
Didepan sebuah gang sempit, Amel menghentikan taxi yang membawanya.
Saat sudah di depan pintu rumah yang ada di gang itu amel mengetok pintu.
Tok...tok...tok
Seorang wanita tua membuka pintu itu dan terkejut melihat sosok yang sangat disayanginya.
"Anastasya" kata wanita tua itu sambil memeluknya penuh kehangatan.
"Nenek" Amel membalas pelukan wanita tua itu. Dia adalah seorang nenek yang dulu pernah ditolong Amel saat di rampok. Orang orang memanggilnya nek Ijah
sedangkan nama Amelia adalah Amelia Anastasya namun nek Ijah memangginya dengan nama belakang saja agar berbeda katanya.
Nek Ijah hidup sebatang kara. Beberapa kali meminta Amel untuk tinggal bersamanya namun Amel menolak halus karena bu Indah akan sendirian.
Selesai kangen kangenan. Amel pun menceritakan semua pada nek Ijah tanpa terlewat sedikitpun.
Nek Ijah yang mendengarnya sangat sedih dan terus menangis. "Kenapa kamu tidak melakukan itu sayang?"
"Belum saatnya nek, aku ingin rumput liar bisa tercabut sampai ke akarnya" sahut Amel.
__ADS_1
"Sudah lah nak, tidur lah dikamar bekas cucu nenek ya" kata nek Ijah.
Cucu nek Ijah sudah menikah dan ikut suami tapi tetap mengunjungi nek Ijah sebulan sekali.
Amel pun menuju kamar lalu menyusun baju dan terlelap karena kelelahan.
Sementara itu......
Di apartemen Alexia.
Yess, akhirnya aku bisa menyingkirkan wanita sialan itu dan kini aku bisa bersama Arka tanpa ada gangguan darinya. Memang menjebak Amel adalah rencana Alexia
cih sudah eike duga
Di dalam kamar. Terlihat semua kacau,
barang barang banyak yang pecah bahkan tangan Arka berdarah karena terkena serpihan kaca itu.
Dia terduduk disudut ruangan dengan posisi menyandarkan kepala di dinding seperti orang putus asa. "Kenapa kamu tega sekali Ameliaaaaaaaa!!!!!" Arka berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri.
Saat itu hpnya berdering ternyata bu Indah menelpon. Arka menduga Amel sudah menceritakan semua pada bu Indah. Arka mengangkatnya.
__ADS_1
"Halo nak Arka apa Amel baik baik saja?" kata bu Indah diseberang telepon.
Arka terkejut bukan kah Amel berada disana.
"Nak Arka, ibu dari tadi gak tenang perasaan ibu terus gak enak soal Amel. Hpnya tidak bisa dihubungi, apa dia ada disitu Nak? Boleh ibu bicara"
Arka masih diam dia bingung harus bilang apa.
"A...Amel sedang tidur bu dia kelelahan mungkin karena efek hamil" kata Arka asal.
"Ya Allah alhamdulillah ternyata Amelia hamil? Ya Allah Nak ibu senang sekali mendengarnya. Bilang aja sama Amel gak usah tengokin ibu gapapa yang penting dia sehat" kata bu Indah yang kegirangan dari seberang telepon.
Arka menutup teleponnya.
Ya Allah kemana dia. Kenapa dia tidak kembali ke panti. Kalau dia tinggal ditempat lain bagaimana dia bisa menghidupi dirinya sendiri. Ah bagaimana ini kenapa aku mengkhawatirkannya begini. Dia sudah menghianatiku.
Arka mengambil hp nya dan mencoba menelpon Amel namun tidak aktif.
Tiba tiba ada chat wa masuk dari Amel.
"Mas tolong jangan katakan apa apa pada bu Indah, dia punya riwayat jantung. Ku mohon jangan cari aku. Wku minta maaf tidak bisa datang ke pestamu. Sampaikan maafku pada mereka. Dan tolong jaga Alexia"
__ADS_1
Arka mencoba mengirimi dia chat namun sudah tidak aktif. Sepertinya dia melepas kartu setelah mengirim pesan.
"Ahh siaaaaaallll" Arka menjambak rambutnya kembali.