Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Pertolongan (Season 2)


__ADS_3

flashback on


pagi itu sekitar jam 6 pagi, seseorang mengetuk pintu rumah arka wijaya.


pintu dibuka oleh seorang wanita paruh baya.


sepertinya dia pembantu rumah itu.


"maaf bu boleh ketemu refan" kata laki laki itu yang ternyata adalah bima.


"maaf, siapa ya" kata bi ijah


"katakan saja, bima sepupu cantika" kata bima


"sebentar mas saya panggil dulu" kata bi ijah meninggalkan bima setelah mempersilahkannya masuk.


tak lama kemudian rafan turun.


bima tidak tau itu rafan. dia segera menghampiri rafan dan tidak memperhatikan penampilannya yang tidak seperti refan.


"re, tolongin cantika re gue mohon" kata bima menghampiri rafan yang terlihat kebingungan.


"maaf gue bukan.. "


"re, plis re, nasib cantika tergantung sama lo re" kata bima


"bima" refan memanggilnya saat menuruni anak tangga


"refan, dan ini juga refan. kok ada dua" bima kebingungan


"dia sodara kembar gue namanya rafan" kata refan. kini dia sudah sampai bawah.


"ma..maaf rafan" bima menunduk malu


"nggak apa apa kok, yaudah kalian ngobrol aja gue tinggal dulu ya" kata rafan berlalu pergi ke arah belakang rumahnya


"bima" refan menyadarkan bima


"lo kayak habis ngeliat hantu aja" kata refan


"ah iya, sorry soalnya gua nggak tau kalo lo punya sodara kembar" kata bima

__ADS_1


"duduk dulu yuk" aja refan


setelah keduanya duduk.


"ada apa bim, pagi pagi udah kesini" tanya refan


"re tolongin cantika re, hari ini dia mau dinikahin sama ray" kata bima


"apa??? ray??? nikah??? hari ini??" kata refan kaget


"iya , tolongin gue re" kata bima


"apa yang bisa gue bantu dan apa alasan gue harus bantuin lo, bukannya cantika itu cewe munafik ya" kata refan mulai badmood


"munafik? siapa yang bilang?" tanya bima


"dinda, dulu juga gue pernah lihat dia dorong angel sambil menghina angel" kata refan


"lo percaya?" tanya bima


"ya gue...emmm gue liat dengan mata gue sendiri" kata refan ragu


"apa lo yakin?" tanya refan


"apa lo mau kita kerumah dinda?" tanya bima


"lalu angel?" tanya refan


"kita akan cari tau itu nanti, sekarang plis bantuin gue, kasian cantika kalo harus nikah sama ray" kata bima sedih


"apa yang lo punya?" tanya refan


"ini video ray pas lagi jalan dan tidur sama cewe cewe dan itu juga ada video dia hampir memperkosa cantika" kata bima


"lo udah punya ini kenapa minta tolong gue" kata refan


"karena gue tau video ini gak cukup buat ngebantah papa cantika, dia sangat keras dan gak akan peduli nasib cantika kedepannya gimana. lo bisa bantu gue dengan nama lo" kata bima


"nama gue?" refan mengernyitkan alisnya


"nggak ada pembisnis yang berani melawan keluarga wijaya" kata bima

__ADS_1


"jadi gue harus jual nama?" kata refan


"ini demi cantika re, kita hanya akan melakukan itu jika rencana pertama gagal" kata bima


"oke" kata refan


mereka pun segera bergegas menuju rumah cantika. sepanjang jalan bima menceritakan kisah cantika dari kecil. hati refan sangat sakit mendengar penderitaannya.


dia semakin bertekad melindungi cantika.


mereka sampai di parkiran rumah cantika.


sudah banyak mobil disana.


saat mereka hendak masuk, mereka dihadang oleh penjaga karena berdasarkan suruhan papa cantika, bima tidak diperbolehkan masuk.


"re, lo alihin perhatian mereka biar gue dulu yang kesana" kata bima


refan segera memanggil mereka agar mengejarnya.


sementara bima berlari sekuat tenaga karena halaman rumah cantika sangat luas.


refan menghentikan larinya saat melihat bima sudah masuk.


"oke, gue nyerah, tapi kasih gue waktu 1 menit" kata refan


"mau ngapain lo?" tanya salah satu penjaga


"lo pada tau siapa arka wijaya?" tanya refan


"ya tau lah, orang yang paling berkuasa disini" kata penjaga itu


"oke nih, gue kenalin sama anaknya" refan menunjukkan foto keluarga. difoto itu ada papanya arka, mamanya, rafan, dia , dan syifa


ketiga penjaga itu pucat.


"kalo lo masih mau kerja, lepasin gue" kata refan


penjaga melepasnya. dan segera refan menyusul bima kedalam


flasback off

__ADS_1


__ADS_2