
"Jangan pernah berlaku kasar pada mas Pandu, kau punya masalah dengan ku karena aku tidak mengizinkan mu menemui Arka. Tapi satu hal yang perlu kau tahu, kalau kau datang dengan cara yang baik, maka aku akan membukakan mu pintu, tapi caramu yang seperti ini. Maaf, aku sama sekali tidak membukakan mu pintu!" marah Dinda menatap Rehan kasar.
"Dinda, ayolah. Jangan egois, karena aku juga Ayahnya Arka," ucap Rehan masih merengek.
"Cukup Mas, lebih baik sekarang kamu pergi dari sini, atau kalau tidak aku akan membawamu ke kantor polisi." usir Dinda yang tidak mau mendengarkan alasan Rehan lagi.
Karena tidak mendapatkan izin dari Dinda, akhirnya Rehan memutuskan untuk pergi. Kali ini Dinda tidak ingin mendengar alasan apapun lagi dari Rehan, ia tidak mau mengambil resiko jika sampai terjadi sesuatu pada Arka yang masih dalam ketakutan.
Saat itu Pandu mengajak Dinda dan Arka duduk, bi Iyas mengambilkan minuman untuk Arka, dan juga Dinda, agar meraka merasa sedikit tenang karena pagi mereka harus dihadapkan dengan emosi dan kemarahan.
Setalah beberapa saat kemudian, Pandu mulai berpikir panjang lebar untuk melakukan sesuatu, ia tidak mau jika sampai keluarga kecilnya itu harus terus terganggu karena kehadiran Rehan yang terus saja mengusiknya, untuk itu lah Pandu ingin membahas masalah ini pada Wulan, sahabat nya yang selama ini selalu memberikan solusi setiap kali ia memiliki masalah.
Pandu meminta izin pada Dinda bahwa ia akan pergi, dan setelah mendapatkan izin ia pun pergi membuat janji pada Wulan di sebuah kafe. Pertemuan itu pun terjadi dan Pandu pun menjelaskan keluh kesahnya pada Wulan, sebagai sahabat yang baik, Wulan pun mendengarkan keluhan Pandu dengan seksama.
"Berat masalah nya, tapi kalau kamu bisa membujuk Dinda untuk pergi saja dari kota ini, mungkin keluargamu akan selamat, Pandu," ucap Wulan yang memberikan solusi saat Pandu mengutarakan semua masalahnya.
"Maksud mu, aku dan Dinda pindah dari kota ini?" tanya Pandu yang mencoba untuk mencerna ucapan Wulan.
"Ya, kurang lebih seperti itu. Kalian pindah dari kota ini dan mulai lah hidup baru, pindah ke kota lain yang Rehan tidak akan mampu menjangkau kalian, termasuk Arka." jelas Wulan.
__ADS_1
Pandu terdiam, mungkin apa yang dikatakan oleh Wulan akan ia pertimbangkan dan akan ia obrolkan dengan Dinda, karena jika tidak mengambil keputusan secepatnya, ia yakin Rehan pasti akan melakukan hal yang sama untuk mengganggu keluarga Pandu.
"Terima kasih banyak Wulan, aku akan memikirkan hal ini dan akan membicarakan semua ini pada Dinda," ucap Pandu yang merasa sangat senang, karena akhirnya masalah yang ia hadapi akan mendapatkan jalan keluar nya.
"Sama-sama, ini adalah waktu yang tepat untuk mu membina rumah tanggamu Pandu, kamu baru saja menikah dengan Dinda, jadi tentu nya Dinda akan ikut ke mana pun kamu akan membawanya pergi, apalagi setelah kejadian kemarin, pasti kamu membutuhkan tempat dan waktu untuk bisa dekat dengan Dinda dan juga Arka, dan pastinya Dinda tidak akan keberatan dengan ide ini," seru Wulan dengan yakin.
"Ya, kamu benar, aku akan berusaha meyakinkan Dinda untuk bersedia mengikuti ide dirimu." jawab Pandu melempar senyum.
Wulan pun membalas senyuman Pandu, dan mereka pun memutuskan untuk menikmati makanan siang yang telah tersedia. Memang Pandu sengaja membicarakan semua masalahnya terlebih dahulu, barulah ia memanggil pramusaji untuk menyiapkan makan siang, dan setelah itu Pandu langsung pamit pulang ke rumahnya, Wulan tentu saja mempersilahkan Pandu pergi.
Tibanya di rumah Pandu disambut oleh Dinda yang mempertanyakan ke mana saja suaminya itu pergi, Pandu pun menjelaskan bahwa ia baru saja bertemu dengan Wulan dan menceritakan semua masalah yang ada. Dinda sama sekali tidak keberatan saat mendengar cerita dari Pandu tentang ide yang diberikan oleh Wulan, menurut nya mungkin itu adalah keputusan yang sangat tepat bagi keutuhan rumah tangganya yang baru saja terjalin.
"Dinda, bagaimana, apa kamu setuju dengan ide yang diberikan Wulan untuk kita?" tanya Pandu penuh harap.
"Apa itu artinya kamu setuju dengan ide ini? Maafkan aku Dinda, bukan aku berat pada ide yang diberikan oleh Wulan, tapi aku ingin Rehan tidak akan mengganggumu dan Arka lagi jika kita pergi jauh dari tempat ini." jawab Pandu penuh harap.
Dinda menganggukkan kepala, ia mengerti apa yang diharapkan oleh suaminya, tentu saja Pandu mengharapkan ketenangan ketika pernikahan yang baru saja terjadi, dan setelah Dinda menyetujui ide tersebut Pandu pun tersenyum senang dan memeluk tubuh Dinda dengan erat.
Namun saat itu ada sesuatu yang dipikirkan oleh Dinda, dan Pandu pun dengan cepat mempertanyakan apa yang ada dalam pikiran Dinda saat ini.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya Pandu menatap Dinda.
"Bagaimana dengan usahaku di sini, Mas? Apa aku harus menutup usaha ini," ucap Dinda bingung.
"Tidak perlu sayang, kita percayakan semua ini pada Wulan, Wulan pasti akan mengurus semuanya dan kamu bisa bekerja di luar kota, semua ini bisa kamu urus meskipun kamu jauh dari sini," seru Pandu melempar senyum.
"Benarkah? Apa itu semua tidak akan menyulitkan aku, Mas?" tanya Dinda bingung.
"Tidak sayang, itu tidak akan menyulitkan kamu sama sekali, nanti Wulan akan mengurus semua ini untukmu, dan kamu akan menerima laporan hanya dari sebuah kiriman, zaman sekarang tidak ada yang sulit Dinda, kamu tinggal mengurusnya dengan duduk di dalam rumah." jelas Pandu dengan yakin, bahwa Dinda akan bisa melakukan hal itu.
Dinda pun melempar senyum, ia akhirnya menemukan solusi dari masalah yang ia hadapi, wajah Dinda pun terlihat sumringah menatap Pandu. Dinda segera mendatangi Arka, menjelaskan padanya bahwa ia akan tinggal di tempat yang baru, dan saat itu Arka tidak menolak nya sama sekali, ia patuh dengan pilihan yang diberikan oleh orang tuanya.
***
Malam harinya, Dinda dan Pandu sepakat untuk pergi meninggalkan ibukota, mereka sengaja melakukan perjalanan di malam hari, agar lebih tenang dan lengang di perjalanan.
Saat itu Wulan lah yang diberikan kepercayaan penuh untuk mengurus semua bisnis yang sedang berjalan, sementara Dinda sendiri akan menerima laporan setiap harinya dari Wulan.
"Wulan, aku percaya kan semuanya padamu, aku harap kamu bisa menjaga kepercayaan ku dengan sebaik-baiknya," ucap Dinda melempar senyum pada Wulan, dan percaya bahwa sahabatnya itu akan bisa memberikan yang terbaik untuknya," ucap Dinda melempar senyum pada Wulan saat itu.
__ADS_1
"Jika kamu menyerahkan dan mempercayakan semua nya padaku, aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mu, aku ingin kamu dan Pandu fokus dulu dengan pernikahan kalian yang baru saja kalian jalani, jadi aku harap kalian tidak cemas," seru Wulan memberikan saran.
"Baik Wulan, kami akan menjalankan semua yang kamu beritahukan pada kami, terima kasih sebelumnya karena kamu ada untuk ku dan Dinda." jawab Pandu melempar senyum, ia merasa beruntung karena telah mendapatkan sahabat terbaik seperti Wulan.