
Hari sudah malam, Cantika masih mengurung dirinya didalam kamar.
Refan sudah memasak makanan untuk mereka.
Tokk Tokk Tokkk
"Cantika, ayo makan dulu sayang" Kata Refan.
Tidak ada sahutan dari dalam.
"Cantika, kalau kamu nggak mau makan aku juga nggak bakal makan" Kata Refan lagi.
Masih belum juga ada jawaban
"Cantika, Vina dateng lagi tuh di depan tolong dong usir dia" Kata Refan.
Pintu langsung terbuka.
Dengan mata berapi api Cantika pergi ke pintu depan.
Dia membuka pintu depan namun tidak ada siapa siapa.
Cantika masuk dengan raut wajah kesal.
"Kamu kok bohongin aku Mas" Gerutu Cantika.
"Biar kamu keluar terus makan sama aku. Tuh udah aku siapin" Kata Refan menunjuk arah ruang makan mereka.
"Aku nggak mau" Jawab Cantika sambil melipat tangannya.
"Sayang ayo makan, nanti kamu sakit" Bujuk Refan.
"Ya biarin aja aku sakit percuma kamu dokter. Apa kamu nggak mau ngobatin aku? Oh kamu pasti mau ngobatin Vina ya" Cantika bertambah kesal.
"Sayang, aku nggak ada hubungan apa apa sama Vina" Kata Refan.
"Oh ya apa menurutmu aku buta?" Kata Cantika.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin mata seindah ini bisa buta?" Kata Refan.
"Udah deh Mas jangan ngalihin pembicaraan" Kata Cantika.
"Sayang dengarkan aku, tadi itu Vina bilang mau minta maaf sama aku jadi aku biarin dia masuk. Setelah itu aku udah nyuruh dia pergi karena aku bilang kalau kamu mau dateng dan aku nggak mau kamu salah paham. Bukannya pergi dia malah,,,"Refan menggantung ceritanya.
"Malah apa Mas?" Tanya Cantika.
"Dia mau memperkosa aku" Kata Refan tertunduk.
Cantika yang tadinya marah seketika langsung tertawa.
Refan sangat malu tapi hatinya sedikit lega.
"Dasar pelakor kecentilan" Cantika masih tertawa.
"Kamu percaya sama aku kan?" Tanya Refan.
"Enggak. Kalau kamu merasa di perkosa kenapa nggak ngelawan kenapa diem aja?" Tanya Cantika.
"Menurut kamu apa yang akan terjadi kalau aku mengasari dia? Apa kamu pikir dia bakal diem aja? Dia bisa buat tuduhan palsu untuk aku sayang" Kata Refan.
Refan mendekatinya dan memegang kedua bahunya.
"Kamu adalah wanita yang aku cintai. Dari beribu pria yang mengejarmu hanya aku yang kamu pilih. Mana mungkin aku bisa menyakitimu. Aku laki laki paling beruntung di dunia karena memiliki kamu. Lihat lah semua yang ada padamu benar benar sempurna" Kata Refan yang kini memegang pipi Cantika.
Cantika tersenyum senang dengan pujian Refan.
"Ayo kita makan, aku udah masak buat kamu" Kata Refan.
"Memangnya enak Mas?" Tanya Cantika.
"Entah lah kita coba aja dulu" Kata Refan.
Cantika langsung mengangguk dan mereka pun berjalan ke meja makan.
Cantika mencoba masakan Refan.
__ADS_1
"Mmm enak banget Mas" Kata Cantika.
"Ini resep yang dikasih Mama Amelia sayang" Kata Refan.
"Wah Mama pinter banget masak ya Mas" Kata Cantika.
"Makanya Papa, aku, Rafan dan syifa males jajan di luar kalo ada Mama dirumah" Kata Refan.
"Mama memang the best" Kata Cantika.
"Yauda ayo habisin makanannya" Kata Refan.
Mereka pun melanjutkan makannya.
Setelah itu mereka memilih menonton Tv bersama.
Saat tengah duduk di Sofa depan Tv.
"Sayang, kamu wangi banget" Refan mencium bahu Cantika.
"Iya, karena kesel sama kmu jadi aku berendem sampek lama banget" Kata Cantika.
Refan mencium pipi Cantika.
"Mas kamu apaan sih" Kata Cantika merasa risih.
"Wangi kamu menggoda banget" Refan mencoba mencium Cantika lagi.
"Mas ini di Sofa" Kata Cantika yang menghentikan ciuman Refan.
"Iya siapa bilang ini di dapur" Refan melanjutkan aktivitasnya.
"Mas jangan disini. Ayo ke kamar" Ajak Cantika.
"Aku mau disini aja lagian kan nggak ada pembantu kalo malam. Sayang bercinta setelah bertengkar jauh lebih nikmat karena kita melakukannya dengan penuh Cinta" Kata Refan.
"Massss" Cantika ambruk saat Refan mendorongnya dan merangkak ke atasnya dan melakukan serangan demi serangan.
__ADS_1
Dan malam indah penuh cinta pun berlangsung.