
Dalam video itu terdengar jelas percakapan di antara mereka.
Vina sudah berkeringat dingin, ingin dia berlari dan menghancurkan video itu namun tangannya ditahan oleh Cantika.
Semua orang melihat video itu sampai sebuah kalimat dari Vina membuat mereka terkejut setengah mati.
kalimat itu berisi ucapan :
*****
"kamu tau apa yang akan dipikirkan orang lain? orang akan berpikir Refan menikahi kamu karena trik papamu dan kamu yang memanfaatkan fisikmu. kok kamu jadi kayak menjual diri ya, emangnya kamu wanita malam ya??"
*****
Setelah video itu selesai, semua orang menatap benci ke arah Vina. tatapan simpati kini menjadi tatapan benci.
Vina segera meninggalkan ruangan itu dengan sorakan semua orang yang ada disitu.
Cantika menatap Refan. air matanya masih menetes.
Refan datang dan mengusap air matanya lalu memeluknya didepan awak media. tentu ini menjadi teriakan para kaum hawa dimana pun karena mereka masih terekspos oleh kamera para awak media yang menayangkannya secara langsung.
Refan melepaskan pelukannya lalu menghadap ke arah kamera.
"terima kasih kepada semua yang hadir disini" Refan mengatupkan tangannya.
Dia menghampiri cantika dan menggandeng tangannya keluar dari gedung itu.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam mobil menuju rumah Refan.
Cantika terus memaksanya memberitahu apa yang terjadi namun Refan tidak mau dengan alasan sedang fokus menyetir.
mereka tiba dipekarangan rumah Refan.
Cantika merasa Berdebar karena dia akan bertemu calon mertuanya. sebelumnya dia memang sering kerumah Refan namun saat bertemu orang tua Refan hanya sekedar menyapa saja. kalau kali ini mereka akan makan siang bersama.
Mereka masuk kedalam rumah. Cantika sangat gugup.
Amelia dan Arka menyambutnya dengan hangat.
"halo calon menantu mama" Amelia memeluk Cantika
"halo ma" kata Cantika yang memang sudah dibiasakan sejak awal memanggi Amelia dan Arka dengan sebutan mama dan papa
Mereka segera menuju meja makan dan langsung menyantap makanannya.
"Cantik, benar benar sempurna" kata Amelia yang langsung membuat pipi Cantika bersemu
"mama bisa aja" kata Cantika malu malu
"Sayang, kamu pasti agak terguncang ya dengan kejadian hari ini ya. untung Refan bisa cepet nemuin bukti itu" kata Amelia
Cantika menatap Refan.
Refan langsung membuka suara...
__ADS_1
"sebenaranya......."
Flashback on
"apa? bagaimana mungkin kamu tidak bisa mencari bukti percakapan mereka? kamu benar benar payah" Arka memarahi Refan habis habisan
"udah pa tenang dulu" kata Amelia
"Refan udah liat CCTV tapi memang CCTV diruangan itu nggak disertai rekaman suara pa" kata Refan
"kenapa rumah sakit sebesar itu kamu lupa mengganti CCTVnya" kata Arka kesal
"maaf pa" kata Refan menunduk
"papa tidak mau tau, kamu temukan bukti siapa yang salah agar masalah ini cepat selesai" kata Arka
"Re, mama berharap banyak sama kamu. tolong selamatkan Nama baik rumah sakit dan juga Cantika" kata Amelia masih menatap dengan tatapan kecewa.
"iya ma, kalau gitu Refan berangkat kerja dulu" Refan pamit
Arka masih kesal.
"pa, apa kamu lupa kalau adegan hari ini sama saat papa memakimu saat aku pergi. iyakan" kata Amelia
"kamu tau darimana?" tanya Arka kaget
"dari papa" kata Amelia membuat Arka salah tingkah.
__ADS_1
"sudah lah, ayo pergi meeting akan dimulai 1 jam lagi" ajak Arka yang masih merasa gugup
Amelia hanya tertawa melihat tingkah suaminya.