
setelah refan menceritakan tentang kisahnya bertemu dengan wanita tua, arka tidak tinggal diam
dia berusaha mencari tau siapa wanita itu
keesokan harinya dia pun menyuruh anak buahnya mencari wanita itu mulai dengan memgandalkan CCTV sekitar taman
tak butuh waktu lama, pada malam harinya anak buah arka sudah menemukan keberadaan wanita itu
dia dikabarkan akan meninggalkan tempatnya besok pagi
arka pun langsung bergegas menuju hotel tempat wanita itu berada
saat tiba disana dia mengetuk kamar hotel wanita itu
tokkk...tok....tokkkk
tak lama kemudian
......cekleekkkk......
pintu dibuka dan tampaklah seorang wanita tua yang terkejut melihat kedatangan arka
"siapa kamu?" tanya wanita itu
"jangan bertanya lagi kalau anda sudah tau siapa saya" kata arka yang masih berdiri didepan pintu
"pergilah aku tidak urusan denganmu" kata wanita itu hendak menutup pintu
arka menncegahnya dengan menahan pintu itu agar tidak ditutup
"saya tidak ada urusan dengan anda tapi saya rasa anak saya ada urusannya dengan anda" kata arka yang langsung membuat wanita itu terdiam
__ADS_1
kemudian
"tidak, kamu salah orang. aku tidak mengenalmu apalagi anakmu" kata wanita itu
"anda punya hutang kepada anak saya" kata arka membuat wanita itu heran
"hei, aku tidak punya hutang pada siapapun" kata wanita itu berusaha menutupi kegugupannya
"anda punya hutang nyonya. anda harus membayarnya" kata arka semakin membuat wanita itu bingung
"apa maksudmu?..ah baiklah aku akan memberimu uang. setelah itu pergilah" kata wanita itu yang mengira arka ingin uangnya
"uang anda tidak akan cukup membayar hutang anda nyonya" kata arka lagi membuat wanita tua itu mulai kesal
"berhenti lah basa basi. katakan saja apa maumu"
"saya mau anda menemui anak saya yang bernama rafan dan meminta maaf padanya" kata arka
"karena anda tidak memeluknya seperti anda memeluk refan" kata arka yang langsung membuat wanita itu kaku
"bagaimana bisa anda hanya memeluk anak saya refan sedangkan anda tidak memeluk kembarannya yaitu rafan yang merupakan cicit anda" arka mulai menarik nafas dalam kemudian mengeluarkannya perlahan
ya. wanita itu adalah oma amelia yang telah mengusirmya dulu
wanita itu menyandarkan tubuhnya didinding
air matanya mulai menetes
"apa anda tau nyonya, betapa besarnya kerinduan istri saya terhadap nyonya?" kata arka
"dia sering menangis dalam tidurnya. dia tidak tau kalau saya selalu menghapus air matanya saat dia sudah terlelap" kata arka yang mulai terbawa suasana.
__ADS_1
kini wajahnya menjadi sedih
"katakan nyonya, untuk apa anda kembali kalay anda tidak ingin bertemu dengan cucu dan cicit nyonya" kata arka yang semakin membuat oma amel menangis
arka mendekatinya kemudian memeluknya
"alex.... alex sedang koma, dan aku tidak berani mengatakan hal itu kepadanya hikss hiksss, hatiku akan ikut hancur saat melihatnya hancur" kata oma masih dalam pelukan arka
"apa oma yakin cucumu selemah itu?" kata arka membuka pelukan lalu menghapus air mata oma dengan jemarinya
oma masih terdiam
lalu arka melanjutkan
"tidak oma, cucumu adalah wanita yang kuat dan berhati tulus" kata arka mulai meyakinkan oma
"bagaimana aku harus memberitahunya?" kata oma
"aku akan menyuruh orang lain agar berpura pura mengenal dia dan alex. lalu orang itu akan memberitahukan kepadanya keadaan alex. mungkin itu lebih baik oma" kata arka
"baiklah, lakukan saja, aku akan pulang ke london besok pagi. aku mengharapkan kedatangannya sebagai obat penyembuh alex" kata oma pelan
"baiklah oma, istirahat lah. aku pergi dulu" kata arka hendak berlalu pergi
namun oma menahannya
"tunggu. ada satu hal penting yang harus ku beritahukan padamu" kata oma
"apa itu oma?" tanya arka
"masuklah aku akan menceritakannya" kata oma yang melangkah masuk dan diikuti arka
__ADS_1