Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Dikerjai (Season 2)


__ADS_3

Pagi itu Rafan dan Refan sedang sarapan dengan papanya.


amelia mendadak harus menemani syifa ke sekolah pagi pagi sekali karena urusan mendadak.


arka menatap kedua purtanya dengan tatapan yang tidak biasa.


"pa kenapa kok natap kita begitu?" kata refan merasa tidak nyaman dengan tatapan papanya


"tidak hanya saja papa ragu kamu ini refan atau rafan" kata arka


"pa, ini refan. papa kok mendadak aneh gini?" tanya refan


"oh ya? papa hanya tidak mau kalian bertukar lagi" kata arka.


rafan seketika langsung terbatuk karena tersedak


"pa, tau darimana? mama?" tanya refan khawatir


"tidak, kemarin papa sempat lihat kalian masuk ke mobil dengan wajah dan penampilan sama" kata arka


"pa, mama tau nggak?" tanya rafan gugup


"mama tau" kata arka membuat mata rafan dan refan terbelalak seketika


"habis lah kita ra" kata refan dengan wajah takut


"kenapa takut. mama kan hanya bilang kalau kalian melakukan hal yang melanggar batas kalian akan dijodohkan dengan wanita pilihan mama" kata arka santai


"pa, tolong dong bilang sama mama jangan jodohin kita, tolong dong bujuk mama pa" kata refan memelas.


ingin rasanya arka tertawa tapi dia segera menahan tawa itu

__ADS_1


"papa tidak bisa melawan aturan yang sudah kita sepakati bersama" kata arka


"lo sih re kan jadi ketauan" kata rafan melotot kepada refan


"sorry ra, gue nggak tau bakalan kayak gini" kata refan dengan wajah memelas


"udahlah ngapain dipikirin" kata arka


"ya jelas harus dipikirin pa, ini menyangkut masa depan kita" kata refan


"memangnya siapa yang akan merusak masa depan kalian" kata arka


"perjodohan itu pa?" kata refan


"perjodohan yang mana?" tanya arka


"yang akan kita jalani karena kesalahan kita pa" kata refan


"kesalahan apa?" tanya arka


"papa gimana sih, ya kesalahan karena bertukar posisi yang bikin mama marah" kata refan


"kenapa mama marah?" tanya arka


"ya karena mama tau pa" kata refan


"siapa yang bilang mama tau" kata arka


"kan tadi papa yang bilang" refan semakin bingung


"oh papa salah ngomong" kata arka enteng

__ADS_1


"apa??" refan terbelalak tidak percaya bahwa pagi ini papanya menjahilinya


arka tertawa dan rafan cekikikan menlihat kebodohan refan


"calon doktet kok gampang banget sih dibodohi" kata arka


"ah papa nggak asyik nih. lo juga ra bukannya ingetin gue malah diem aja" kata refan


"makanya jangan suka bertindak sembrono. dasar anak nakal" kata arka yang masih tertawa


"refan nggak sengaja pa, itu karena keadaan darurat" bela refan


"iya iya tapi tetap itu salah, saat kamu memutuskan untuk jadi dokter kamu harus siap untuk merelakan jam istirahatmu demi pekerjaan mulia" kata arka


"apa kamu tau dokter hebat itu yang siap melayani pasien setiap waktu, kalau kamu bergadang pada malam hari, maka saat pagi hari kamu harus tetap siaga. tidak ada kata malas untuk seorang dokter" kata arka


"iya pa, papa bener harusnya refan jangan mementingkan ego refan. harusnya refan ambil resiko karena telat ngerjain tugas" kata refan dengan tatapan bersalah


"sudah lah, ini sekaligus pelajaran buat kalian berdua untuk tidak merahasiakan sesuatu dari kami orang tua kalian" kata arka


"iya pa, ra maafin gue ya lo sampek terbawa ke masalah gue" kata refan


"santai aja bro" kata rafan menepuk bahu refan


"udah yuk berangkat" kata arka


mereka semua pun berangkat ketempat tujuan masing masing.


arka ke kantor.


rafan kerumah adelia menjemputnya untuk melaksanakan baksos di beberapa kampung.

__ADS_1


sedangkan refan ke kampus


__ADS_2