fandi masa kamu nggak inget?" kata fandi
"fandi siapa?" cantika masih bingung
"aku temen SMP kamu dulu" kata fandi
"oh iya aku inget yang kecil, item terus......." cantika menutup mulutnya setelah sadar apa yang dikatakannya
"maaf" kata cantika
"nggak apa apa, memang dulunya aku kayak gitu sih hehe, kamu apa kabar?" tanya fandi
"baik, kamu kenapa kok disini?" tanya cantika
"om aku dosen disini namanya pak irfan" kata fandi
"oh, jadi pak irfan om kamu" kata cantika
"udah lama nggak ketemu kamu makin cantik aja" kata fandi
"nggak ah biasa aja hehe" kata cantika cengengesan
"can minta nomor kamu dong, biar aku masukin grup" kata fandi
"oh iya ini catet ya 08xxxxxxxxxx" kata cantika
"oke makasih ya, aku pergi dulu sampai jumpa" kata fandi melambaikan tangan
__ADS_1
cantika membalas lambaian fandi.
namun dari kejauhan terlihat seseorang sedang mengepalkan tangannya melihat momen itu.