
Disebuah apartemen. Seorang gadis sedang duduk bersama beberapa laki laki berbadan tegap.
"Kalian tau kan apa yang harus kalian lakukan. habisi dia dan jangan sakiti suamiku. pergi sekarang," perintah Alexia. Kemudian mereka pergi meninggalkan Alexia yang tersenyum jahat.
"Rasakan pembalasanku Amelia. Berani beraninya kamu mempermalukan aku dan sekarang aku harus mengetahui bahwa kamu hamil anak Arka. Arka hanya akan menjadi milikku selamanya." senyum jahatnya masih menghiasi wajahnya.
Sementara itu......
Di bioskop.
Amel dan Arka menonton film komedi yang membuat Amel tertawa lepas sedangkan Arka diam saja. Baginya tidak ada yang lucu di dunia ini. Dia hanya memandangi wajah istrinya yang sangat bahagia. Itu saja sudah cukup membuatnya terhibur.
Selepas dari bioskop mereka pun makan siang di restoran Arka sekalian mengambil pesanan nasi kotak untuk di bagi bagikan.
Selesai makan, mereka pun berangkat diikuti mobil box yang berada dibelakangnya yang membawa makanan.
Di Lokasi yang dituju yaitu sebuah lapangan luas, mereka berhenti dan mendirikan stan serta membuat plang didepan stan mereka bertuliskan gratis untuk tunawisma.
Tidak lama kemudian datanglah para tunawisma. Di antaranya ada pengemis dan pengamen. Arka dan beberapa anggotanya memberikan satu persatu makanan dan minuman serta amplop berisi uang yang dikemas dalam satu kantong kresek.
Sementara Amel hanya duduk karena Arka melarangnya ikut agar tidak kelelahan.
Amel yang melihat pemandangan didepannya tersenyum bahagia karena melihat wajah mereka yang sangat senang mendapat makanan serta uang.
Sekitar 1 jam para tunawisma pun sudah pergi
__ADS_1
hanya bersisa beberapa bungkus makanan
mereka pun membereskan tempat itu.
"Kembalilah ke restoran dan jika kalian menjumpai tunawisma di sekitar lampu merah segera berikan yang tersisa. Ini bonus untuk kalian. kalian sudah bekerja keras hari ini." Arka memberikan anggotanya amplop berisi uang yang sudah dipersiapkannya.
Para anggotanya mengucapkan terima kasih kemudian berlalu pergi. Wajah mereka sangat senang sekali membuat Amel tersenyum bahagia.
"Ayo sayang, kita ke butik mama," ajak Arka yang langsung diiyakan oleh Amel.
Di perjalanan.
Saat sedang berada dijalanan sepi mobil mereka di hadang oleh sebuah mobil lalu berhenti.
"Siapa mereka. Kamu jangan keluar apa pun yang terjadi. Ingat kamu sedang hamil dan cepat telepon para pengawal agar segera kesini. Aku akan mengulur waktu."
Ah karena tujuan hari ini jalan jalan aku sampai tidak membawa pengawal.
"Mau apa kalian?" tanya Arka.
"Ya ngabisin lo lah," kata salah satu dari mereka.
"Berapa upah yang diberikan oleh orang yang menyuruh kalian. Aku akan menambahnya 2 kali lipat." Arka mencoba negosiasi karena dia tidak ingin Amel dan calon anaknya kenapa kenapa.
"Cih, sombong banget lo."
__ADS_1
"Kenapa? Kalian mau melakukan ini karena dibayar kan? Lepas kan kami dan berapa yang kalian minta akan aku berikan." tawaran Arka lebih menggiurkan lagi.
"Ah begini saja, ambil mobilku ini. Harganya milyaran. Kalian bisa pensiun jadi penjahat." Arka kembali menawarkan.
Mereka tampak berpikir.
"Ah bacot !!!! Lo mau nipu kita kan?" Salah satu penjahat berteriak dan mencoba menghajar Arka tapi ditepis oleh Arka.
Kemudian kelima orang itu mulai menghajar Arka. Kali ini Arka masih bertahan menangkis semua pukulan tapi dia tidak tau sampai kapan dia akan bertahan.
Saat arka sudah mulai kehabisan tenaga, 2 orang dari mereka menghampiri mobil Arka dan menarik paksa Amel keluar.
Amel yang sedang hamil tidak bisa berbuat apa apa dan menurut saja saat salah satu dari mereka mengeluarkan pisau.
"Oke iya bang, santai bang jangan buru buru." kata Amel yang lengannya sudah di genggam oleh penjahat itu.
Arka yang melihat langsung berteriak, "Berengsekk lepaskan istriku!!!"
Arka mencoba berlari menuju Amel namun ditahan oleh para penjahat yang kemudian memukulinya.
Hingga tiba tiba datang lah Alexia yang membawa beberapa orang dan mulai menghajar para penjahat hingga terkapar pingsan.
Alexia menghampiri Amel yang memegangi perutnya. "Mel kamu gak papa? Ayo masuk ke mobil." Alexia memapah Amel yang masih bingung akan kehadirannya.
Setelah itu, Alexia menghampiri Arka dan memapahnya.
__ADS_1
Walaupun Arka menolak namun Alexia tetap memapahnya ke bangku belakang bersama Amel yang masih meringis kesakitan.
Alexia duduk dibelakang kemudi dan melajukan mobil Arka menuju rumah sakit.