
Arka gelisah karena terkena macet saat sedang buru buru. Dia sangat mengkhawatirkan Amel dan berusaha menelpon untuk memantau kondisinya
namun hpnya malah tidak aktif membuat Arka sangat frustasi.
sementara dirumah, ada tamu yang mengatasnamakan utusan Arka yang memintanya menjemput Amel karena Arka kena macet.
Lalu Amel ikut dengannya. Kemudian malah membawanya ke jalanan sepi.
"Siapa kamu?" Amel menyadari kalau pria itu mau menculiknya.
Si pria tadi diam kemudian menghentikan mobilnya seraya berkata, "Mari kita habiskan malam ini disini sayang." Pria itu masuk ke kursi belakang kemudian mendekap Amel kuat.
"Pergi kamu!" Amel mencoba melepaskan dekapan pria itu namun karena ia sedang hamil, tenaganya tidak cukup kuat.
Si pria tadi membungkam mulut Amel dengan sapu tangan yang sudah di bius dan Amel pun pingsan. Pria itu membawanya ke hotel.
Sesampainya dikamar hotel yang sudah di booking, pria itu merebahkan Amel kemudian mengambil minyak gosok untuk membuatnya sadar dengan dihirupkan ke hidung Amel.
__ADS_1
Setelah 10 menit Amel pun sadar dengan keadaan hanya menggunakan handuk Sepertinya pria itu melepaskan pakaian Amel namun belum menyentuhnya. Amel kaget.
"Apa yang kamu lakukan padaku !!!" teriak Amel. Pria itu mendekat dan memegang kedua pipi Amel dengan kedua tangan. "Aku hanya melakukan keinginanku sayang" Pria itu tersenyum jahat.
"Dasar laki laki bejat, aku benciiiiii kamuuuuu!!!!!" Amel semakin histeris.
Namun tiba tiba pintu di dobrak seseorang, dia adalah Arka. Arka kaget melihat penampakan di depannya. Dia tidak menyangka Amel berani berselingkuh.
"Dasar berengseeeek" Arka lansung menghajar laki laki itu sampai babak belur lalu menghampiri Amel dengan tatapan kecewa dan menggenggam kedua tanggannya kuat seperti menahan emosi. Tampak air matanya menetes. Sorot matanya menandakan luka yang cukup dalam.
Amel terkejut mendengar itu semua. "Ini jebakan sayang, dia memanipulasi semua ini, aku tidak kenal dengannya" Amel berkata terbata bata karena takut.
Arka berbalik membelakangi Amel.
"Sudahlah, setelah ini kembalilah ke panti asuhan, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi. Aku akan mengatakan pada papa dan mama kalau kamu ingin tinggal disana . Aku akan membiayaimu sampai anak itu lahir setelah itu kita bercerai" Arka melangkah pergi dengan mata yang masih basah karena air matanya.
Amel diam mematung dengan wajah pucat
__ADS_1
dipungutinya bajunya lalu di pakainya kemudian pergi meninggalkan laki laki itu.
Amel kembali kerumah. Disana terlihat ada sebuah koper dan di sampingnya Arka sedang berdiri.
"Ambil dan pergilah. Didalamnya sudah ada atm. Aku akan mentransfer kebutuhanmu setiap bulan. Supirku akan menjemputmu saat ulang tahunku agar orang tuaku tidak curiga" Arka melemparkan koper ke dekat Amel.
Amel meraihnya dengan air mata yang terus berlinang. "Aku minta maaf karena kamu tidak bisa mempercayaiku seperti aku mempercayaimu. Oh ya aku punya saran, tidak selamanya yang terlihat didepan mata adalah kenyataan. Terkadang kita perlu menggali lebih dalam agar tidak terlihat bodoh saat tau kebenarannya. Aku tidak butuh uangmu. Kalau kamu tidak percaya ini adalah anakmu maka jangan lah peduli" Amel meletakkan kembali kartu atm itu ke atas meja dan pergi membawa koper tersebut.
Diperjalanan.
Amel terus menangis mengingat apa yang terjadi dalam hidupnya.
Ya Allah kenapa hidupku kacau begini. Keluargaku membuangku. Dan kini suamiku meninggalkanku. Aku harus kuat
ini demi anakku. Maaf Arka aku tidak akan kembali ke panti asuhan. Aku tidak akan membiarkan bu Indah tau dan bersedih
aku akan pergi jauh darimu.
__ADS_1