
Disebuah pantai
amelia dan keluarganya sedang menikmati keindahan pantai tersebut
arka mengajak rafan dan refan berenang sedangkan amelia melihat dari kejauhan sembari tersenyum
dia tidak bisa ikut karena keadaannya yang tengah berbadan dua
bella dan alex
mereka hanya memiliki dunianya
mereka menaiki speed boat
merasakan petualangan
teelihat tawa bahagia mereka
oma amelia, cintya dan adrian memilih untuk menemani amelia
mereka juga sadar umurnya tidak muda lagi
puas menikmati indahnya pantai
mereka pun memutuskan makan disebuah restaurant milik alex
setelah itu mereka belanja oleh oleh karena besok mereka akan pulang ke Indonesia
dirumah oma
"apa ini sudah cukup sayang?" tanya arka melihat banyak sekali barang yang dibeli amel
"sudah sayang, ayo kita segera tidur" ajak amel
mereka pun tertidur dikamar yang dulu ditempati amel
keesokan harinya oma mengantar mereka ke bandara
"jaga lah cucu dan calon cicitku" pesan oma kepada arka
"sudah pasti oma. jaga lah diri oma juga ya" kata arka memeluk oma
"berjanji lah untuk terus membuat adikku tersenyum" kata alex
"hei, aku pernah lihat dia menangis karenamu" kata arka mengingatkan alex momen dirumah sakit
"dasar kau ini. kemarilah adik ipar" alex memeluk arka menepuk bahunya seraya membisikkan
"terima kasih"
__ADS_1
arka tersenyum
amelia memeluk oma lalu memeluk alex kemudian bella
"aku bersyukur dia punya kamu yang sangat mencintainya. jagalah dirimu agar dia selalu bahagia" kata amel
"aku menyayangimu, jagalah dirimu dan juga calon keponakanku. aku akan segera menyusul" kata bella membuat amel tertawa kecil
semua heran melihatnya
mama dan papa arka pun berpamitan juga kepada mereka
selepas kepergian amelia
alex, oma dan bella segera pulang kerumah
kini tidak ada lagi beban yang mengisi kegundahan hati mereka
karena kini amelia telah bahagia
dia sudah mendapatkan kasih sayang melimpah dari suami dan mertuanya
amelia sekeluarga sudah sampai dirumah masing masing
dikamar
"apakah kamu bahagia?" tanya arka
"tentu sayang, aku sudah mendapatkan semua kebahagiaaku. bahkan aku bisa mengunjungi makam orang tuaku sesuka hati sekarang" kata amel tersenyum
arka menatap amel haru
"aku tidak akan pernah membuatmu bersedih" kata arka lalu memeluk istrinya
"aku percaya" kata amel
arka mengecup kening istrinya
lalu mencium perut istrinya lalu berkata
"adek, sehat sehat ya didalam. papa sayang sama kamu"
amelia tersenyum
dirasakannya air matanya meleleh
"kenapa menangis sayang?" tanya arka menatap istrinya
"aku merasa beruntung memiliki kamu sebagai suami dan ayah dari anak anak kita"
__ADS_1
amel menyeka air matanya
"apakah malam ini kita akan habiskan dengan saling memuji?" kata arka diselingi tawa jahil
amel tertawa
"ayo tidur besok kamu harus bekerja mas"
"iya istriku yang cantik" kata arka mengusap rambut amel
"oh ya sayang, kamu mau anak cewe apa cowok?" tanya amel saat mereka sudah berbaring diatas tempat tidur
"apapun yang dikasih Allah aku terima. mau cewe atau cowo yang penting sehat dan juga tampan seperti aku atau cantik seperti kamu"
kata arka mengelus perut amel
"kamu terlalu ge'er" kata amel
"ge'er? lihat lah rafan dan refan mereka sangat tampan seperti aku" kata arka dengan pedenya
amel tertawa
"ya ya ya, kalau soal anak kita, aku gak bisa bohong. mereka memang sangat tampan diusia yang masih sangat kecil"
"aku tidak sabar menantikan mereka dewasa. akan seperti apa ya" kata arka
"mungkin mereka akan setampan alex" kata amel
"apa? alex? kenapa dia. aku kan lebih tampan dari alex" kata arka mulai membanggakan diri
"kamu gak tau sih, dari umur 10 tahun alex sudah punya banyak penggemar karena ketampanannya itu. dia juga cowok paling keren disekolahnya dulu" kata amel mengingat dulu banyak sekali teman sekolah alex yang sering memberinya hadiah lewat amel
"iya iya aku kalah deh" arka tidak ingin mendengar amel memuji alex lagi
mereka pun tertidur
mengaakhiri obrolan manis itu
yang mereka tau, mereka tidak pernah berhenti saling mencintai
baik itu dulu, sekarang, bahkan sampai tua nanti
,,,,,,,,,,,,,TAMAT,,,,,,,,,,,,
Halo,
Buat pembaca yang lain, silakan baca novel sampai selesai baru komen. Jangan seperti mbak yang satu ini. Komennya seakan ingin menjatuhkan mental penulis. Jika kalian penulis, hati-hati sama akun ini, di semua trending akunnya, dia kebanyakan nyinyirin author lain, nggak cuma aku aja. Kayaknya dia buat fake akun sengaja untuk menjatuhkan kita sebagai penulis. Kalau memang nggak suka skip aja. Lagipula ini karya pertama ku. Dari awal aku juga udah bilang penulisan masih berantakan karena masih dalam tahap revisi. Isi cerita itu terserah author nya, kalau kamu mau cerita yang bagus, beli novel cetak mbak. Begini risiko baca novel online yang cuma modal kuota doang. Jika ada yang nggak sesuai keinginan kita, ya udah, namanya juga novel online. Bacaan gratis aja kayak gini, apalagi berbayar, bisa ngamuk kesurupan mungkin kamu mbak 😂
__ADS_1