
Dirumah Arka.
Pagi hari rumah Arka terasa hangat
bukan karena AC nya mati tapi suasana orang orang yang bahagia didalamnya. Karena ini hari minggu, Arka tidak bekerja. Didalam kamar, Arka dan Amel masih bermesraan.
Sepertinya mereka ingin melepas kerinduan yang selama ini tertahan. Apalagi Arka yang sangat merindukan sentuhan lembut istrinya.
"Sayang kapan kamu mulai tau siapa Alexia?" tanya Arka yang sebenarnya masih penasaran.
"Tepat sehari setelah menikah, saat aku membereskan kamar ini aku tanpa sengaja menemukan catatan kecil disebuah kertas dibawah kasur ini. Isinya berbunyi 'Alexia aku akan menemukanmu'. Amel diam kemudian melanjutkan, "Karena pada waktu itu ada perjanjian untuk tidak ikut campur urusan suami, aku diem aja deh"
Arka membelai rambut Amel kemudian berkata, "Apa waktu itu yang kamu pikirkan"
"Aku sangat ingin tau gadis seperti apa yang dicintai suamiku. Jadi saat resepsi pernikahan kita aku sudah mencurigai gadis yang bersalaman denganmu dengan wajah sedih". Aku melihat ekspresi wajahhmu yang penasaran. Kemudian sikapmu yang berubah menjadi dingin kepadaku" Amel tampak bersedih saat mengatakan itu.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang" Wajah Arka penuh sesal.
"Gak apa apa sayang, aku tidak ingin menilai dan melakukan sesuatu secara terburu buru. Karena itu aku mulai menyelidiki gadis itu dan ternyata dugaanku benar. Dia lah Alexia yang kamu cari" Amel membelai pipi Arka.
"Pemikiran kamu sangat cerdas sayang, aku salut dan aku juga bahagia punya istri seistimewa kamu" kata Arka sembari memeluk istrinya.
"Lalu, bagaimana kamu bisa mengintainya tanpa ketahuan?" tanya Arka masih penasaran.
"Aku nyamar dong, kadang jadi tukang parkir, suster, kadang juga sembunyi dibalik tirai hahaha, dan aku juga memasang cctv disetiap ruangan agar bisa memantaunya dan aku juga pernah mengikuti kalian saat ke mall sepulang kontrol ke dokter" Amel menjelaskan panjang lebar dan Arka yang mendengarkan hampir tidak percaya mengetahui istri Arka Wijaya pernah menyamar jadi tukang parkir.
"Emmmm gak kok sayang, tenang aja" Amel tersenyum geli melihat ekspresi wajah Arka yang tampak lucu.
"Sayang aku mau lagi. Yuk gulung gulungan lagi" pinta Arka tiba tiba. Tangan nakalnya sudah kemana mana.
"Sayang kita udah gulung gulungan lebih dari 2 kali pagi ini dan malam tadi kamu juga udah menggulung aku. Dan ini apa lagi tangannya ih, cubit nih" Amel mencubit tangan nakal arka. Dia kesal dengan Arka yang selalu ingin saat sedang bersamanya.
__ADS_1
"Awww sakiiiit. aku bercanda sayang. Kamu kan lagi hamil muda dan tidak boleh lelah. Ayo kita mandi bareng" tanpa aba aba Arka langsung menggendong istrinya menuju bath tub. Mereka berendam selama setengah jam kemudian sarapan.
Diruang makan.
"Sayang ayo kita jalan jalan, aku mau nonton terus kita ke butik mama ya aku pengen beli baju hamil" kata Amel.
"Iya tuan putri, ada lagi?" Arka tersenyum meledek.
"Aku ingin memberi makanan pada para tunawisma di jalan. Boleh sayang?" Kali ini Arka menatap Amel serius.
Mulia sekali hatimu nak.
"Iya sayang, aku akan pesankan makanan kotak dari salah satu restoran kita ya. Nanti sekalian kita beri uang pada mereka" jawaban Arka membuat Amel sangat senang dan berkata, "Aku mencintaimu mas Arka"
Arka yang mendengarnya tersenyum senang. Kalau saja tidak ada orang disana dia mungkin akan lompat lompat kegirangan.
__ADS_1