Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Mengutarakan (Season 2)


__ADS_3

3 hari kemudian,,,


Cantika sudah pulang dari rumah sakit,,,


Amelia dan Arka sedang duduk diruang keluarga mereka sedang mengobrol ringan sambil sesekali tertawa.


Refan perlahan mendekat dan duduk dihadapan orang tuanya.


Wajahnya tampak gelisah.


"ada apa sayang?" tanya Amelia melihat gelagat Refan yang mencurigakan


"ma,, anu,,,," Refan bingung harus memulai dari mana


Amelia dan Arka saling pandang melihat Refan yang bertingkah aneh.


"katakan jagoan, jangan payah" ejek Arka


"pa,,,,," Amelia menghentikan Arka


"gini ma,,, pa,, mmm Refan anu" Refan masih kebingungan. hal ini membuat Amelia semakin curiga


"baiklah sepertinya mama harus menelpon Cantika agar mama tau apa yang ingin kamu ucapkan" kata Amelia memegang ponselnya


"jangan ma,,, iya Refan mau ngomong kok" kata Refan


"iya katakan" kata Amelia tidak sabar

__ADS_1


"Refan mau,,, Refan mau menikahi Cantika Pa,,, ma,,," Sontak Arka dan Amelia terkejut dengan pernyataan putra keduanya.


"apa??? nikah??? apa kamu menghamili Cantika?" tanya Amelia membuat Refan langsung menggeleng


"enggak ma,, mana berani Refan berbuat hal yang bikin malu keluarga" kata Refan mulai gugup


"jadi apa alasannya kamu ingin menikah tiba tiba? apa kamu sudah tidak tahan?" Arka menggoda Refan yang semakin salah tingkah.


Amelia menatap Arka seakan akan menyuruh diam.


"bukan pa,,,,gini Refan menikahi dia secepat ini karena Papanya udah mulai menyakiti dia lagi bahkan kemarin dia hampir membunuh Cantika" kata Refan memperjelas semuanya.


Arka dan Amelia terkejut mendengarny.


"apa??? kenapa kamu tidak bilang sama papa?" kata Arka serius


"Masalahnya dia melakukan tindak kekerasan tanpa meninggalkan bukti pa, dia sangat licik" kata Refan menimpali


"jika dia jadi bagian dari keluarga wijaya, nggak ada seorang pun yang akan berani menyentuh dia termasuk papanya" kata Refan meyakinkan


"apa kamu benar benar yakin dengan keputusanmu ini?" tanya Amelia serius


"yakin ma" kata Refan tak kalah seriusnya


"mama nggak mau kalau mendengar kalian bermasalah karena menikah muda" kata Amelia mengingatkan


"iya ma Refan ngerti" kata Refan

__ADS_1


"bagaimana pa?" tanya Amelia


"papa setuju,,,lagi pula papa yakin anak ini juga sudah tidak tahan, secara pacarnya kan cantik" Arka kembali menggoda Refan yang saat ini wajahnya seperti kepiting rebus sangking malunya.


"papa udah dong jangan godain terus" Amelia mencubit lengan Arka pelan agar Arka berhenti mengejek anaknya


"baiklah Re, kita akan langsungkan pernikahanmu dalam waktu 1 bulan,, bagaimana?" tanya Amelia


"itu terlalu lama ma,,dia pasti tidak akan sabar" kata Arka kembali menggoda Refan


"pa,, udah dong" kata Refan memohon dengan wajah memelas.


"iya,,,iyaa baiklah 1 bulan kita akan melaksanakan pernikahan itu" kata Arka serius


"yauda ma pa biar Refan kasih tau kabar ini ke Cantika ya" kata Refan bergegas mengambil kunci mobilnya dan berlalu pergi ke rumah cantika. wajahnya begitu berseri seri.


sesampainya dirumah cantika ternyata dia tidak ada. Refan menyusulnya ke kampus sesuai petunjuk mama Cantika tadi.


Dikampus,,,,


Refan menunggu Cantika yang belum keluar.


30 menit kemudian dilihatnya Cantika keluar.


Refan segera menghampiri Cantika dan memeluknya,,,


__ADS_1


"sayang, mama dan papa udah setuju,, kita akan menikah bulan depan" kata Refan


Cantika tersenyum walaupun sebenarnya dia belum siap tapi yang dia tau dia sangat mencintai Refan. pernikahan adalah hal yang memang seharusnya mereka lakukan


__ADS_2