
Hari ini adalah hari kepindahan Refan dan Cantika kerumah mama Cantika.
Keluarga wijaya ikut mengantar mereka. ada Amelia, Arka, Rafan dan Syifa.
Semua sudah naik ke dalam mobil, mereka akan mengantar Refan dan Cantika.
Ditengah jalan Refan dan Cantika heran karena ini bukan lah arah rumah mamanya.
"ma, ini kan bukan arah rumah mama Cantika" kata Cantika keheranan
"iya sayang, kita mau singgah dulu sebentar, nggak apa apa kan?" tanya Amelia
"oh, nggak apa apa kok ma" kata Cantika tersenyum
Tak lama kemudian, mereka akhirnya sampai ke sebuah rumah yang cukup besar dan megah. Rumah itu terlihat masih baru
Mereka memasuki rumah tersebut.
"selamat datang" Ranti, mama Cantika menyambut mereka. Refan dan Cantika heran kenapa mama Ranti ada disana.
"ma, kok mama disini?" Cantika yang sangat rindu pada mamanya menghambur memeluk mamanya.
"mama memenuhi undangan pesta rumah ini sayang" kata Ranti
"Oh ya ini rumah siapa ma?" tanya Cantika
"ini rumah kalian berdua" kata Arka tiba tiba
"rumah kami?" kata Refan terkejut
"iya, sebenarnya ini hadiah dari mama dan papa juga mama kamu Cantika" kata Amelia
"hadiah? ini terlalu wah banget ma" kata Refan
"tidak apa apa, kami memang sudah mempersiapkan rumah ini sejak rencana pernikahan kalian" kata Arka
__ADS_1
"makasih ya pa, mama. emmm terus mama gimana?" tanya Cantika
"kamu jangan pikirkan mama sayang, jarak kita kan dekat, kamu bisa sering sering melihat mama kan. Lagian mama sudah meminta mamanya mas Bima untuk tinggal dengan mama karena Bima akan kerja diluar negeri seminggu lagi" kata Ranti
"beneran ma" Cantika menatap dengan serius
"benar sayang, kamu jangan khawatir ya. kamu akan bahagia disini bersama Refan" kata Ranti yang kemudian memeluk Cantika.
Mereka pun melihat lihat isi rumah megah itu. setelah cukup lama, mereka memutuskan untuk pamit pulang karena hari sudah malam setelah sebelumnya mereka makan malam.
Cantika dan Refan segera naik ke atas menuju kamarnya.
Cantika bersandar di ranjang yang empuk lalu memainkan ponselnya.
Refan mendekatinya lalu mengambil ponselnya.
"mas kok diambil sih" gerutu Cantika
"ngapaim kamu mainin hp sayang kalau disini ada aku. kamu maini aku aja, atau sini kamu yang aku mainin" kata Refan mulai mengelus pipi yang halus istrinya.
"berani kamu ya" Refan menggelitik Cantika.
Cantika tertawa, tapi tidak lama karena setelah itu Refan pun menyerangnya.
Keesokan harinya,,,,,
Cantika sudah bersiap siap berangkat kuliah. begitu juga dengan Refan yang bersiap siap berangkat kerja.
Setelah selesai sarapan, mereka pun menuju kampus Cantika.
Sesampainya disana, Cantika turun dari mobil diikuti Refan.
"mas, kamu hati hati ya. jaga mata dan juga hati" kata Cantika genit
"mana ciuman sebelum berangkat kerja" kata Refan
__ADS_1
"mas, ini kan tempat umum" Cantika heran dengan permintaan suaminya.
"kenapa? kamu kan istriku, biar seluruh dunia tau kalau kamu istriku dan nggak ada yang boleh melirik istriku" kata Refan
"yauda tapi dipipi aja ya sayang" kata Cantika
Refan mengangguk lalu dia mencium pipi Cantika
Refan tersenyum .senyuman yang sangat manis. tanpa mereka sadari beberapa pasang mata memperhatikan mereka dengan tatapan iri.
"mana balasannya" kata Refan
"apa harus dibalas mas?" tanya Cantika
"kalau dibibir nggak perlu dibalas, tapi kalau dipipi harus dibalas dong" kata Refan
Cantika tertawa lalu kemudian dia mencium pipi suaminya.
"yauda aku masuk duluan ya sayang" Cantika melangkah lalu melambaikan tangan
"iya sayang, sampai nanti" Refan membalas lambaian tangan Cantika
saat hendak melangkah, tiba tiba hpnya berdering.
Refan mengangkat telepon itu dengan wajah serius
"oke, saya akan segera kesana" Refan menutup teleponnya dan masuk kedalam mobil kemudian melajukan mobilnya kerumah sakit
__ADS_1