Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Kedok Terbongkar (Season 2)


__ADS_3

pagi itu Cantika sedang menunggu dosen untuk persiapan KKNnya. dia memutuskan untuk magang di rumah sakit tempat papa refan atas tawaran refan. dia magang bersama beberapa teman pria kampusnya atas perintah refan. karena jika bersama teman wanita akan ada masalah karena mereka pasti iri pada cantika. karena refan tau cantika akan membuat banyak para dokter muda tergila gila padanya. dan tugas teman temannya adalah melindunginya.


"hei ca" sapa angel yang tiba tiba muncul.


"mau apa angel? mau nyiram muka aku lagi?" tanya cantika sinis


"udah deh nggak usah drama, basi tau" kata angel


"iya kamu mau apa?" tanya cantika menghela nafas menahan sabar.


"aku mau supaya kamu jauhin refan deh, soalnya keluarga dia udah suka banget sama aku, kemaren aku udah main loh kerumahnya. keluarganya baik banget sama aku, katanya aku cocok banget sama refan" kata angel berbohong


"oh ya selamat ya" kata cantika cuek


"kamu jangan pernah berharap lagi sama dia ya, bentar lagi kita bakalan jadian" kata angel


"udah ngomongnya? pergi deh sana aku sibuk" kata cantika yang sudah bosan dengan ocehan angel


"sok banget sih kamu" kata angel


"plis deh angel, aku lagi gak pengen debat sama kamu" kata cantika


"heh kamu itu sombong banget ya, diajak ngomong kok malah ngusir?" angel memperbesar suaranya agar kedengaran teman kampus yang lain.


"ya kenapa kalo aku sombong? aku nggak suka bertemen sama tukang fitnah" kata cantika yang suaranya tidak kalah besar.


"heh dasar cewe munafik" kata angel


"apa kamu bilang? munafik? kamu tuh yang munafik, udah muka tebel make up dibilang natural" kata cantika


"eh jangan asal ngomong ya, wajah kamu tuh oplas makanya kena air tetap glow" kata angel

__ADS_1


cantika semakin emosi.


dia mengambil air lalu menyiram wajah angel.


angel terkejut dan panik melihat make upnya luntur.


"sini aku bersihin" cantika mengambil tisu lalu mengelap wajah angel. angel menepisnya namun setengah wajahnya sudah terlanjur luntur.


semua mahasiswa yang lewat terkejut melihat wajah angel yang sangat jelek bahkan terkesan buruk rupa. jerawat dimana mana. kulit wajah yang kusam dan terlihat bruntusan.


"kamu jahaaaaat" bentak angel


"ini hukuman karena kamu udah ganggu aku" kata cantika


"dasar cewe murahan. wajah oplaaaaaaaas" angel menjambak rambut cantika lalu mendorongnya ke tanah hingga lengan cantika terluka. tak sampai disitu, angel mengambil sebuah garpu yang dia simpan ditasnya dan hendak menghujamnya ke wajah cantika.


"sini lo biar wajah lo rusak!!!" teriak angel. cantika berteriak sambil menutupi wajahnya.


angel terhempas. ternyata refan mendorongnya saat dia hendak menyerang wajah cantika.


angel berdiri. lalu....


"refan, dia nyiram wajah aku" angel menangis


refan diam. lalu beralih ke cantika yang meringis kesakitan. refan menghampirinya.


"kamu nggak apa apa?" kata refan membantu cantika berdiri.


cantika mengangguk.


angel melihat itu langsung emosi.

__ADS_1


"kamu kok bantuin dia?" teriak angel


"karena kamu itu monster, bukan cuma wajah kamu aja yang buruk, tapi hati kamu juga buruk" kata refan


"dia yang berhati buruk bukan aku re" kata angel


"aku udah tau semuanya" refan mengeluarkan hpnya lalu membunyikan sebuah rekaman suara. itu adalah suara peracakapan dinda dan beni.


"**sayang, jadi kamu yg udah berhasil fitnah cantika ya, wah hebat kamu keren sayang"


"iya dong sayang, aku memang ngerencanain ini sama angel. kita sepakat untuk memfitnah cantika. biar dia tau rasa, biar gak sombong sama kecantikannnya itu. aku emang benci banget sama dia dari dulu karena dia udah bikin semua cowok yang aku suka jatuh cinta sama dia**"


rupanya beni sengaja mendekati dinda karena ingin mengorek informasi darinya.


semua menatap angel dengan tatapan benci. bahkan ada yang mengolokny.


"udah jelek, tukang fitnah pula"


"nyadar dong, buruk rupa kok mimpi bersanding sama pangeran"


"saingan jangan sama cantika, disejajarin sama sepatu cantika pun lo gak pantes"


semua berkomentar pedas, angel menunduk menahan malu. dihapusnya ai matanya lalu pergi berlari keluar kampus.


cantika menatapnya kasihan.


"sudah lah, kamu nggak perlu kasihani dia, dia emang harus menuai apa yang dia tanam" kata refan


cantika mengangguk.


"ayo aku obati luka kamu" refan mengajaknya keruang kesehatan untuk mengobati luka cantika

__ADS_1


__ADS_2