Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Kedatangan Oma Arka


__ADS_3

Bulan telah berganti.


Kini usia kehamilan Amelia memasuki bulan ke-7.


Alexia selalu mencoba mendekati Arka dengan mencuri perhatiannya. Seperti saat Alexia pura pura sakit. Atau saat Alexia pura pura jatuh


semua dilakukannya demi mendapat perhatian Arka.


Amelia melihat kelakuan Arka dan Alexia agak jengah namun dia menutupi kecemburuannya.


Saat makan malam.


"Amel kamu ikut aku ke rumah papa ya, oma mau ketemu kamu" Arka memulai pembicaraan.


"Iya, sayang" Amel mengangguk.


"Alexia kamu juga ikut ya karena oma juga tau kalau kamu istri keduaku," sambung Arka.


"Iya" Alexia juga mengangguk perlahan. Dalam hatinya merasa senang karena juga diajak oleh Arka.


Selesai makan, mereka pergi ke kamar masing-masing.


Di kamar Arka dan Amel.


"Sayang, saat bertemu oma kamu jangan ambil hati omongan oma ya karena oma sangat tidak suka Mama Cintya karena latar belakangnya. Aku khawatir kamu juga akan mendengar kata kata pedas dari oma" Arka mengingatkan.

__ADS_1


"Iya, sayang, ayo tidur," ajak Amel.


Keesokan harinya.


Mereka bertiga menuju rumah papa Arka. Sesampainya disana, oma langsung tertarik pada Alexia yang terlihat berpenampilan sangat berkelas berbeda dengan Amel yang berpenampilan sederhana karena sedang hamil.


"Oma kenalkan ini Amelia dan ini Alexia" Arka memperkenalkan kedua istrinya.


"Hai sayang, cantik sekali kamu" Oma mendekati Alexia dan tersenyum ramah.


"Katakan asal usulmu" Oma membimbing Alexia ke sofa sedangkan Amel yang diabaikan diam saja dengan perasaan sedih.


Aku sudah menyelidiki ternyata Oma Arka ini suka hal yang perfect dan berkelas


jadi aku bisa mendapatkan perhatiannya. Batin Alexia.


"Wah wah kamu ternyata sangat kaya ya sangat pantas bersama Arka cucuku. Tapi sayang ada benalu diantara kalian," kata oma sambil melirik Amel dengan tatapan tidak suka. Amel hanya tertunduk menahan air mata.


"Oma udah dong kita kesini mau temu kangen bukan mau perang" Arka membela Amel yang dipojokkan oma.


"Mama, ayo kita makan siang" ajak Cintya kepada mertuanya yang sebenarnya masih tidak suka kepadanya. Dia juga yang dulu mempengaruhi Arka agar membenci ibu tirinya.


Di ruang makan.


"Alexia, kamu kapan kapan temeni oma belanja ya, oma lihat selera berpakaian kamu bagus sekali, bahkan yang dibutik Cintya kalah bagus sama yang kamu pakai" Oma melirik Cintya dengan tatapan sinis.

__ADS_1


Cintya yang sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu biasa saja menanggapinya.


Setelah makan siang, mereka menuju ruang keluarga. Mereka bercerita tentang Arka saat kecil.


"Arka itu dulu zaim banget loh. Oma gak nyangka ya salah satu istrinya ternyata anak panti asuhan dan asal usulnya gak jelas, beda sama kamu" Oma tertawa.


Amel masih diam, Arka menggenggam erat tangannya berusaha menguatkannya.


"Arka, segera urus buku nikah kalian oma sangat ingin punya cucu menantu seperti Alexia" kata oma.


Arka kaget tidak tau harus bilang apa.


"Minggu depan kalian menikah lagi disini dengan disaksikan banyak orang" perintah oma.


"Tapi oma itu tidak mungkin" bantah Arka.


"Kalau kamu tidak mau menurut, oma akan ambil semua aset yang sudah oma berikan pada papamu" ancam oma.


"Oma, arka......."


Belum siap Arka berbicara, oma langsung memotongnya.


"Tidak ada penolakan dikeluarga Wijaya" ancam oma kali ini lebih keras.


Mereka semua hanya pasrah.

__ADS_1


Amel diam saja menahan air matanya. Arka yang melihatnya mengajaknya pulang, sementara Alexia ditinggalkan bersama oma yang masih betah bersamanya.


__ADS_2