
sebulan telah berlalu.
cantika belum juga datang ke kampus.
dia masih belum siap untuk keluar rumah.
tapi karena hal itu ray jadi hampir setiap hari datang kerumahnya.
itu membuat hati cantika semakin kalut.
Pagi itu bima dosen pengganti pak wawan selesai mengajar dikelas refan.
"oh ya ini adalah pertemuan terakhir karena minggu depan pak wawan akan kembali mengajar" kata bima
"sebelum saya pergi ada pertanyaan?" tanya bima
"pak, udah merid belum?" tanya dela yang mendapat sorakan dari teman temannya.
"belum" kata bima tersenyum
"udah punya pacar belum pak" kata dela lagi membuat teman temannya semakin menyorakinya.
"sudah" kata bima
"huuuuuu kasian deh lo" kata teman temannya
__ADS_1
"iya iya, kita juga tau pacar bapak si cantika kan?" kata dela
"hahaha, kenapa kamu bilang begitu?" tanya bima. kali ini refan serius mendengarkan percakapan mereka setelah tadi dia cuek saja
"ya kan bapak deket sama dia" kata dela
"hahaha, apakah kalau dekat itu artinya pacaran?" tanya bima
"nggak tau deh pak, jawab dong pak penasaran nih hehehe" kata dela cengengesan
"bukan, cantika itu adik sepupu saya. dari kecil kami memang sudah dekat" kata bima tersenyum
"ooooooooooooh" mereka semua berkata kompak
refan terdiam.
ah tapi cantika salah karena sikapnya yang kasar dan munafik. biarlah aku tidak peduli.
refan dan teman temannya keluar.
"re, lo udah tau belom akun sosmed cantika udah nggak ada lagi" kata angga
"nggak tau, gue juga nggak peduli" kata refan berbohong. padahal dia selalu mengecek akun sosmed cantika setiap hari.
pernah sekali dia mencoba menelpon nomor cantika dengan nomor baru tapi nomornya tidak aktif.
__ADS_1
"re, lo nggak mau cari tau gitu siapa yang salah?" tanya angga
"udah jelas kan siapa yang salah" kata refan
"lo kan cuma lihat. dan yang kelihatan bukan berarti kebenaran kan?" kata beni
"gue tau lo suka sama cantika tapi bukan berarti lo harus belain dia waktu dia salah" kata refan
"lo pikir deh re, dulu lo anggap cantika kecentilan deketin lo, 3 tahun bro lo anggap dia kayak gitu. tapi baru baru ini lo tau kebenaran soal itu. lo yakin cantika sejahat itu?" tanya beni
"udah ah ngapain bahas dia nggak penting. udah ah gue mau kerumah sakit bokap ada urusan
refan berlalu pergi. meminggalkan mereka. saat mobil refan sudah pergi, saat itu angel muncul.
"mana refan?" tanya angel
"udah pulang" kata angga
"kok cepet banget, aku kan mau ajak dia jalan" kata angel mendengus kesal
"angel, lo sukak sama refan?" tanya beni
"emang keliatan ya? aku jadi malu" kata angel menyibakkan rambutnya ke belakang telinga
"iya keliatan kok, sama kayak semua cewe yang ada dikampus ini yang naksir dia. tapi dulu sejak mereka tau refan pacaran sama cantika, semua cewe mundur karena mustahil untuk menyaingi cantika. dia baik, cantik, mulus, bening, pinter, sempurna deh pokoknya" kata angga. sepertinya angga ingin memanas manasi angel
__ADS_1
"mereka kan udah putus, itu semua refan lakuin karena dia suka sama aku. dia suka cewe yang punya kecantikan alami kayak aku. lagian cantika cewe munafik bukan selera refan" kata angel lalu pergi meninggalkan mereka dengan tatapan heran. heran melihat ada gadis yang punya kepedean tingkat tinggi