
Jam sudah menunjukkan waktu makan siang.
Refan sedang duduk memeriksa beberapa kertas dimejanya.
tokkk...tokk...tok...
seseorang membuka pintu dan masuk keruangan itu.
terlihat wajah Refan yang semula diam kini terlihat senyum mengambang diwajahnya.
"lagi sibuk sayang?" kata cantika menghampiri Refan sambil membawa tas bekal
"udah siap kok sayang" kata Refan
"kita makan dimana?" tanya Cantika
"dikantin aja sayang" kata Refan.
mereka pun menuju kantin dan memesan minuman. karena kalau hanya numpang makan saja rasanya tidak enak. walaupun Refan adalah anak pemilik rumah sakit itu, tapu Refan tidak mau menunjukkan kekuasaannya.
mereka segera memulai makan siangnya.
banyak pasang mata melihat mereka.
walaupun mereka sudah sering melihat Refan dan Cantika tetap saja mereka merasa iri. terlebih Refan selalu menunjukkan perlakuan istimewa kepada Cantika setiap dia datang kesana.
seorang dokter wanita bernama Vina menatap mereka tajam. Vina sudah menaruh hati pada Refan sejak Refan Sering datang kesana. Vina memiliki wajah yang cantik, tubuh yang tinggi dan langsing juga kulit yang halus. jika dibandingkan, Cantika hanya kalah tinggi saja.
__ADS_1
cih aku juga cantik begini kenapa dia malah memilih wanita itu gerutu Vina dalam hati.
selesai makan siang, Refan mengajak cantika keruangannya sebentar.
diruangan Refan.
"sayang, aku ada sesuatu buat kamu" kata Refan
"oh ya, apa?" tanya cantika penasaran
"aku tau timingnya nggak pas tapi aku....mau melamar kamu" kata Refan mengambil kotak cincin dari sakunya kemudian berlutut dihadapan Cantika ala ala film.
cantika terkejut dengan apa yang dilakukan kekasihnya itu.
"sayang, ini....."
"kita nggak perlu tunangan dulu. kamu cukup pakai cincin ini dulu sebagai pengikat janji kita" kata Refan
Cantika mengangguk.
Terlihat senyum Refan yang melebar diwajahnya.
segera Refan memakaikan cincin di jari manis Cantika.
Cincin itu sangat cantik dengan berlian ditengahnya. harganya mencapai ratusan juta tapi Refan tidak ingin memberi tahu harganya karena cantika pasti menolak jika diberikan barang yang mahal. inilah yang membuat Refan sangat mencintainya. walaupun dia sangat kaya, tapi Cantika tidak mau memanfaatkannya.
mereka pun berpelukan. dan
__ADS_1
..cup...
sebuah kecupan lembut dibibir Refan.
Cantika pun berpamitan. dia pergi meninggalkan Refan yang masih mematung sambil terus tersenyum mengingat kecupan tadi.
Cantika berjalan menuju lift. ketika dia masuk, seseorang bergerak cepat memasuki lift tersebut.
kini mereka berdua didalam lift.
"hai aku Vina" katanya mengangkat tangan hendak berjabat tangan.
"aku Cantika" kata cantika membalas jabat tangan Vina
"kamu pacarnya Dokter Refan ya" kata Vina mebcoba tersenyum ramah
Cantika mengangguk tersenyum.
"Dokter Refan beruntung ya bisa mendapatkan gadis seperti kamu" kata Vina berbohong
"ah bisa aja kamu hehe" Cantika cengengesan
"kalo kamu kesini lagi sering sering dong temui aku juga, aku pengen banget punya temen dari luar. kalo disini cuma temen kerja doang" Vina tertunduk
"i..iya nanti kalo aku dateng kesini, aku juga temuin kamu deh" kata Cantika membuat Vina mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar.
lift terbuka dan Cantika pun pamit pergi.
__ADS_1
sepanjang kepergian Cantika, senyum jahat terpancar diwajah Vina.
iya temuin aku ya gadis bodoh, aku akan mendekatimu dan mencari keburukanmu dan membuat Refan membencimu. lalu aku akan memanfaatkan hal itu untuk mendekati Refan