Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Rafan dan Refan


__ADS_3

Tahun berganti


kini umur si kembar sudah memasuki usia 6 tahun


wajah mereka sangat identik namun orang terdekat tentu bisa membedakan mana rafan dan mana sang adik refan


mereka memang memiliki wajah oval seperti ayahnya namun refan mempunyai tahi lalat di pipi sebelah kanan, sedangkan rafan tidak


hanya itu yang membedakan secara fisik


namun dari tingkah laku


rafan sang kakak lebih pendiam dan malas bicara sama seperti ayahnya


sedangkan refan sosok yang ceria dan hangat seperti amel


dalam hal kecerdasan sang adik refan lebih cerdas dari kakaknya namun cerdas dalam bertindak atau menghadapi situasi


sedangkan rafan cerdas dalam belajar


mereka sudah ada porsinya masing masing


namun kalau soal kenakalan, refan sedikit nakal


bahkan refan sering mengganggu rafan


hari itu hari minggu jadi mereka memutuskan bermain di taman bunga dekat rumah mereka bersama dua pelayan


para pelayan memperhatikan mereka dari jauh karena mereka tidak mau didekati saat bermain


ketika sedang bermain lempar bola, tiba tiba bola yang di lempar rafan tidak dapat ditangkap refan sehingga bola itu menggelinding ke belakang refan jauh.

__ADS_1


refan pun mengejarnya


saat mencari bola dia melihat seorang wanita tua sedang memegang bolanya


wanita tua itu mendekati refan dan memberi bola pada refan


namun belum sempat refan pergi, nenek itu memeluknya membuat refan bingung


"nenek siapa?" tanya refan


wanita tua itu diam saja, namun matanya masih berkaca kaca seperti menahan kesedihan


wanita tua itu pun pergi membuat refan semakin bingung


"refaaaaaaaan" teriak rafan dari jauh


"iya kak sebentar" kata refan sambil berlari


hari sudah sore, mereka memutuskan untuk pulang


saat makan malam


"ma, tadi refan ketemu sama nenek nenek" kata refan membuat semua terkejut


"sayang, kamu kan sudah mama kasih tau supaya jangan bicara sama orang asing. memangnya kemana pelayan yang menjaga kamu" amel sedikit kesal


"waktu refan ambil bola ma. kami melarang mereka dekat jadi mereka gak liat" kata refan


"terus apa yang kamu bicarakan dengan nenek itu?" tanya arka


"nenek itu tiba tiba meluk refan terus kayak mau nangis gitu setelah itu dia pergi" kata refan mengakhiri ceritanya yang sudah membuat amelia khawatir

__ADS_1


"lain kali jangan lakukan lagi" kata amel tegas


refan mengangguk sedih


"maaf ma"


"iya sayang lanjut makannya ya maafin mama udah marah sama kamu" kata kata amel membuat refan tersenyum lagi.


refan sama seperti amel, mudah dibujuk


mereka melanjutkan makan malam


setelah itu si kembar kembali kekamar dan belajar


kamar merkea masih satu ruangan namun beda tempat tidur dan ruangan itu cukup luas


saat sedang dikamar


"refan, tadi ciri ciri nenek itu seperti apa?" tanya rafan penasaran sampai dia membuka mulut besinya


"rambutnya masih hitam disanggul, tinggi, dan kulitnya putih. bajunya juga bagus kak kayak orang kaya" kata refan


"oh, ya udah kamu belajar lagi kok malah ngajak kakak ngobrol" rafan kembali melanjutkan belajarnya


refan hanya diam karena dia sudah tau sifat kakaknya yang seperti itu


setelah selesai belajar, amel datang dan mebawakan mereka susu lalu membimbing mereka tidur karena besok mereka akan sekolah


dia membacakan beberapa dongeng


setelah keduanya terlelap amel pun keluar dan mencium mereka secara bergantian

__ADS_1


__ADS_2