
Refan sudah berada dirumah sakit. dia berjalan tergesa gesa menuju ruangan drektur utama yang kini jadi ruangannya.
"Halo dokter Refan, dokter Vina datang dan mengacak ngacak ruangan dokter. dia bilang ingin bertemu dokter"
begitulah isi panggilan telepon tadi.
Refan sampai diruangannya. dia melihat Cleaning Service sedang membersihkan ruangannya yang berantakan seperti kapal pecah.
"dimana dia?" tanya Refan kepada dua pekerja itu
"diruang keamanan dokter" kata salah satu Cs.
Refan menuju ruang keamanan. disana ada Vina yang sedang duduk dengan wajah kusut.
"semua keluar" Semua orang meninggalkan Refan dan Vina.
"apa mau mu dokter Vina?" tanya Refan
"aku mau kamu" kata Vina memasang wajah memelas
"Vina kamu tau kan aku sudah menikah" kata Refan
"aku tidak peduli, aku cuma mau kamu jadi milikku" kata Vina yang kini menatap tajam pada Refan
"itu tidak mungkin, aku sangat mencintai istriku" kata Refan yang langsung membuat Vina murka
"tidak, kamu cuma milikku. aku akan memberikan segalanya asal kamu menjadi milikku!!!!" Teriak Vina
"pulang lah Vina, kamu butuh istirahat" kata Refan
__ADS_1
"aku tau kamu tidak akan marah padaku karena kamu juga punya perasaan terhadapku kan" kata Vina yang kini tersenyum senang
"Vina, aku baik padamu karena kamu dulu sering membantuku, sekarang kamu tidak berhak kesini karena Rumah sakit ini tidak menerima orang licik sepertimu" kata Refan
"ingat ini baik baik, aku tidak akan pernah berhenti, aku akan menghancurkan pernikahanmu. aku bersumpah!!!!!" Vina pergi meninggalkan Refan yang menghela nafas berat.
Dia pergi ke ruangannya yang telah dibersihkan.
Dia mengganti kaos panjangnya dengan sebuah kemeja yang ia bawa dari rumah
Dia mulai bekerja dan berusaha melupakan kejadian pagi ini.
Siang harinya, Refan menerima panggilan dari istrinya. dia tersenyum menerima panggilan itu.
"iya sayang" jawab Refan
"ayo makan siang" kata Cantika
"iya sayang" Cantika menutup teleponnya.
Refan bergegas menuju parkiran. namun saat dia hendak masuk ke mobil dia melihat Cantika sedang berdiri ditaman yang tak jauh dari tempatnya.
Refan tersenyum lalu mendatanginya.
"kamu kok nggak bilang udah disini" kata Refan
"surprise" kata Cantika membuat Refan gemas
Refan hendak mencium Cantika namun Cantika menghentikan dengan telunjuknya
__ADS_1
"sayang, ini tempat umum" kata Cantika
"ayolah sayang, nggak banyak orang kok" kata Refan tidak sabar
"sejak menikah kenapa kamu agresif banget sih mas" kata Cantika dengan ekspresi gemasnya
"karena setiap aku melihat istriku yang cantik ini, bawaannya mau terus" kata Refan semakin mendekatkan wajahnya ke Cantika
Cantika tersenyum dan membiarkan Refan menciumnya.
Beberapa Dokter yang lewat melihat mereka dan tersenyum. mereka paham karena mereka masih pengantin baru
"udah yuk makan dulu, dimana ya" Cantika nampak berpikir
"di apartemen aja sayang, kan nggak jauh dari sini, kita bisa pesen di cafe yang ada dibawah" kataa Refan
Cantika heran kenapa Refan malah mengajaknya ke apartemen miliknya namun dia tetap setuju.
Sesampainya disana, Refan memesan makanan lalu membawanya ke atas menuju lantai 5 yang merupakan posisi kamarnya.
Refan dan Cantika memasuki kamarnya. Ketika Cantika hendak membuka makanan itu, Refan malah menarik tangannya sehingga Cantika kini berada didalam pelukannya.
"mas mau ngapain" kata Cantika
"salah kamu sendiri kenapa mau aku ajak kesini" kata Refan tersenyum mesum
"mas kamu sengaja ya" Cantika memukul dada Refan pelan
__ADS_1
Refan memegang tangannya lalu menciumnya. awalnya Cantika berontak namun lama kelamaan dia jadi penurut dan mereka melakukannya dan melupakan makan siang mereka yang akan segera dingin