
Refan berangkat kerumah sakit. dia masuk keruangan CCTV. dia masih berusaha mencari bukti dari situ namun tetap tidak menemukannya.
Dia frustasi. di usapnya wajahnya kasar.
tiba tiba dia teringat sesuatu.
dia langsung menelpon seseorang.
"Halo" jawab si penerima
"halo del, lo lagi sibuk nggak?" tanya Refan
"nggak terlalu sih Re, kenapa?" tanya Adelia
"Del gue mohon bantuan lo penting lo bisa nggak kesini sebentar aja. bila perlu gue jemput" kata Refan
"nggak usah dijemput, biar gue kesana aja" kata Adelia
"oke Del makasih" kata Refan girang
20 menit kemudian Adelia sampai di rumah sakit keluarga Wijaya.
"ada masalah apa Re?" tanya Adelia
"Del, lo bisa nggak bikin video CCTV ini ada suaranya" kata Refan
Adelia mengecek CCTV yang ada video Cantika yang sedang viral.
__ADS_1
Adelia mengotak ngatik monitor didepannya. dia memang ahli melakukannya. dia pernah meretas CCTV yang merekam saat saat Rendi anak saingan papanya menyabotase tabrak lari dirinya dan menemukan bukti lewat rekaman CCTV dirumah Rendi yang mengungkap rencana busuk keluarga itu.
"Ra, gue mau liat letak kamera CCTV ini" kata Adelia.
Refan menunjukkan lokasi CCTV berada.
Adelia memanjat lalu mengotak atik kamera CCTV itu dan mengambil memori yang ada didalamnya.
setelah itu dia membawanya ke ruangan CCTV.
dia memasukkan kartu memori itu ke laptop dan mulai mengotak atik isinya. dan hasilnya sebuah Rekaman suara terdengar jelas disitu.
Refan ternganga dengan keahlian Adelia.
"makasih del, lo memang the best deh" kata Refan kegirangan
"Del, sebagai rasa terima kasih gue, gue mau ngasih tau lo sesuatu soal Rafan" kata Refan serius
"apa itu Re" kata Adelia tak kalah serius
"sebenernya, dia suka sama lo" kata Refan
"hahaha lo becanda ah itu nggak akan mungkin" Adelia tertawa
Refan menatapnya serius. Adelia berhenti tertawa dan menatap Refan serius.
"jadi bener?" kata Adelia
__ADS_1
"Dia suka sama lo sejak lama. dia nggak pernah bilang ke gue tapi gue kembarannya. gue bisa tau apa yang dia rasain. dia bohong, jujur, sedih, marah, bahkan jatuh cinta gue bisa tau semua. sebaliknya dia juga tau apa yang gue rasain" kata Refan
Adelia menatapnya
"kenapa lo kasih tau ini ke gue" kata Adelia
"karena gue mau lo bisa ambil sikap mulai dari sekarang. kalo lo juga suka sama dia, ungkapin atau buat dia mengungkapkan perasaannya. tapi kalo lo nggak ada perasaan sama dia, lo juga ambil sikap supaya dia nggak berharap lagi dan nggak menyakiti hatinya" kata Refan
Adelia terdiam sejenak.
"jangan kasih tau Rafan kalo gue udah tau semuanya. gue akan ambil sikap mulai dari sekarang" kata Adelia
"iya gue nggak akan kasih tau dia. tapi gue berharap kelak lo yang jadi kakak ipar gue" kata Refan tersenyum
Adelia tersenyum
"kalo gue jadi ipar lo, lo terpaksa ngurangin penjaga rumah lo" Refan tertawa
"seenggaknya mama punya penerus" kata Refan membuat Adelia tertawa hingga menunjukkan lesung pipinya yang manis.
Refan menggenggam tangan Adelia.
"gue mohon lakukan yang terbaik untuk kalian berdua" kata Refan penuh harap
Adelia tersenyum. lalu pamit kembali ke kantor.
Flash back off
__ADS_1