
"Dinda, aku yakin Arka tidak akan bisa menerima kalau dia memiliki dua ayah, jadi kamu harus putuskan hubungan mu dengan Pandu," suruh Rehan pada Dinda.
"Memangnya apa hubungannya denganmu Mas, aku sama sekali tidak pernah merepotkan kamu, tapi kenapa kamu mengurusi urusanku, ada atau tidak nya dirimu, aku dan Mas Pandu akan tetap bersama, dan kebahagiaan Arka, kamu tidak perlu khawatir, dia akan tetap bahagia bersama ku meskipun aku menikah dengan Mas Pandu," seru Dinda yang menolak keras permintaan Rehan.
"Aku tidak percaya itu Dinda, aku tidak percaya jika kamu bisa benar-benar menyayangi Arka, aku yakin cintamu pada Arka akan terbagi dua, jika kamu terus melanjutkan hubunganmu dengan Pandu, lebih baik kamu serahkan Arka padaku." jelas Rehan memaksa.
Dinda menggelengkan kepala, saat itu ia benar-benar tidak menyangka dengan jalan pikiran Rehan, ia tidak percaya jika Rehan akan berpikir sependek itu mengenai dirinya. Dinda menolak keras ketika Rehan akan mengambil Arka, karena Rehan selama ini tidak pernah menjenguk Arka dan tidak pernah berusaha untuk dekat dengan nya.
Namun, kini tiba-tiba Rehan datang mengakui Arka sebagai anaknya, ia berdiri tegap mengaku sebagai ayahnya yang bertanggung jawab atas kebahagiaan putra nya.
"Sebelum aku kehilangan kendali, lebih baik kamu pergi dari sini Mas, aku sama sekali tidak akan pernah melepaskan Arka untukmu dan tidak juga akan melepaskan Mas Pandu hanya untuk alasanmu yang tidak masuk akal itu, lebih baik kamu cari kebahagiaan mu sendiri dan pergi lah dari sini!" titah Dinda dengan kasar.
"Dinda, aku serius, aku akan menghancurkan kebahagiaan mu jika kamu tidak membagi rasa kasih sayangmu pada Arka, dan kalau kamu sudah tidak bisa mengurus Arka, lebih baik kamu berikan padaku, karena aku sanggup mengurusnya," ucap Rehan tak kalah serius menatap Dinda.
"Harusnya kamu malu dengan ucapan mu sendiri itu Mas, kamu malu karena selama ini kamu tidak pernah ada untuk Arka. Dan sekarang? Sekarang kamu sok mau jadi pahlawan untuk putraku, ada apa dengan hatimu Mas, ada apa dengan dirimu, apa kamu sudah sadar bahwa selama ini kamu sudah menjadi seorang ayah?" Dinda menggelengkan kepala untuk yang kesekian kalinya, karena sikap Rehan yang benar-benar membuatnya tidak bisa berpikir logis.
Dinda memutuskan untuk masuk ke salon dan membiarkan Rehan sendiri, karena ia akan benar-benar kehabisan kesabaran jika tetap berbicara pada Rehan saat itu. Dan kepergian Dinda pun membuat Rehan sangat marah dan kesal, karena Dinda justru terlihat keras kepala dan enggan mendengarkan nya.
__ADS_1
Saat Rehan keluar dari pintu utama, Rehan bertemu dengan Pandu yang membawa sebuah nasi kotak, mereka saling menatap satu sama lain. Dan tatapan Rehan pun seakan ingin menelan habis Pandu yang saat itu justru merasa bingung dengan sikap Rehan. Rehan pun pergi berlalu begitu saja dan membuat Pandu menggelengkan kepala saat menatap mantan suami dari kekasihnya itu.
Saat bertemu dengan Dinda, saat itu Pandu barulah bereaksi, ia mempertanyakan keberadaan Rehan di salon Dinda pada Wulan, yang saat itu sedang duduk bersama dengan Dinda. Pandu pun mendengar semua cerita dari Dinda yang dengan nafas tertahan berbicara pada Pandu.
"Apa-apaan Rehan, kenapa dia mencampur adukkan semua masalah, lalu apa hubungannya hubungan ku dengan kebahagiaan Arka?" tanya Pandu tidak mengerti.
"Maafkan aku, mungkin ini adalah salahku, aku mengirimkan vidio pertunangan kalian berdua semalam pada Intan, dan mungkin Rehan tidak sengaja melihatnya. Makanya Rehan datang ke sini dan berusaha untuk mengusik kebahagiaan kalian dengan hal seperti ini," ucap Wulan merasa bersalah.
"Ya tapi apa hubungannya Wulan, tidak ada hubungannya sama sekali. Kebahagiaan Arka justru terlihat bertambah saat adanya Pandu, yang dia panggil sebagai papa, jadi kenapa dia mau mengambil Arka dariku saat aku akan menikah dengan Pandu, siapa dia memangnya!" marah Dinda tidak terima.
***
Beberapa minggu kemudian, saat bisnis Dinda semakin berkembang. Kesibukan pun semakin terlihat, saat itu Arka pun sudah sibuk dengan urusan sekolah nya, Rehan mencoba untuk memanfaatkan momen pertemuan dengan Arka di sekolah.
Meksipun sebelumnya ia dilarang oleh bu Isna yang tidak mendapatkan izin dari Dinda, namun Rehan terus memohon sampai bu Isna luluh dan akhirnya mengizinkan Rehan bertemu dengan Arka.
Saat itu bu Isna menghampiri Arka, dan memberitahukan bahwa ayahnya ingin bertemu dengan dirinya, sebelumnya Arka ragu akan pemberitahuan tersebut, namun akhirnya ia melangkahkan kakinya menemui Rehan di taman sekolahan.
__ADS_1
Langkah kaki Arka disadari oleh Rehan yang langsung melempar senyum menyambut kedatangan Arka, Rehan mengajak Arka duduk di sampingnya dengan memberikan mainan dan cokelat untuk Arka.
"Arka, ini mainan dan makanan untuk kamu, terima ya," ucap Rehan melempar senyum.
"Sebenarnya apa maksud mu, kenapa kau memberikan aku makanan dan hadiah seperti ini?" tanah Arka dengan nada polosnya.
"Arka, ini adalah hadiah kecil yang bisa Ayah berikan, selama ini Ayah sama sekali tidak bisa bertemu dengan mu karena Ibu dan Ayah sudah berpisah, jadi karena sekarang Ayah sudah tahu tempat tinggal dan sekolah kamu, jadi Ayah akan sering-sering main ke sini," ucap Rehan tersenyum menjelaskan.
"Apa benar kau ayahku? Tapi kenapa kau baru datang sekaran," lirih Arka masih bertanya-tanya.
"Tentu saja itu benar, aku adalah ayah mu, kita sudah sangat lama sekali tidak bertemu karena antara ayah dan ibumu tidak lagi tinggal satu rumah, sebab itulah ayah tidak bisa bertemu denganmu selama ini, dan seperti yang ayah beritahukan padamu tadi, karena sekarang ayah sudah tahu tempat tinggal dan sekolah mu, maka Ayah aka sering-sering ke sini menjenguk mu." jelas Rehan mengelus lembut pucuk kepala Arka.
Arka ikut tersenyum kecil, saat itu ia berusaha untuk menerima kehadiran ayah barunya, setelah kehadiran papa Pandu. Arka senang karena saat ini Rehan terlihat begitu tulus menyayanginya, apalagi Rehan terlihat begitu berusaha dalam menunjukkan kasih sayang nya pada Arka.
Sampai hampir setiap hari, Rehan selalu menyempatkan waktu bermain dengan Arka di taman sekolahan. Dan karena setiap hari bertemu dengan Rehan, akhirnya bu Isna pun akhirnya dapat menilai bahwa Rehan adalah pria yang baik dan tidak berbahaya bagi Arka.
Suatu hari, Intan mengikuti kepergian Rehan yang justru saat ini fokus pada Arka, saat itu Intan sangat marah ketika ia tahu bahwa Rehan sedang bercanda bersama seorang anak kecil di taman sekolahan, dan ia meyakini bahwa itu adalah Arka. Intan murka, dan ia kembali ke rumah dengan kemarahan yang tidak tertahankan, ia menunggu sampai Rehan pulang untuk membahas hubungan nya dengan Rehan yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi itu.
__ADS_1