
Tahun berganti
kini umur si kembar sudah memasuki usia 6 tahun
wajah mereka sangat identik namun orang terdekat tentu bisa membedakan mana rafan dan mana sang adik refan
mereka memang memiliki wajah oval seperti ayahnya namun refan mempunyai tahi lalat di pipi sebelah kanan, sedangkan rafan tidak
hanya itu yang membedakan secara fisik
namun dari tingkah laku
rafan sang kakak lebih pendiam dan malas bicara sama seperti ayahnya
sedangkan refan sosok yang ceria dan hangat seperti amel
dalam hal kecerdasan sang adik refan lebih cerdas dari kakaknya namun cerdas dalam bertindak atau menghadapi situasi
sedangkan rafan cerdas dalam belajar
mereka sudah ada porsinya masing masing
namun kalau soal kenakalan, refan sedikit nakal
bahkan refan sering mengganggu rafan
hari itu hari minggu jadi mereka memutuskan bermain di taman bunga dekat rumah mereka bersama dua pelayan
para pelayan memperhatikan mereka dari jauh karena mereka tidak mau didekati saat bermain
ketika sedang bermain lempar bola, tiba tiba bola yang di lempar rafan tidak dapat ditangkap refan sehingga bola itu menggelinding ke belakang refan jauh.
__ADS_1
refan pun mengejarnya
saat mencari bola dia melihat seorang wanita tua sedang memegang bolanya
wanita tua itu mendekati refan dan memberi bola pada refan
namun belum sempat refan pergi, nenek itu memeluknya membuat refan bingung
"nenek siapa?" tanya refan
wanita tua itu diam saja, namun matanya masih berkaca kaca seperti menahan kesedihan
wanita tua itu pun pergi membuat refan semakin bingung
"refaaaaaaaan" teriak rafan dari jauh
"iya kak sebentar" kata refan sambil berlari
hari sudah sore, mereka memutuskan untuk pulang
saat makan malam
"ma, tadi refan ketemu sama nenek nenek" kata refan membuat semua terkejut
"sayang, kamu kan sudah mama kasih tau supaya jangan bicara sama orang asing. memangnya kemana pelayan yang menjaga kamu" amel sedikit kesal
"waktu refan ambil bola ma. kami melarang mereka dekat jadi mereka gak liat" kata refan
"terus apa yang kamu bicarakan dengan nenek itu?" tanya arka
"nenek itu tiba tiba meluk refan terus kayak mau nangis gitu setelah itu dia pergi" kata refan mengakhiri ceritanya yang sudah membuat amelia khawatir
__ADS_1
"lain kali jangan lakukan lagi" kata amel tegas
refan mengangguk sedih
"maaf ma"
"iya sayang lanjut makannya ya maafin mama udah marah sama kamu" kata kata amel membuat refan tersenyum lagi.
refan sama seperti amel, mudah dibujuk
mereka melanjutkan makan malam
setelah itu si kembar kembali kekamar dan belajar
kamar merkea masih satu ruangan namun beda tempat tidur dan ruangan itu cukup luas
saat sedang dikamar
"refan, tadi ciri ciri nenek itu seperti apa?" tanya rafan penasaran sampai dia membuka mulut besinya
"rambutnya masih hitam disanggul, tinggi, dan kulitnya putih. bajunya juga bagus kak kayak orang kaya" kata refan
"oh, ya udah kamu belajar lagi kok malah ngajak kakak ngobrol" rafan kembali melanjutkan belajarnya
refan hanya diam karena dia sudah tau sifat kakaknya yang seperti itu
setelah selesai belajar, amel datang dan mebawakan mereka susu lalu membimbing mereka tidur karena besok mereka akan sekolah
dia membacakan beberapa dongeng
setelah keduanya terlelap amel pun keluar dan mencium mereka secara bergantian
__ADS_1