Talak Aku, Mas

Talak Aku, Mas
SS 2.51


__ADS_3

Beberapa hari kemudian ...


Kinan sudah semakin baik dan kini sudah mulai masuk kerja. Seperti biasa, Kinan datang lebih awal dan mulai mengerjakan semua tugasnya dengan baik lebih awal dari biasanya.


Semakin lama kantor pun mulai ramai dan semua karyawan sudah duduk di belakang meja kerjanya sambil menatap layar komputer dan mulai bekerja dengan baik.


Bagas datang tepat waktu, langsung masuk ke ruangannya tanpa melihat Kinan sedikit pun. Kinan yang melihat kedatanagn Bagas hanya bisa menatap aneh sikap bos besarnya itu.


Kinan segera mengambil beberapa berkas untuk di tanda tangani oleh Bagas sambil membawa satu kotak makanan berisi sandwich dengan keju mozarella.


Tok ... Tok ... Tok ...


Dengan sopan Kinan mengetuk pintu raungan Bagas lalu membuka pintu itu dan mengucapkan salam.


"Pagi Pak. Maaf ganggu ya," ucap Kinan lembut dengan senyum manis yang tulus.


Lelaki mana yang tidak keteter hatinya melihat senyum manis yang luar biasa itu.

__ADS_1


Bagas yang baru saja membuka lapotop pun mengangkat wajahnya dan menatap Kinan.


"Masih pagi," jawab Bagas ketus. Wajahnya tidak seramah biasanya. Terlihat jelas Bagas seperti sedang banyak masalah.


Kinan tetap berjalan menhampiri Bagas dan meletakkana beberapa berkas di depan Bagas dan di atasnya langsung di letakkan kotak makan spesial dari Kinan.


"Mau kopi hitam atau capucino?" tawar Kinan langsung agar mood Bagas kembali baik.


"Capucino," jawab Bagas santai. Bagas tidak pernah bisa menolak tawaran Kinan. Kinan adalah gadis impiannya yang belum bisa di halalkan oleh Bagas dalam waktu dekat karena masalah keluarganya. Tapi, melihat dan emndenagr kedekatan Kinan dan Dika tentu membuat Bagas cemburu.


"Baik. satu capucino spesial," ucap Kinan dengan senyum lebar.


"Pakai ketulusan dan keikhlasan membuatnya," ucap Kinan santai dan etanng sekali menjawab pertanyaan Bagas.


"Ohhh hanya itu. Kirain dengan cinta dan pakai perasaan," ucap Bagas sengaja berkata jujur.


"Maksud Pak Bagas apa ya? Kinan gak paham," ucap Kinan lembut denagn wajah penuh kebingungan.

__ADS_1


"Sudahlah buat saja dulu capucinonya. Setelah ini, ada hal yang harus kita bicarakan dari hati ke hati, penuh perasaan," ucap Bagas denga wajah serius.


"Ekheemmm ... Baiklah. Tapi, dimana -mana kalau pakai hati dan perasaan itu wajahnya harus sennag dan sumringah bukannya kecut seperti ini," ucap Kinan memberitahu lalu pergi meninggalkan Bagas di ruangannya sendiri.


Tak berselang lama, Kinan sudah kembali ke ruangan Bagas dengan secangkir kopi capucino racikannay sendiri lalu di leetakkan di meja kerja Bagas.


"Silahkan di minum dan di nikmati bersama sandwichnya Pak. Mungkin bisa membuat suasana hati Pak Bagas jadi lebih rileks dan santai, tidak kaku dan tegang," ucap Kinan lembut.


Kinan berdiri di samping Bagas. Bagas memundurkan kursinya dengan mendorong tubuhnya ke belakang dan menarik Kinan hingga terjatuh di pangkuannya.


Kinan terkejut dan bingung. Untung saja ruanagn itu sudah di tutup tadi. Kalau tidak bisa jadi masalah besar.


"Pak Bagas!! Mau apa sih!!" teriak Kinan sambil berusaha mendorongtubuh kekar dan tegap Bagas.


Kinan sudah berada dalam pelukan erat Bagas. Bagas bingung dan tak tahu harus bagaimana. Satu -satunya jawaban adalah Kinan. Hanya Kinan yang bisa membuat Bagas lebih tenang karena hanay Kinan yang bisa mengerti dirinya.


"Diam sebentar. Aku tidak akan menyakiti kamu, Kinan. Aku tidak ingin membuat kamu kecewa. Aku hanay ingin menikahimu Kinan, karena aku butuh kamu," ucap Bagas dnegan jujur hingga membuat Kinan melogo takjud dalam dekapan Bagas.

__ADS_1


Ucapan Bagas yang terasa mimpi itu membuat jantungnya terus berdegup dengan keras.


__ADS_2