Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Tertangkap


__ADS_3

sebulan kemudian


amelia sudah melepas tongkatnya dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa


arka mengerahkan dokter terbaik sehingga kaki amelia cepat pulih


hari itu hari sabtu


amelia sedang menyiapkan sarapan untuk suami dan anak anaknya


beberapa menit kemudian mereka semua sudah turun dengan pakaian yang rapi seperti mau pergi berlibur


ya, mereka akan mengadakan ulang tahun amelia di rumah oma nya di London


mama dan papa arka juga akan datang kesana


namun bu indah tidak bisa ikut karena ada hal penting yang tidak bisa ditinggal


"jangan buru buru makannya refan" kata amelia melihat refan mempercepat durasi makannya


"sepertinya refan sudah tidak sabar bertemu alex dan oma buyut ya" kata sambil arka tertawa


refan hanya tersenyum malu lalu memperlambat durasi makannya


"mas, semua perlengkapan sudah siap kan?" tanya amelia


"udah sayang, semua udah dimobil" kata arka


mereka pun segera menghabiskan sarapannya


setelah itu mereka bersiap siap akan pergi namun telepon arka berdering


arka melihat si pemanggil dan langsung mengangkatnya

__ADS_1


"halo"


"selamat pagi pak, kami dari pihak kepolisian sudah menangkap pelaku kecelakaan. bisakah anda kemari pak?"


"baik pak, kami akan segera kesana" arka menutup teleponnya


"vicky tolong antarkan anak saya kerumah papa adrian. kami akan menyusul nanti" kata arka


vicky mengangguk lalu membawa rafan dan refan kedalam mobil.


"sayang, nanti mama sama papa nyusul ya" kata amelia


mereka mengangguk mengerti


segera kedua mobil itu melaju kearah berlawanan


arka dan amel ke kantor polisi


sedangkan rafan dan refan kerumah opa dan oma mereka


"selamat pagi pak arka dan ibu amelia" seorang kepala polisi memjabat tangan arka dan amel


"mari pak, saya akan pertemukan dengan pelaku" kata polisi itu membimbing mereka ke sebuah sel


"ini dia orangnya pak" kata polisi itu menunjuk seorang pria yang sedang terduduk lesu


pria itu mengangkat wajahnya


betapa kagetnya arka dan amelia karena tersangka itu adalah pak rudi


orang yang dulu pernah memfitnah amel dan menggelapkan uang perusahaan


"kamu? dasar kurang ajar berani sekali kamu mencelakai istriku" bentak arka

__ADS_1


"itulah balasan untuk kalian karena sudah membuatku menderita" kata rudi


"kamu salah, sekarang terima lah balasan, kamu akan membusuk dipenjara ini. karena saya tidak akan membiarkan kamu menjalani hukuman yang ringan" kata arka sinis


"oh pengacaraku akan membantuku" kata rudi yakin


"pengacara yang mana? yang sudah lari karena tidak sanggup menangani kasusmu?" kata arka disela tawanya


rudi kaget dan matanya menatap tajam kepada arka


"sudah lah sayang, jangan buang waktumu berbicara dengannya" bujuk amel


mereka pun segera keluar dari sana dan menemui polisi


"kami masih perlu waktu sampai sidang dimulai, dan ibu amelia akan kami butuhkan saat persidangan" kata polisi itu


"baik pak, segera kabari saya ya" kata amel


"kalau begitu kami permisi pak, terima kasih atas kerja kerasnya"kata arka menjabat tangan polisi itu bersama amel


diperjalanan


"aku gak nyangka dua kali dia membuatku dalam masalah" kata amel kesal


"sepertinya kekesalanku berpindah kepadamu" kata arka tersenyum


"hahaha padahal aku yang menahanmu tadi, tapi aku jadi tertular emosimu sayang"


arka tersenyum


"sudahlah, kita akan bersenang senang. jadi lupakan soal yang lain"


amel mengangguk tersenyum

__ADS_1


dia menatap keluar jendela


memperhatikan pohon dipinggir jalan yang terlihat silih berganti sesuai irama kecepatan mobilnya


__ADS_2