
Betapa terkejut nya Dinda kala mendengar bahwa Arka diculik. Wajahnya memerah menahan ketakutan, namun saat itu Dinda tidak sendirian. Pandu dengan cepat bangkit dari tempat duduknya dan memberikan kode pada para teman-temannya yang ada di sana.
Pandu memberitahukan bahwa Arka diculik dan ia meminta bantuan pada mereka semua, namun Dinda masih tidak merasa lega, ia tidak mau jika hanya duduk diam di rumah. Dinda bangkit dari tempat duduk nya dan mengajak Pandu untuk mencari di mana keberadaan Arka.
"Mas, aku tidak mau hanya duduk di sini, aku harus mencari Arka juga," ucap Dinda yang terlihat sangat panik.
"Baik lah Dinda, aku akan ada untukmu, kalau kamu tidak mau duduk di sini, ayo kita pergi mencari Arka bersama-sama." jawab Pandu yang kala itu langsung mendukung penuh permintaan Dinda.
Pandu dan Dinda keluar dari rumah untuk mencari keberadaan Arka, mereka meninggalkan semua pesta pernikahan di sana, dengan cepat Pandu membawa Dinda masuk dan pergi meninggalkan rumah.
Wulan dan bi Iyas pun memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke polisi, mereka tidak mau tinggal diam saja, mereka juga ingin melakukan sesuatu untuk mengetahui di mana Arka. Semua pesta mereka tinggalkan begitu saja, Dinda dan Pandu mencari ke sana ke mari sepanjang perjalanan, berharap bahwa mereka akan bertemu dengan Arka.
Tangis kesedihan Dinda pun terdengar di telinga Pandu, saat itu Pandu berusaha membujuk Dinda agar tetap tenang dan tidak menangis, namun Dinda tidak bisa melakukan hal itu. Lantaran ini baru pertama kalinya ia hidup tanpa Arka, tentu saja kecemasan sebagai seorang ibu membuat Dinda tidak bisa berhenti menangis dan mencemaskan Arka.
Sementara di tempat lain, Arka sedang tertawa gembira bersama dengan Rehan di rumahnya, setelah berpisah dengan Intan Rehan hidup seorang diri. Dan kehadiran Arka lah sebagai penyemangat hidupnya saat ini, Rehan menuruti semua keinginan Arka agar Arka tidak mengingat ibunya dan tidak meminta pulang.
Hal itu dilakukan oleh Rehan agar Arka betah tinggal bersama nya, dan Arka pun nyaman ketika harus hidup dan tinggal bersama ayahnya.
***
__ADS_1
Hari demi hari telah berlalu, tidak ada informasi apapun yang didapatkan oleh Dinda dan Pandu tentang Arka. Begitu pun juga dengan para teman-teman Pandu yang sudah ia kerahkan untuk ikut mencari Arka, mereka tidak menemukan keberadaan Arka.
"Mas, gimana ini, ke mana Arka Mas, apa polisi sudah mendapatkan kabar terbaru tentang Arka?" tanya Dinda menghampiri Pandu.
"Belum Dinda, aku belum mendapatkan kabar apapun dari mereka," ucap Pandu merasa bersalah, karena ia masih saja melihat kesedihan Dinda setelah hari pernikahan itu terjadi.
"Mas, ayo kita cari Arka lagi, aku nggak mau duduk diam di rumah sementara aku sendiri nggak tahu apa Arka sudah makan atau belum di luar sana, dan di perlakukan seperti apa di sana," ajak Dinda yang mencemaskan Arka.
"Baik lah Dinda, kalau begitu kita akan kembali mencari Arka. Tapi jangan lupakan kesehatan kamu sendiri Dinda, sejak pagi kamu belum makan, sekarang lebih baik kamu makan dulu, ya." jawab Pandu yang mengajak Dinda makan.
Dinda menolak, namun Pandu terus memaksa. Dan ia mengancam bahwa ia tidak mau mencari Arka sebelum ada makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Dinda pun tidak ada pilihan lain, ia terpaksa harus menuruti keinginan Pandu agar ia bisa mencari Arka setelah itu.
Beberapa saat kemudian, Dinda pun akhirnya bisa mencari Arka, meskipun sebenarnya meraka tidak memiliki tujuan hendak ke mana meraka akan memulai pencaharian, namun Dinda lebih baik mencari ke seluruh ruas jalan daripada harus duduk diam di dalam rumah.
"Dinda," lirih Pandu menyentuh pundak istrinya saat itu.
"Mas, aku sangat ingin bertemu dengan Arka, putraku hiks," pinta Dinda yang tak henti-hentinya menangis saat itu.
"Dinda, tenang lah, jangan menangis seperti ini, kalau kamu terus menangis, kamu tidak akan merasa tenang dan hatimu akan terus merasa cemas. Kita akan terus mencari Arka sampai kita berhasil menemukannya, jadi kamu jangan khawatir ya." jawab Pandu berusaha menyeka air mata Dinda.
__ADS_1
Dinda mengangguk pelan, meskipun sapuan tulus tangan Pandu tidak membuat dirinya tenang, namun setidaknya Pandu sudah menjamin bahwa ia akan menemani dirinya untuk terus mencari Arka sampai Arja dapat ditemukan.
Saat itu Pandu keluar dari mobil untuk mencari minuman, Pandu pun mengajak Dinda turun dari mobil dan duduk di pinggiran jalan, Pandu mengajak Dinda keluar deri mobil agar ia dapat menghirup udara segar, dan tak lama kemudian. Mobil Wulan pun datang, mereka bertemu di pinggiran jalan bersama bi Iyas juga.
"Wulan, bagaimana, apa kamu menemukan informasi tentang Arka?" tanya Dinda menatap Wulan penuh harap.
"Tidak Dinda, aku dan bi Iyas belum menemukan infomasi apapun tentang Arka. Tapi kami akan terus mencari nya," ucap Wulan dengan yakin.
"Benar Non, maafkan saya, saya telah lalai menjaga den Arka, hingga akhirnya seperti ini, ini benar-benar salah saya," seru bi Iyas yang tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri.
"Sudah Bi, jangan salahkan dirimu sendiri, kau tidak bersalah, ini kejadian yang sangat cepat terjadi. Kita tidak tahu kapan musibah akan terjadi, jadi jangan menyalahkan dirimu seperti itu, kita akan sama-sama mencari Arka sampai ketemu." jelas Pandu yang saat itu mencoba mengerti keadaan bi Iyas.
Dinda pun tidak bisa mengalahkan bi Iyas, karena semua ini sudah terjadi. Yang inginkan hanya lah Arka kembali, saat itu ** Iyas dan Wulan juga sedang duduk di sana, menikmati sebotol minuman yang dibelikan oleh Pandu sebelumnya. Dan tiba-tiba saja bi Iyas menghadap ke arah Dinda dan menatapnya.
"Non, apa Non tidak mencurigai seseorang?" tanya bi Iyas yang kala itu menatap dengan yakin.
"Apa maksud mu Bi," lirih Dinda membalas tatapan bi Iyas.
"Beberapa hari den Arka tidak ada di rumah, beberapa hari juga den Rehan tidak datang dan sibuk ingin bertemu dengan den Arka, apa ini ada hubungannya dengan den Rehan?" jawab bi Iyas yang kala itu berpikir buruk tentang ketiadaan Rehan kala itu.
__ADS_1
Dinda terdiam, apa yang dikatakan oleh bi Iyas masuk akal. Selama ini Rehan selalu berusaha mencari celah untuk bertemu dengan Arka, namun setelah beberapa hari Arka tidak ada Rehan pun menghilang begitu saja. Dan untuk membuktikan semuanya Dinda pun mengajak semuanya ke sekolah Arka, ia ingin memastikan apakah Rehan terlihat mencari Arka di sekolah atau tidak.
Keinginan Dinda itu disetujui oleh Pandu, dan mereka pun bersama-sama pergi ke sekolah, setelah tiba di sana Dinda dengan cepat melangkah menuju ruang kelas Arka dan bertemu dengan bu Isna, lalu ia mengajak bu Isna keluar untuk mendengar ceritanya.