Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Siapa Dia?


__ADS_3

Gadis itu masih berdiri disana.


"Hentikan kebodohanmu Arka. Jangan menikah dengannya !!!!" teriak Elsa.


"Kenapa aku tidak boleh menikah dengannya?" Arka penasaran dengan maksud perkataan Elsa.


"Karena dia bukan Alexia"


Tiba tiba suara Amel muncul dari belakang Elsa.


"Apa???" Arka terkejut mendengarnya.


"Arka, dia sudah mengelabui kalian semua, dia bukan Alexia. Dia adalah Stefani. Temanku saat di London!!"


Semua yang ada di sana terkejut mendengarnya.


"Apa yang kamu katakan Elsa?"


"Arka, aku minta maaf, sebenarnya saat kamu tenggelam dulu adalah sabotase Stefani agar kamu terikat bersamaku. Dia ingin tau semua hal tentangmu sebelum benar benar datang kepadamu" Elsa berhenti berbicara lalu menatap Alexia yang sebenarnya adalah Stefani yang kini tampak pucat.


"Bohong , aku tidak mengenalnya Arka. Aku adalah Alexia. Dia hanya mengada ada. Ini....ini semua pasti rencana Amel agar pernikahan kita batal" Stefani mencoba meyakinkan Arka.


"Tunggu elsa, tapi dia mengingat semua kenangan kami dulu saat di London dan aku masih ingat wajah Alexia, dan dia memang mirip"


"Itu karena dia mengikutimu sejak kamu sekolah di London, Arka. Dia sangat terobsesi denganmu karena kamu pernah menolaknya demi Alexia. Saat dia tau Alexia menghilang, dia bikin rencana untuk menyamar jadi Alexia. Dia melakukan operasi plastik pada wajahnya agar bisa semirip mungkin dengan Alexia. Apa kamu benar benar tidak ingat dulu ada gadis jelek berusia 14 tahun yang tergila gila padamu namun kamu tolak mentah mentah" Elsa kembali mengingatkan.


Arka sedikit mengenang dan dia pun ingat.

__ADS_1


"Ya aku ingat"


"Dialah gadis itu, Arka" Elsa terus meyakinkan Arka.


"Tidak, kamu tidak punya bukti. Bisa saja kamu hanya mengarang cerita." Stefani membela diri.


Amelia melemparkan beberapa berkas ke hadapan Arka dan Stefani. Telihat itu adalah KTP dan KK Stefani.


"Tidak ini bohong, ini palsu! Stefani berteriak tidak karuan.


"Oh ya? Kalau telingamu masih berfungsi coba dengarkan ini baik baik" Amel berjalan ke arah sebuah TV lalu memutar rekaman di tv yang sebelumnya disediakan untuk kebutuhan dokumentasi.


Amel memutar sebuah video saat stefani bertemu Elsa beberapa bulan yang lalu saat Arka baru menikah siri dengannya. Di video tersebut, Elsa tengah duduk dengan Stefani.


"Stef gila lo, jadi sekarang lo udah nikah siri sama Arka?" Elsa terlihat terkejut.


"Ya tapi kalian gak sah Stef, karena nama lo kan Stefani bukan Alexia" Elsa mengingatkan.


"Gue gak peduli yang penting Arka jadi milik gue"


"Stef bulan depan gue sama Roby mau tunangan, lo bisa dateng nggak?"


"Ya enggak lah, Arka lebih penting buat gue daripada lo"


"Klk lo gitu? Gue kan udah bantuin lo sejauh ini" kata Elsa kesal.


"Setelah gue dapetin Arka, lo bukan siapa siapa gue lagi. Pergi sana lo. Inget ya kalo lo berani buka mulut, tunangan lo bakal gue pecat dari posisinya di perusahaan gue biar lo nikah habis itu jadi gembel sekalian" kata Stefani yang berlalu pergi meninggalkan Elsa sendirian.

__ADS_1


Stefanie tak kehabisan akal, dia mendekati oma Arka.


"Oma, tolong aku pernikahan ini tetap berlangsung kan. Yang penting aku punya asal usul yang jelas gak kayak Amel kan oma" Reaksi oma diluar dugaan. Ia malah menepis tangan Alexia dengan kasar.


"Jangan berani menyentuhku perempuan tidak tau malu" Oma membentak Stefani. Ia pun berjalan mendekati Amel.


"Dia lah cucu menantuku bukan kamu! "


Arka masih bingung dengan sikap oma. Amel melihat Arka dengan tatapan seperti tidak tahu apa-apa. Arka hanya geleng gelang kepala.


Tidak lama kemudian, polisi datang


menangkap stefani dengan tuduhan pemalsuan identitas.


Stefani pasrah. Namun pada saat melewati Amel, dia berontak dan mencoba memukul perut Amel yang langsung ditangkis oleh Arka.


"Akan ku bunuh kamu berengsekkk!!" Stefani berteriak seperti orang gila.


"Maaf atas kekacauan ini bapak ibu, saya harap cerita ini jangan sampai keluar atau kita tau sendiri ya apa yang akan terjadi ya hahhaha" Oma tertawa sambil mengancam. Tentu tidak akan ada yang berani melawan keluarga Wijaya jika ingin hidup dengan tenang.


"Baiklah, sebenarnya hari ini kami memang mengadakan acara yaitu 7 bulanan istri Arka" kata oma menimpali.


Acara pun dilaksanakan


Sementara Arka, papa, dan mama masih penasaran dengan apa yang terjadi.


******

__ADS_1


Mohon maaf untuk alur cerita dan tata bahasa dan kosa kata yang masih kurang. Ini karya pertama Author. Harap dimaklumi. Jika tidak suka silakan di skip tanpa meninggalkan hate komen. Terima kasih 😘💕


__ADS_2