
Cantika membuka mata.
dilihatnya Refan tengah tidur disampingnya.
dia mengusap rambut Refan yang selalu membuatnya tampak mempesona.
Refan merasakan ada yang mengusap rambutnya. kemudian dia terbangun. dia menatap Cantika yang sudah sadar.
"sayang kamu udah sadar" kata Refan girang
Cantika hanya tersenyum kecil. tubuhnya masih sangat lemah.
"Cantika" Mama cantika yang baru datang segera menghampiri cantika dan memeluknya.
"maafin mama sayang, mama nggak bisa menjaga kamu" mama cantika menangis
"ini bukan salah mama kok, Cantika nggak apa apa ma" kata Cantika tersenyum
mamanya melepas pelukannya dan mengusap air matanya. dia membelai rambut indah putrinya.
"ma, apa cantika sehina itu dimata papa sampai papa sangat membenci Cantika dan menginginkan Cantika mati" cantika menangis lagi. Refan segera menghapus air matanya.
"nggak sayang, papa kamu hanya terbawa emosi saat mengatakannya" kata mama Cantika membelai wajah putrinya.
"ma, bagaimana kita selanjutnya. apa papa akan datang lagi dan membunuh Cantika" Cantika tampak khawatir
"semoga saja papa nggak kembali lagi" kata mama Cantika pasrah
"kenapa mama nggak berpisah aja dengan papa" kata Cantika
__ADS_1
Refan dan mama Cantika saling pandang. mereka mengingat apa yang dikatakan Paap Cantika saat Cantika tidak sadarkan diri.
Flashback on
"cam kan ini baik baik. sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu dan aku akan membuat hidupmu menderita!!!" teriak papa cantika yang tangannya masih dipegang dua pengawal Refan
"kamu nggak bisa seenaknya, kamu nggak punya hati!!!" teriak mama Cantika
"iya om, atau saya akan buat perusahaan om hancur" ancam Refan
"hei anak ingusan, aku adalah papanya. aku lebih berhak atasnya daripada dirimu. silahkan hancurkan perusahaanku dan kamu akan melihat berita 'anak Arka Wijaya menggunakan kekuasaan Ayahnya menghancurkan perusahaan calon mertuanya' dan lihat betapa malunya Ayahmu nanti. bahkan orang tidak akan peduli apa kesalahanku karena fokus akan berita hebat itu. hahaha coba saja!!!" Papa cantika tertawa menyeringai.
"dan aku sudah melapisi tanganku dengan sarung tangan tipis sehingga jika kamu ingin melaporkan tindak kekerasan ini, kamu tidak akan punya bukti visum dan sidik jariku" Papa Cantika kembali tersenyum melihat wajah bingung Refan.
"bawa dia keluar dan jaga rumah ini. ayo tante" Refan mengajak mama Cantika ke dalam mobil. sementara pengawalnya mengusir papa Cantika keluar dan berjaga dipintu depan.
"Sayang semua butuh proses. papamu terlalu pintar mengatur segalanya sehingga mama sulit bercerai dengannya" kata mama Cantika
"tante, Refan punya ide. ah sebenarnya ini bukan hanya ide tapi juga keinginanku" kata Refan serius
"apa itu Re?" tanya mama Cantika heran. Cantika juga menatap menunggu jawaban Refan.
"ijinkan aku menikahi Cantika" kata Refan serius.
Cantika terkejut mendengar kata kata Refan. begitu pun mamanya.
"Kak Re...." belum siap Cantika berbicara Refan sudah memotongnya.
"ini juga demi keselamatanmu Cantika. Papamu mungkin bisa menyakitimu yang berstatus pacarku. tapi dia tidak akan berani menyentuh seujung jari pun saat kamu menjadi bagian dari keluarga Wijaya" kata Refan penuh keyakinan
__ADS_1
"tapi aku nggak bisa tinggalin mama kak" kata Cantika
"kita akan tinggal bersama mama kamu" kata Refan
"tapi kuliahku......"
"kamu akan tetap menyelesaikan kuliahmu dan kita bisa menunda memiliki anak sampai kamu menyelesaikan kuliahmu" kata Refan
"iya mama setuju. mama merestui kalian" kata mama Cantika
"tapi Papa adalah wali Cantika ma" kata Cantika
"kita akan mewakilkannya dengan abang papamu yaitu om Danu, dia sangat menyayangimu. papamu nggak akan bisa mempengaruhinya karena hubungan mereka nggak baik sejak papamu mengambil hak warisan milik om danu" kata mama Cantika
"bagaimana Cantika" tanya Refan penuh harap.
"apa mama kak Re setuju?" tanya Cantika ragu
"dia bahkan selalu menyuruhku melamarmu" kata Refan membuat pipi Cantika bersemu merah.
"tante apa itu artinya dia setuju?" Refan bertanya ketika melihat Cantika tersenyum malu malu
"dia tidak hanya setuju tapi juga tidak sabar" goda mama Cantika
"maaaaa" cantika memasang wajah memelas
"iya sayang" mama Cantika mencium kening Cantika lembut.
Cantika tersenyum lalu menatap Refan yang juga tersenyum malu malu kucing meong meong wkwkw
__ADS_1