Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Bertemu Cantika (Season 2)


__ADS_3

setelah seminar selesai rafan langsung keluar dari ruangan itu.


dia menghembuskan nafas lega.


"selesai juga, sekarang waktunya nemuin si refan" rafan berjalan menuju parkiran


"kak refaaaaaan" suara seorang wanita terdengar dari kejauhan.


rafan menoleh


siapa lagi nih


"kak, mau kemana yuk temeni aku makan siang" cantika menggandeng lengan rafan yang dikira refan. rafan terkejut segera dia melepaskan tangan cantika


"maaf gu..eh aku ada urusan" kata rafan


"ayo dong kak, bentar aja" rengek cantika kini menggandeng tangan rafan lagi


"nggak bisa, aku buru buru" kata rafan mulai kesal


"kak ayo dong" cantika semakin menempel membuat rafan tidak nyaman


"lo ngerti bahasa indonesia nggak sih. kalo gue bilang nggak bisa ya berarti nggak bisa ngeyel banget sih lo" bentak rafan


cantika segera melepaskan pegangannya. dia tidak menyangka refan yang dicintainya akan bersikap seperti ini. dia terdiam lalu dipandangnya refan.

__ADS_1


"kak, maafin aku. mulai sekarang aku nggak akan ganggu kakak lagi" kata cantika. matanya berkaca kaca dan dia pun berlalu pergi


"ah, refan refan , apa aja sih kerja lo selama ini" rafan mengusap wajahnya kemudian masuk ke mobil menuju apartemen papanya menemui refan


di apartemen


"nih kunci lo" kata rafan melempar kunci kepada refan yang sedang tergeletak di atas sofa


"wah makasih loh ra" kata refan girang


"lain kali gue nggak mau ya disuruh ginian lagi" kata rafan


"iya, makasih ya" kata refan


"eh cewe lo tadi ngambek gue bentak" kata rafan membuaf refan heran


"nggak tau gue siapa namanya yang pasti cantik tapi agresif nempel melulu" kata rafan


"oh pasti si cantika. dia bukan cewe gue" kata refan


"nggak tau deh yang penting gue nggak urusan sama dia. siapa suruh nempel kan jadinya gue bentak" kata rafan


"dia bilang apa lo gituin?" tanya refan


"katanya sih dia nggak bakal gangguin lo lagi" kata rafan

__ADS_1


"serius lo ra?" tanya refan dengan wajah girang


"iya" kata rafan


"Alhamdulillah makasih ya Allah, ra lo penyelamat gue" kata refan memeluk rafan. rafan langsung risih dan melepaskan pelukan refan


"apaan sih lo, risih tau" kata rafan


"sorry brother gue terlalu seneng" kata refan


"lagian lo ngurus cewe aja nggak bisa, terlalu ramah sih lo jadi kan banyak yang berharap" kata rafan


"gue memang gak tega kalo harus marahin cewe, soal ramah kan lo tau gue dari dulu gimana" kata refan


"lagian tuh cewe lumayan cantik, lo kan playboy kenapa nggak di sikat aja sih" goda rafan


"wah parah lo, gue nggak playboy, mereka aja yang terlalu berharap" kata refan


"mending lo jangan terlalu perhatian deh biar gak semakin banyak cewe kayak si....apa tadi?...emmmm ah cantika" kata rafan


"bawel lo gue mau cabut dulu, sekali lagi thanks ya" kata refan berlalu meninggalkan refan didalam salah satu unit apartemen


rafan hanya geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya. memang dari dulu dia tau refan ramah dan disukai banyak wanita.


refan bergegas ke kamar mandi. badannya terasa lengket sejak tadi.

__ADS_1


dia juga akan bertemu dengan sahabatnya adelia di kampus


sementara refan pergi ke sebuah cafe untuk bertemu dengan teman temannya sekaligus makan siang


__ADS_2