
sebulan kemudian
amelia sudah melepas tongkatnya dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa
arka mengerahkan dokter terbaik sehingga kaki amelia cepat pulih
hari itu hari sabtu
amelia sedang menyiapkan sarapan untuk suami dan anak anaknya
beberapa menit kemudian mereka semua sudah turun dengan pakaian yang rapi seperti mau pergi berlibur
ya, mereka akan mengadakan ulang tahun amelia di rumah oma nya di London
mama dan papa arka juga akan datang kesana
namun bu indah tidak bisa ikut karena ada hal penting yang tidak bisa ditinggal
"jangan buru buru makannya refan" kata amelia melihat refan mempercepat durasi makannya
"sepertinya refan sudah tidak sabar bertemu alex dan oma buyut ya" kata sambil arka tertawa
refan hanya tersenyum malu lalu memperlambat durasi makannya
"mas, semua perlengkapan sudah siap kan?" tanya amelia
"udah sayang, semua udah dimobil" kata arka
mereka pun segera menghabiskan sarapannya
setelah itu mereka bersiap siap akan pergi namun telepon arka berdering
arka melihat si pemanggil dan langsung mengangkatnya
__ADS_1
"halo"
"selamat pagi pak, kami dari pihak kepolisian sudah menangkap pelaku kecelakaan. bisakah anda kemari pak?"
"baik pak, kami akan segera kesana" arka menutup teleponnya
"vicky tolong antarkan anak saya kerumah papa adrian. kami akan menyusul nanti" kata arka
vicky mengangguk lalu membawa rafan dan refan kedalam mobil.
"sayang, nanti mama sama papa nyusul ya" kata amelia
mereka mengangguk mengerti
segera kedua mobil itu melaju kearah berlawanan
arka dan amel ke kantor polisi
sedangkan rafan dan refan kerumah opa dan oma mereka
"selamat pagi pak arka dan ibu amelia" seorang kepala polisi memjabat tangan arka dan amel
"mari pak, saya akan pertemukan dengan pelaku" kata polisi itu membimbing mereka ke sebuah sel
"ini dia orangnya pak" kata polisi itu menunjuk seorang pria yang sedang terduduk lesu
pria itu mengangkat wajahnya
betapa kagetnya arka dan amelia karena tersangka itu adalah pak rudi
orang yang dulu pernah memfitnah amel dan menggelapkan uang perusahaan
"kamu? dasar kurang ajar berani sekali kamu mencelakai istriku" bentak arka
__ADS_1
"itulah balasan untuk kalian karena sudah membuatku menderita" kata rudi
"kamu salah, sekarang terima lah balasan, kamu akan membusuk dipenjara ini. karena saya tidak akan membiarkan kamu menjalani hukuman yang ringan" kata arka sinis
"oh pengacaraku akan membantuku" kata rudi yakin
"pengacara yang mana? yang sudah lari karena tidak sanggup menangani kasusmu?" kata arka disela tawanya
rudi kaget dan matanya menatap tajam kepada arka
"sudah lah sayang, jangan buang waktumu berbicara dengannya" bujuk amel
mereka pun segera keluar dari sana dan menemui polisi
"kami masih perlu waktu sampai sidang dimulai, dan ibu amelia akan kami butuhkan saat persidangan" kata polisi itu
"baik pak, segera kabari saya ya" kata amel
"kalau begitu kami permisi pak, terima kasih atas kerja kerasnya"kata arka menjabat tangan polisi itu bersama amel
diperjalanan
"aku gak nyangka dua kali dia membuatku dalam masalah" kata amel kesal
"sepertinya kekesalanku berpindah kepadamu" kata arka tersenyum
"hahaha padahal aku yang menahanmu tadi, tapi aku jadi tertular emosimu sayang"
arka tersenyum
"sudahlah, kita akan bersenang senang. jadi lupakan soal yang lain"
amel mengangguk tersenyum
__ADS_1
dia menatap keluar jendela
memperhatikan pohon dipinggir jalan yang terlihat silih berganti sesuai irama kecepatan mobilnya