Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Berbagi Luka (Season 2)


__ADS_3

Pagi itu, Refan sudah mengosongkan jadwalnya di rumah sakit.


Dikarenakan dia sudah menjadi direktur utama, dia bisa libur kapanpun dia mau selagi tidak ada yang darurat.


Refan sudah mengantarkan Cantika ke rumah mama Ranti.


Setelah itu, dia pergi menuju rumah orang tuanya.


Sesampainya disana, Refan langsung disambut pelukan oleh mamanya.


"Ma, Refan minta mama dan papa jangan menunjukkan kesedihan didepan Rafan ya.


Rafan akan lebih bersedih karena melihat mama dan papa bersedih karenanya.


"iya Re, papa mohon kamu bantu Rafan melewati semua ini ya" Kata Arka memohon


"Iya pa, papa jangan khawatir, Refan akan mencoba menghibur Rafan" Kata Refan yang berlalu menuju kamar Rafan sambil membawa sarapan


,,,,tokkk,,,,,tokkk,,,,,tokkk,,,,,


Suara pintu kamar diketuk.


Tidak ada sahutan dari dalam.


"Ra, ini gue. Buka pintunya dong" Teriak Refan dari luar


Segera pintu terbuka.


Refan segera masuk dan menaruh nampan berisi makanan ke meja dekat Sofa.


"Makan yuk, gue laper nih" Refan mengambil sepiring nasi dan memberikan ke Rafan.

__ADS_1


Meskipun malas, Rafan tetap menerimanya.


Entah kenapa dari dulu dia tidak pernah bisa menolak permintaan adik kembarnya itu.


Setelah mereka makan,,,,,


"Lo ngapain kesini? mau ngasihani gue" kata Rafan


"Lo su'udzon mulu deh sama gue, positif dikit napa sih sama adek sendiri" kata Refan


"Kalo lo disuruh mama, mending lo pulang aja deh" kata Rafan


"Wah lo kebangetan ya, gue baru dateng malah di usir" kata Refan memasang muka sebal


"Kalo lo cuma mau lihat keadaan gue, nih lo udah liat sendiri kan gue baik baik aja" kata Rafan


"Lo hebat Ra" Kata Refan tiba tiba


"Lo bisa setegar ini. Kalo gue ada di posisi lo pasti gue udah galau terus uring uringan nggak jelas" Kata Refan


"Gue sama lo beda lah, lo kan baperan kalo gue nggak" Kata Rafan menyombongkan diri.


"wah mulai lo ya, di puji dikit langsung ngatai gue" Kata Refan mendengus kesal


"Lah kan emang kenyataannya" Kata Rafan meledek


"Serah lo deh" Refan berpura pura pasrah.


Hina gue sepuas lo, asal lo seneng gue juga ikut seneng.


"Ra, gue udah dapet konsol game terbaru nih. main yuk" Ajak Refan

__ADS_1


"Wah dapet dari mana lo, ini kan langka banget" kata Rafan takjub


"gue gitu loh, pasien gue ada yang punya ini, jadi gue bayarin deh" kata Refan berbohong


Tabungan gue terkuras gara gara beli konsol ini dari adeknya Beni Ra, gue di peras :,-)


"oke deh, ayo" kata Rafan bersemangat.


Mereka turun ke bawah menuju ruang khusus bermain game mereka dulu.


Amelia yang melihat wajah Rafan ceria lagi tersenyum sambil menyeka air matanya.


Ternyata ikatan dua orang anak kembar itu sangat kuat.


Mereka bermain game sampai puas bahkan tidak ingat waktu.


"Rafan, Refan ayo makan dulu udah siang nih" Panggil Amelia dari ruang makan


"bentar maaaaa" Teriak Rafan dan Refan serempak


"buruan Ra, kalah lo,,, kalah" Refan masih fokus pada monitor besar didepan mereka


"Enak aja lo, rasain nih" Rafan tak mau kalah


"Awas lo Ra,,,, kena lo. Nih gue beri lo" Refan semakin bersemangat,,,,,


"Yeeeee, gue menaaaaang" Teriak Rafan seperti anak kecil


"Ah, lo lagi beruntung aja Ra, awas lo abis ini gue bales lo" Ancam Refan yang berdiri dan diikuti Rafan


"Haha, payah lo gitu aja kalah, b*go dipelihara" Rafan tertawa penuh kemenangan.

__ADS_1


Gue sengaja kalah demi lo Ra. Biar lo seneng. Apa lo bilang tadi? b*go? b*ngsat lo Ra.


__ADS_2