Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Dampak Perginya Amelia


__ADS_3

Beberapa hari kemudian......


Di kantor Arka.


Begitu banyak laporan soal masalah yang ada di beberapa perusahaannya. Biasanya langsung teratasi jika ada Amel namun sekarang keadaan malah kacau karena Amel menghilang.


Dirumah Arka.


Saat orang tuanya berkunjung, ingin membicarakan ulang tahun Arka besok. Papa Arka juga menanyakan keberadaan Amel


namun Arka berbelit belit memberi alasan sampai akhirnya papanya tau kebenarannya dari mulut Arka sendiri karena didesak papanya.


"Dasar anak bodoh, jauh jauh aku menyekolahkanmu tapi begini hasilnya" Bentak papa Arka. Arka hanya diam dan heran karena papanya menyalahkannya.


"Pa, dia yang salah karena berselingkuh" Bela Arka.


"Dasar payah, begitu bodohnya kamu percaya dengan hanya sekali lihat ha?" Bentak papanya lagi.


Cintya yang melihat Adrian emosi langsung menenangkan suaminya.


"Pa udah pa, ingat kesehatan papa" kata mama Cintya.

__ADS_1


"Arka apa kamu sudah menjumpai laki laki yang saat itu bersamanya? " tanya mama Cintya sementara papa Adrian duduk di sofa rumah Arka.


Arka menggeleng.


"Lalu siapa yang menelponmu memberitahu lokasi hotel itu?" tanya Cintya lagi.


"Satpam hotel yang kenal sama kita ma, dia bilang melihat Amel masuk dengan pria lain di hotel" kata Arka pelan.


"Apa kamu sudah memeriksa cctv hotel?" tanyanya lagi.


"Belum ma" kata Arka.


"Apa kamu sudah bertanya pada pelayan rumah ini bagaimana dia bisa keluar dengan pria itu?"


Papa yang dari tadi mendengarkan kata kata bodoh Arka langsung berdiri hendak memukulnya namun dihalangi Cintya.


"Sabar pa, jangan emosi kasian Arka" bela mama Cintya.


"Hei anak bodoh, pergi dan cari menantuku, kalau sampai terjadi apa apa dengannya, kau akan ku buat menyesal" Ancam papa Arka lalu kemudian duduk.


"Sayang, kamu tau kenapa mama menjodohkanmu dengannya?" tanya Cintya sambil mengelus bahu Arka.

__ADS_1


Arka diam.


"Sayang, mama tidak mungkin menjodohkanmu dengan gadis sembarangan. Mama dan papa tau bagaimana sulitnya kamu jatuh cinta. Tapi lihat lah, kamu bisa jatuh cinta dengannya dan begitu menyayanginya. Jika kamu tidak mencintainya kamu tidak akan seberantakan ini karena dia pergi" Cintya menghela nafas.


Lalu melanjutkan. "Dia adalah Amelia Anastasya, tinggal di panti asuhan sejak 8 tahun yang lalu. Dimana dia berasal hanya bu Indah yang tau. Dia gadis yang sangat pintar dan baik hati. Dia gadis yang ceria namun dibalik keceriaannya tersimpan luka yang cukup dalam" Mama Cintya terdiam.atanya mengeluarkan butiran kristal yang meleleh di pipinya.


Arka terkejut.


"Kenapa ma, luka apa yang dia simpan?" tanya Arka.


"Luka itu hanya bu Indah yang boleh menceritakan. Mama sudah berjanji padanya" kata Cintya mengakhiri ceritanya.


"Sekarang lakukan apa yang harus kamu lakukan. Siapa laki laki itu dan cari istrimu. Mama yakin anak dalam kandungannya adalah cucu kami" kata Cintya meyakinkan Arka.


"Baiklah Ma, Arka akan lakukan itu" kata Arka pelan.


"Dengar ya anak payah, sebelum menantuku kembali jangan pernah tunjukkan wajahmu di hadapanku" ancam papa yang berlalu pergi.


Cintya menghibur Arka.


"Papamu hanya khawatir melihat keadaanmu yang kacau begini karena kamu sebenarnya merindukan Amel namun tidak mau mengakuinya" Cintya pun berlalu menyusul suaminya.

__ADS_1


Ya Allah bodohnya aku. Kenapa aku harus bertindak gegabah begini. Baiklah hal pertama yang harus ku lakukan adalah mencari laki laki sialan itu.


__ADS_2