Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Tertangkap Basah (Season 2)


__ADS_3

Rafan sedang mandi dikamar mandi Adelia. Adelia sedang menyiapkan makan siang.


dilihatnya sudah 1 jam sejak Rafan mandi,


Karena tak kunjung muncul Adelia pun hendak menyusulnya.


"lama banget si Rafan, pasti nyobain parfum sama lotion gue nih makanya lama" begitu pikir Adelia


Dia menaiki anak tangga menuju kamarnya.


saat sudah didepan pintu, dia melihat pintu tidak tertutup rapat, sehingga dia langsung membukanya dan tiba tiba


"aaaaaaaaaaaaa" sebuah pemandangan mengejutkan tampak didepannya.


Rafan hanya berbalut handuk saja. bagian atasnya terpampang nyata memperlihatkan tubuh sispacknya.


terlihat Rafan yang tengah berdiri sambil menatap kebawah seperti memikirkan sesuatu



Rafan yang kaget mendengar teriakan Adelia segera menatap sumber suara itu.


Adelia spontan membalik badan karena tidak ingin melihat pemandangan yang sebenarnya sangat menyejukkan mata itu


"Rafan kenapa nggak kunci pintu" teriak Adelia kesal


"oh maaf Del hahaha keluapaan" kata Rafan santai


"udah cepetan ganti baju terus makan, baju kotornya taruh aja di keranjang baju kotor" kata Adelia yang langsung beranjak pergi meninggalkan Rafan

__ADS_1


Rafan hanya tersenyum melihat tingkah Adelia yang gugup saat melihatnya se-seksi itu


Rafan segera ganti baju dan turun kebawah untuk makan siang bersama Adelia.


Adelia terlihat gugup saat duduk berhadapan dengan Rafan, entah apa itu tapi dia merasa sangat malu dan salah tingkah.


kenapa gue jadi gini sih, aduh perasaan apa ini


Setelah makan siang selesai, Rafan berpamitan pada Adelia untuk kembali ke rumah.


Dalam perjalanan, Rafan tersenyum sendiri melihat Adelia yang bersemu merah saat mereka makan siang tadi.


"aku bingung, kamu menganggapku sahabat tapi kamu masih merasa canggung" Rafan berbicara sendiri


"andai kisah kita seperti Refan dan Cantika pasti semua terasa indah" Rafan mengulum senyuman dan terus melajukan mobilnya.


Dirumah,,,,,


"ziarah ke makam orang tau Adel" kata Rafan


"oh, udah makan?" tanya Refan


"udah, tumben nanya? kesambet dimana?" tanya Rafan


"serah lo deh, Ra ada yang mau gue bilang, ke atas dulu yuk" kata Refan


Rafan menyetujui dan mengikuti langkah Refan hingga sampai dikamar Refan.


"Ra, bantuin gue buang barang barang ini dong, gue lupa buang kemaren" kata Refan

__ADS_1


"apaan ini?" tanya Rafan heran menerima sebuah kotak.


"ada privasi gue disini, gue cuma percaya sama lo" kata Refan


"privasi apaan?" tanya Rafan


"isinya dvd bok*p, gue nggak mau mama, papa apalagi Syifa sampai tau" kata Refan


"haaaa ketangkep basah lo ya, sejak kapan lo liat yang beginian" kata Rafan penuh selidik


"sejak gue berencana nikah sama Cantika, gue mesti belajar kan" kata Refan membuat Rafan geleng kepala.


"segitunya yang mau nikah" kata Rafan


"gue kan pengen tau juga. nggak lucu kan kalo gue mesti diajarin dulu" kata Refan


"kenapa lo nggak buang sendiri?" tanya Rafan


"lo tau kan gue lagi di pingit, keluar rumah aja nggak boleh" kata Refan


"dasar lo, yaudah gue buang. gue bakar sekalian" kata Rafan


"jangan lo tonton ya, lo masih jomblo" kata Refan menyindir


"shit,,, gue bukan lo" kata Rafan yang berlalu pergi menuju belakang rumah untuk melenyapkan barang bukti.


setelah beres kemudian dia masuk kedalam dan hendak menuju kamarnya


"Ra, apa yang kamu bakar tadi?" tanya Amelia yang tadi memperhatika Rafan yang tidak menyadarinya.

__ADS_1


"bakar berkas sampah dari kamar Rafan ma," kata Rafan berbohong


"oh, yauda" Amelia pergi meninggalkan Rafan yang menghembuskan nafas lega


__ADS_2