Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Dilema


__ADS_3

Dirumah sakit.


Didepan ruang UGD tampak Arka dan Amel sangat khawatir dengan gadis yang mereka tabrak tadi.


Dokter pun keluar


Loh ini kam dokter yang menangani Alexia


apa dia bekerja dirumah sakit ini juga? Gumam Arka heran.


"Bagaimana keadaan gadis itu dok?" tanya Amel dan Arka berbarengan.


"Dia masih belum sadar. Dan ada hal yang harus saya bicarakan dengan kalian. Mari keruangan saya" ajak dokter itu.


Nereka mengikuti langkah dokter itu sebut saja dokter Rudi.


Diruangan dokter Rudi.


"Apa kalian yag menabrak gadis itu?" tanya dokter Rudi curiga


"Iya dok, tadi dia berlari ke arah mobil kami dan saya tidak sempat mengerem" jawab Arka agak khawatir.


"Begini pak, bu pasien ini adalah pasien saya dirumah sakit papa kalian. Dia menderita leukimia. Pasien ini kabur saat dalam proses perawatan karena saya dengar dia dipaksa menikah oleh keluarganya".


Dokter rudi melanjutkan ceritanya

__ADS_1


"Ibunya baru saja meninggal karena serangan jantung saat mencoba menahan pasien yang akan dibawa paksa oleh keluarga suaminya. Mungkin dia berusaha lari lagi hari ini karena akan dibawa pergi oleh keluarganya" Fokter mengakhiri ceritanya.


Arka diam mematung. Wajahnya pucat pasi. Dia sudah tau siapa yang dokter Rudi maksud.


Amel menutup mulut dengan kedua tangannya kemudian dia melepasnya dan bertanya "Siapa namanya dok"


"Namanya alexia umurnya sekitar 24 tahun" jawab dokter.


"Jadi kami harus bagaimana dok? tanya Amel sekali lagi. Arka hanya diam membisu.


"Kalau kalian ingin bertanggung jawab, bawalah dia ke tempat kalian agar dia aman" kata dokter.


Arka terkejut langsung menjawab tidak


sedangkan Amel menjawab ya.


Amel melanjutkan.


"Nanti aku yang cerita sama papa dan mama. Aku juga bisa kerja dari rumah sambil memantau kesehatannya" Amel meyakinkan.


Arka seperti dilema. Dia tidak ingin Amel tau siapa Alexia tapi Arka juga tidak bisa lepas dari tanggung jawabnya.


"Baiklah terserah kamu" kata Arka pasrah


dia tidak punya alasan menolaknyaM

__ADS_1


"Ketika dia sadar saya akan memberitahu kalian juga memberitahunya perihal ini" kata dokter.


"Ini kartu nama saya dok" Arka menyerahkan kepada dokter.


"Kalau begitu kami permisi" Mereka pun pamit pulang.


Dirumah Arka.


Malam harinya Arka tidak dapat tidur. Dia masih memikirkan Alexia dan kedepannya apalagi kalau Amel sampai tau siapa Alexia.


"Sayang kenapa belum tidur" Amel terbangun saat merasakan kasurnya bergejolak karena Arka tidak bisa diam mungkin pengaruh karena tidak bisa tidur.


"Tidak apa apa sayang, oh ya sudah berapa hari ini kita tidak melakukan gulung gulungan dikasur" tangan Arka sudah kemana mana membuat Amel menggeliat geli.


"Apa itu gulung gulung Mas" Amel tertawa geli mendengar istilah Arka.


"Sudahlah jangan banyak tanya ayo" Arka mulai melancarkan aksinya. Dia ingin mengalihkan pikirannya dengan yang ini agar hilang semua gundah dihatinya saat ini.


Dih bisa bisanya dasar lelaki.


1 jam kemudian mereka selesai dan Arka sudah terlelap duluan. Diam diam Amel memandang wajah suaminya lekat. Dirasakannya ada kristal bening keluar dari matanya. *T*erima kasih kamu mau menerima anak buangan sepertiku. Aku hanya punya dirimu. Bahkan keluargaku membuangku dan aku masih mengharapkan kehadiran mereka


apa kamu tau sayang, mereka mencoretku dari daftar keluarga juga saat membuangku


sehina itukah aku. Amel mengusap air matanya kemudian mencoba untuk tidur

__ADS_1


setelah 20 menit akhirnya dia terlelap.


__ADS_2