
Refan baru bangun tidur.
karena hari itu hari minggu, maka pembantu juga libur, sehingga dia harus memasak sendiri.
Dia pergi ke dapur dan mengambil celemek yang terletak dilemari.
Namun, saat hendak menuju ruangan khusus memasak, dia melihat Cantika sedang masak. dia terlihat sedang menaruh perkakas ke tempat cuci piring.
Refan menghampirinya dan berdiri dibelakangnya
"kamu ngapain masak?" tanya Refan
"aku pengen aja mas masak buat suami aku" kata Cantika tersenyum
"mas duduk aja, biar aku siapin di meja makan" Kata Cantika. dia membawa hasil masakannya ke meja makan
Refan mengikuti langkah Cantika. dia menuju meja makan menyusul Cantika.
Dia tidak berbicara apapun. sepertinya dia masih kecewa tapi Cantika tetap tersenyum untuknya.
Refan duduk, dia masih diam saja. dia memandang Cantika yang duduk disebelahnya dengan tatapan dingin.
"Mas, aku tau kamu marah sama aku, tapi aku mohon maafkan aku mas, aku harus melakukan apa supaya kamu mau memaafkan aku mas?" Cantika memohon sambil terus memandang Refan yang tidak memandangnya
"udahlah aku mau ke atas" kata Refan lalu berjalan menuju kamarnya.
Cantika mengejarnya
"mas, maafkan aku, kamu kenapa dingin gini sih, plis mas maafkan aku. aku harus apa lagi?"
__ADS_1
"apa jaminannya kamu nggak akan melakukan ini lagi?" tanya Refan
"semua akunku bisa mas pegang" kata Cantika serius
"kamu serius? itu kan privasi kamu?" tanya Refan
"aku nggak mau ada rahasia diantara kita, aku nggak mau hal ini terjadi lagi" kata Cantika menatap serius
"aku mau mandi dulu, habis itu kita sarapan bareng" kata Refan berlalu ke kamarnya dan mandi.
Refan selesai dengan mandinya dan menuju ruang makan yang memang khusus dirancang untuk mereka saja, jika ada tamu maka mereka akan makan di ruang makan utama.
Refan menuju dapur.
Cantika sudah menunggunya.
Refan duduk disebelah Cantika.
"ayo kita makan sayang" kata Refan yang tiba tiba bersikap manis.
Tanpa berkata lagi Cantika dan Refan segera makan bersama.
Masakan Cantika lumayan enak. walaupun tidak seenak masakan Amelia mama Refan.
Setelah selesai makan Refan berjalan menuju ruang keluarga.
"mas" Cantika menghampiri Refan
"iya sayang" kata Refan
"kata kata kamu manis, tapi kok kamu masih cuek sama aku" kata Cantika
"jadi kamu maunya gimana?" tanya Refan
__ADS_1
"peluk" kata Cantika manja
"apa? peluk? kenapa?" tanya Refan sok jual mahal padahal aslinya pengen peluk juga
"aku mau peluk sebagai tanda kita baikan" kata Cantika
"yauda sini" kata Refan
Cantika segera menghambur memeluk Refan
"maafin aku ya mas" kata Cantika masih memeluk Refan
"iya sayang, jangan ulangi lagi ya" kata Refan
"iya mas, aku janji nggak akan ulangi lagi" kata Cantika
"kita ke kamar yuk" kata Refan
"tadi dipeluk mikir mikir eh sekarang malah ngajak ke kamar" kata Cantika meledek
"yauda aku marah lagi" kata Refan
"iya iya mas, ayo" kata Cantika
Mereka pun menuju kamar dan melakukan apa yang memang mereka ingin lakukan.
"mas, habis ini kita jalan jalan yuk" ajak Cantika yang masih dibalut selimut setelah pergulatan panas pagi itu
"kemana sayang?" tanya Refan
"aku mau nonton" kata Cantika
"yauda, ayo kita mandi bareng" ajak Refan yang disusul cubitan Cantika.
Mereka pun mandi bersama lalu pergi jalan jalan menikmati hari indah itu dengan tawa ceria
__ADS_1