Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Kehadiran


__ADS_3

Bulan berganti dan kini sudah memasuki usia kehamilan amelia yang ke 9


mereka tidak sabar menanti kehadiran buah hati mereka


terlebih lagi arka apalagi saat dia tahu calon anaknya berjenis kelamin laki laki


sampai sampai arka mendekorasi kamar untuk anak mereka


Dirumah Arka


didalam kamar


"sayang, bagaimana perasaan kamu sekarang. adakah yang aneh? perut kram? mules?" tanya arka


"gak sayang" jawab amel datar


"oh ya kamu lagi ngidam tidak? Mau apa? sekarang juga aku belikan" arka mulai membuat amel sedikit kesal karena tidak berhenti bicara


ya dia menjadi sangat over protective saat usia kehamilan amel yang mendekati hari kelahiran. karena ia tidak mau ketinggalan sedetik pun momen yang ia tunggu tunggu


bahkan ia sampai cuti dari kantor demi menjadi suami siaga


"mas, kamu kok banyak ngomong belakangan ini, biasanya kamu irit irit kalau ngomong" protes amel


"maaf sayang" arka memeluk istrinya kemudian mendekatkan wajahnya ke perut amel sambil berkata


"sayang, kalau kamu mau keluar tungguin papa ya" kemudian mencium perut istrinya


amel hanya geleng geleng melihat tingkah suaminya itu


pada pagi harinya

__ADS_1


sekitar jam 4 pagi


amel merasakan sakit pada perutnya


dia segera membangunkan arka yang masih tidur


"sayang, bangun" sambil meringis


"ehhhhmmm yaaa ada apa sayang hoaaammmmm"arka mencoba bangun meski matanya masih sangat mengantuk


"perut aku sakit"


"apaaaa" arka langsung bangkit seketika kantuknya hilang


dia pun bergegas membawa amel kerumah sakit


diperjalanan amel masih terus meringis sesekali berteriak sambil meencengkram bahu arka yang terlihat panik


"maaaaas, cepetan aku gak kuaaaaat" cengkraman amel bertambah kuat membuat arka meringis


masuk lah mereka ke ruang operasi


karena dokter sudah mengatakan sebelumnya kalau amel tidak bisa melahirkan secara normal


tak lama kemudian mama dan papa arka datang. mereka sama sama menunggu di depan ruang operasi


arka berjalan mondar mandir seperti orang kebingungan


1 jam kemudian arka mendengar suara tangisan bayi dari dalam


buka 1 tapi 2 suara bayi yang didengar

__ADS_1


membuat mama papa heran


tak lama dokter pun keluar


arka menghampirinya masih dalam keadaan cemas


"bagaimana istri dan anak saya dokter?"


"ibu dan bayinya sehat, bapak tenang saja ya" kata dokter menenangkan


"tapi kenapa ada 2 suara bayi dok?" tanya papa arka heran


"sepertinya pak arka tidak memberitahu ya" dokter wanita itu tersenyum


"maaf pa, ma arka tidak memberi tahu karena sebenarnya bayi kami kembar" kata arka sedikit merasa bersalah


"laki laki atau perempuan dok" kata arka penasaran


"keduanya laki laki pak" kata dokter


"alhamdulillah cucu kita laki laki ma"kata papa arka sambil memeluk istrinya


"ibu amelia akan kita pindahkan keruang rawat, setelah itu pak arka bisa meng-adzankan kedua bayi bapak" kata dokter


setelah pindah keruang rawat, amel pun sudah sadar


"mas, aku mau lihat kedua anak kita" kata amel yang melihat arka berdiri disebelahnya sambil meenggendong bayi dan yang satunya digendong mama cintya


"ini sayang" arka dan mama meletakkan kedua bayinya disamping kanan kiri amel


amel melihat secara bergantian menangis terharu karena kini ia sudah menjadi ibu

__ADS_1


"selamat datang di hidup mama dan papa sayang"


terima kasih ya sayang, kamu memang istriku yang paling sempurna kata arka sambil mengecup kening amel


__ADS_2