
Cantika sedang berkutat dengan laptopnya dirumah tiba tiba....
ting...tong...
suara bel pintu berbunyi.
Karena pembantu sedang keluar, maka Cantika membuka pintu itu karena mamanya sedang berada ditaman belakang.
saat membuka pintu Cantika kaget melihat ternyata yang datang adalah papanya.
"papa" Cantika melongo melihat papanya setelah cukup lama papanya tidak pernah kembali. sejak kejadian batalnya pernikahan Cantika dengan Ray, papa Cantika tidak pernah datang untuk sekedar melihat anak dan istrinya.
Uang bulanan juga di stop saat itu.
untunglah orang tua Refan berbaik hati memberikan modal untuk usaha mama Cantika.
mamanya membuat usaha butik dengan Cantika sebagai modelnya sehingga butik itu maju pesat dan mama cantika bisa mengembalikan pinjaman modal dari orang tua Refan walaupun orang tua Refan tidak mengharapkan itu.
Papa cantika langsung nyelonong masuk. Cantika ingin menghalanginya tapi sudah terlambat.
"mana mamamu? mana wanita sialan itu !!!!" bentak papa Cantika
__ADS_1
"pa ada apa pa?" kata Cantika berusaha menenangkan papanya. namun papanya tidak menggubrisnya. dia terus mencari keberadaan istrinya.
"Ada apa mas?" suara mama cantika terdengar dari arah belakang. dia melangkah menghampiri papa Cantika.
"pasti kamu kan yang sudah memberitahu media tentang pernikahan keduaku???" bentak papa Cantika
"apa maksud kamu mas? aku nggak pernah melakukan apa apa. bukannya kamu yang sudah meninggalkan dan nggak menafkahi kami" kata mama Cantika terbawa emosi.
"diam kamu. semua ini salahmu. jika saja anak sialan ini tidak lahir, tentu aku tidak harus menikah dengan orang lain!!!!" teriakan papa cantika menggema diruangan itu. Cantik merasakan hatinya seperti teriris mendengar kata kata papanya.
"jangan pernah menyalahkan Cantika. dia adalah pemberian Allah mas. kamu hanya menjadikannya alasan untuk menutupi kesalahanmu yang jelas jelas berselingkuh karena wanita yang lebih muda dan menarik" mama Cantika sudah tersulut emosi
"...plakkkkkk....
"mama!!!!" Cantika menghambur ke arah mamanya.
"dasar laki laki berengsekk!!! beraninya menyakiti perempuan!!!!" Cantika sudah tidak bisa menahan kesabarannya lagi. dia begitu berapi api melihat mamanya disakiti
"dasar anak durhaka, tidak tau diri lebih baik kamu mati!!!!!" Papa cantika segera mendorong tubuh Cantika kedinding dan mencekik lehernya. Cantika berusaha melepasnya tapi tenaganya tidak cukup kuat.
Mamanya berusaha menolongnya tapi tenaga papa Cantika sangat kuat.
__ADS_1
Cantika sudah kehabisan tenaga. tubuhnya lemas. namun seketika cekikan itu terlepas.
Cantika jatuh ke Lantai dengan nafas yang tersenggal senggal. mamanya menghampiri dan memapahnya ke sofa.
Cantika melihat samar samar. dua orang berbadan kekar sudah memegangi papa Cantika yang berusaha memberontak. dia melihat seseorang berlari ke arahnya.
"Cantika, sayang... kamu baik baik aja kan" Orang itu adalah Refan. Refan sedari tadi menelpon ke Hp Cantika namun tidak di angkat. itu membuatnya khawatir dan segera mendatangi rumah kekasihnya itu.
Cantika mulai melihat jelas. dirasakannya lehernya sangat sakit. dia memegangi belakang lehernya.
"gawat, ayo tante kita bawa ke rumah sakit. aku takut dia mengalami patah batang otak karena cekikan keras tadi" kata Refan terlihat khawatir.
mereka segera membawa Cantika ke rumah sakit.
dirumah sakit dia segera ditangani.
"untung saja kamu cepat bawa dia kemari Re, kalau tidak kita bisa kehilangan dia selamanya" kata Dokter Arif
Refan masih tampak cemas.
"dia sudah tidak apa apa Re, kita tunggu dia siuman ya. tadi aku baru berikan obat bius jadi dia akan tertidur sebentar.
__ADS_1
Refan dan mama Cantika menghembuskan nafas lega. mereka melihat Cantika di dalam ruangannya. Refan terus berada disisi cantika. sedangkan mamanya kembali kerumah dan mengambil baju cantika dengan ditemani dua pengawal untuk menjaganya.