Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Rencana Alexia


__ADS_3

Diperjalanan Arka terus memeluk Amelia yang masih meringis kesakitan dan itu membuat Alexia muak tapi dia mencoba menyembunyikannya demi melancarkan rencananya.


"Sayang, tahan ya kamu pasti kuat" Arka mengecup kening istrinya.


Sampai lah mereka di rumah sakit papa Arka. Arka dan Amelia pun langsung di tangani para dokter.


Sementara Alexia berada menunggu mereka dengan perasaan cemas.


Siapa mereka ya, padahal anak buahku belum melakukan tugasnya. Ah biar lah, yang penting aku jadi punya rencana baru. Gumam Alexia.


Setelah Arka diobati, dia pun melihat Amel yang masih tertidur di sebelahnya. Sepertinya dokter membuatnya istrahat.


Alexia masuk dan membuat Arka sontak kaget dan kesal.


"Aku tau Alexia ini rencanamu kan agar kami berdua celaka" Arka menatapnya tajam.


"Kamu tega sekali Arka, aku ingin berubah. kamu lihat sendiri kan, anak buahku ada bersama ku" bela Alexia.


"Pergi lah aku tidak ingin melihatmu" arka mengusir Alexia. Alexia keluar sambil menangis.


Tak lama kemudian Amel tersadar dan melihat Arka duduk disampingnya. Amel membelai rambut Arka. "Kamu gak papa kan? tanya Amel.


"Kamu yang harus aku khawatirkan. Bagaimana perasaanmu sekarang?" Arka membelai rambut istrinya.


"Aku baik baik aja kok. Dimana Alexia aku harus berterima kasih sama dia" kata Amel.

__ADS_1


"Aku sudah mengusirnya" kata Arka datar.


"Sayang jangan begitu dia kan sudah menolong kita. Bagaimana pun dia juga istrimu walaupun kalian hanya menikah siri"


"Tidak, aku akan menceraikannya" Arka.


"Jangan sayang, kamu tidak boleh membuatnya semakin membenciku. Maafkan lah dia " pinta Amel.


Arka langsung menyetop saat Amelia ingin berbicara lagi. "Sudah lah, jangan membantah"


...cekreekkk....


Terdengar suara pintu dibuka. Mama dan papa Arka datang.


"Kami baik baik saja pa, ma" sahut Arka.


"Siapa yang melakukan ini? Apa jangan jangan Alexia? " tanya papa Arka sedikit kesal.


"Gak pa, malah tadi Alexia yang menolong kami" jawab Amel.


"Ya sudah yang penting kalian baik baik saja dan ingat Arka. Sekalipun kalian pergi jalan jalan, bawalah pengawal. Ingat istrimu sedang hamil" gerutu papa Arka.


"Iya pa" kata Arka pasrah. Setelah diizinkan pulang oleh dokter, Amel dan Arka pun di antar papa dan mamanya.


Sesampainya dirumah, Arka dan Amel langsung istirahat dan mama papa Arka pamit pulang.

__ADS_1


*****


Beberapa hari kemudian kondisi Arka dan Amel sudah kembali fit. Saat sedang makan makan,


"Sayang mulai sekarang, kemanapun kamu pergi harus dengan pengawal. Keselamatan kamu dan anak kita sangat penting" kata Arka serius.


Amel mengangguk.


"Dan hari ini aku akan menceraikan Alexia" Arka menimpali.


Amel terkejut "Sayang, jangan buru buru" kata Amel.


"Kenapa sayang? Apa kamu suka melihat suamimu bersama wanita lain?" Arka sudah mulai kesal.


"Ki...kita belum membalas kebaikan Alexia. Akan terlihat jahat kalau kamu menceraikannya setelah dia menolong kita" pinta Amel.


"Ya sudah, balas lah kebaikannya cepat agar aku segera lepas darinya" Arka mengakhiri kegiatan makannya kemudian pergi ke ruang kerja menyelesaikan pekerjaannya.


Sementara Amel mencoba menelpon Alexia dan mengundangnya makan malam dirumah mereka.


Tentu saja langsung di iyakan Alexia karena itu adalah langkah awal mendekati aArka lagi.


Aku harus bersikap sebaik mungkin didepan mereka agar rencana ku berjalan lancar.


Alexia tersenyum senang.

__ADS_1


__ADS_2