
Amelia sudah tiba dibandara
Arka sudah menunggunya disana
saat sudah melihat arka, dia langsung melangkah cepat dan memeluk suaminya
"apa kamu serindu itu padaku?"
"ya aku rindu, ayo kita pulang aku juga rindu anak anak" kata amel lalu melepaskan pelukannya
"baiklah tuan putri" kata arka membuat amelia tersenyum
dari kejauhan seseorang melihat momen itu lalu mengepalkan tangannya
wajahnya penuh dendam
Arka dan amel pun pulang, sesampainya dirumah amel terkejut melihat surprise selamat darang dari anak anaknya
mama papa arka juga ada disitu
"mamaaaaaaa" kedua anak amel berlari lalu memeluknya
"sayang mama kangen banget" kata amel yang mencium mereka bergantian
"ma, kok lama banget sih" kata refan manja
"iy sayang, maaf ya" kata amel
amel kemudian menyalami kedua mertuanya lalu mereka semua duduk diruang keluarga
"bagaimana sekolah kalian?" tanya amel
"ma, rafan kemaren dapet nilai 90 terus kertasnya disembunyikan takut mama tau" bisik refan namun tetap terdengar oleh lainnya
"rafan, kenapa disembunyikan?" tanya amel
__ADS_1
"kalau nilainya buka 100 rafan gak mau mama lihat" kata rafan tertunduk
"sayang, berapa pun nilai kamu kalau itu hasil kerja kerasmu mama pasti bangga" amel tersenyum lalu memeluk rafan
"dan refan bagaimana nilaimu?" tanya amel penasaran
"refan dapat 75 ma" kata refan santai
"itu bagus sayang, mama bangga. kedepannya tingkatkan lagi nilainya ya biar mama sama papa semakin bangga" kata amel tersenyum lalu mengusap kepala refan
refan mengangguk terseyum
"oh ya sebagai hadiah, mama ada oleh oleh loh buat kalian" kata amel yang langsung dapat tatapan antusias dari kedua anaknya
"oleh olehnya ada dikamar kalian" kata amel
mereka pun langsung berlari kedalam kamar mereka
"bagaimana keadaan alex sayang?" tanya papa arka
"papa senang mendengarnya. kapan kita bisa bertemu mereka?" tanya papa
"untuk saat ini belum bisa pa, karena kondisi masih belum aman, setelah eksekusi dilakukan. barulah semua aman karena anak buahnya tidak akan ada yang berani mengganggu kami lagi" kata amel
"ya, papa mengerti" kata papa arka namun raut wajahnya sangat sedih
"kenapa pa?" tanya amel khawatir
"papa baru tau kalau papamu adalah Axel, teman baik papa saat dia masih tinggal di Indonesia. sekian lama tidak bertemu kini papa harus tau kalau dia sudah meninggal" kata papa arka
amelia kaget
"apa pa? amel baru tau pa" kata amel
"ya tidak apa sayang, toh sekarang kamu sudah ada disini sudah mengobati rindu papa" kata papa arka tersenyum
__ADS_1
"pantas saja kamu menjadi anak yang sempurna. ternyata kamu lahir sebagai anak dari axel yang baik dan pintar dan Mely yang berhati tulus" kata papa kembali tersenyum
"mama dan papa pasti senang mendengar ini. mereka pasti sekarang sedang tersenyum" kata amel menghibur
"ya, kamu benar mereka pasti sangat bahagia sekarang, apalagi keinginan kami saat muda dulu untuk menjadi besan sudah tecapai, hahaha" kata papa arka tertawa mengenang momen lucu saat dia dan axel berandai andai akan menjadi besan
"oh ya pa, hahaha memang benar ya pa, omongan adalah doa" kata amel disambut tawa papa
arka dan mama melihat mereka tersenyum
tak terasa hari sudah malam
mama dan papa pamit pulang setelah makan malam bersama
mereka menyuruh amel segera istirahat karena perjalanan hari ini pasti melelahkan
segera setelah mobil papa dan mama menghilang dari pandangan
lalu mereka pergi ke kamar
dikamar
"sayang sini" kata arka menepuk sisi tempat tidur agar amel datang kesitu
"ya sayang" kata amel ketika sudah duduk disamping arka
"kamu capek?" tanya arka
"gak terlalu sih" kata amel yang sudah tau maksud arka
"malam ini ya" kata arka mulai merayu membelai rambut istrinya
amel tersenyum dengan segera semua itu pun terjadi
mereka melawati malam itu dengan penuh cinta
__ADS_1